Bolehkah Donor Darah Jika Sedang Menstruasi?

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 17/01/2019
Bagikan sekarang

Jika Anda sudah pernah melakukan donor darah, sadar atau tidak ada berbagai manfaat yang telah Anda dapatkan. Bahkan, tidak sedikit orang yang mengaku ketagihan untuk rutin mendonorkan darahnya. Namun sebelumnya, pastikan dulu Anda telah memenuhi serangkaian syarat dan ketentuan yang berlaku agar bisa ikut donor darah. Lantas, bagaimana kalau seorang wanita melakukan donor darah saat haid, apakah boleh?

Bolehkah ikut donor darah saat haid?

Ada banyak darah yang keluar dari tubuh ketika seorang wanita sedang menstruasi. Jika tetap melakukan donor darah saat haid, tentu akan semakin menambah jumlah darah yang harus dikeluarkan oleh tubuh.

Sebenarnya, boleh atau tidaknya melakukan donor darah saat haid masih menjadi perdebatan sampai saat ini, karena tidak ada ketentuan yang pasti. Namun alangkah baiknya, untuk bersabar dan menunggu sampai masa menstruasi selesai baru kemudian Anda boleh donor darah.

Hal ini bukan tanpa alasan, lagi-lagi, karena tubuh akan kehilangan banyak darah bila menstruasi dan donor darah dilakukan dalam waktu yang bersamaan. Terlebih lagi, tubuh membutuhkan zat besi dalam jumlah yang lebih banyak saat sedang haid.

Tak heran, selama masa menstruasi yang kurang lebih berlangsung selama 7 hari, seorang wanita sebenarnya berisiko tinggi terserang anemia. Jadi, jika Anda tetap memaksakan untuk melakukan donor darah saat haid, bukan tidak mungkin Anda akan lemas, pusing, kelelahan, hingga jatuh pingsan akibat kehilangan cukup banyak darah.

menstruasi sedikit darah haid sedikit

Apa saja syarat ideal untuk melakukan donor darah?

Jangan keburu berkecil hati dulu karena tidak bisa donor darah saat haid. Sebab setelah masa menstruasi selesai, tidak ada halangan lagi jika Anda memang ingin melakukan donor darah. Hanya saja, Anda akan melalui serangkaian pemeriksaan terlebih dahulu dari tim dokter dan petugas PMI sebelum mulai donor darah.

Ambil contoh, seperti penimbangan berat badan, pengukuran suhu tubuh, denyut nadi, tekanan darah, dan mengambil sampel darah guna mengetahui kadar hemoglobin. Kesemua hal tersebut bertujuan untuk memastikan kesiapan tubuh, sehingga tidak berisiko membahayakan kesehatan Anda.

Selain itu, ada beberapa syarat khusus dari Palang Merah Indonesia (PMI) yang harus dipenuhi jika ingin donor darah, yakni:

  • Usia 17-60 tahun
  • Berat badan minimal 45 kg
  • Tekanan darah normal (sistolik 110/160 dan diastolik 70/100)
  • Kadar hemoglobin wanita minimal 12 g/dl, dan pria 12,5 g/dl
  • Suhu tubuh normal
  • Denyut nadi normal (50-100 kali per menit)
  • Jarak donor minimal 3 bulan sejak melakukan donor darah sebelumnya, dan maksimal 5 kali dalam setahun

Jika semua persyaratan tersebut telah terpenuhi dengan baik, barulah Anda benar-benar diizinkan untuk melakukan donor darah.

efek samping donor darah

Jangan lupakan hal ini setelah melakukan donor darah

Meski tubuh terasa dalam kondisi prima, Anda tidak dianjurkan untuk langsung banyak beraktivitas usai mendonorkan darah. Sebaliknya, perbanyak istirahat, makan camilan ringan, dan minum banyak cairan, guna memulihkan kondisi tubuh yang baru saja kehilangan banyak darah.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Bolehkah Donor Darah Saat Terinfeksi Virus Herpes?

Tidak semua orang boleh melakukan donor darah. Lantas, bagaimana jika ingin donor darah saat terinfeksi herpes? Berikut ulasannya.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini

Sederet Fakta Mengejutkan Tentang Darah Manusia

Darah yang mengalir di dalam tubuh Anda memiliki banyak fakta mengejutkan yang mungkin tidak pernah bayangkan sebelumnya. Apa saja? Yuk, intip di sini.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari

Pernah Mengidap Hepatitis Sebelumnya, Bolehkah Saya Ikut Donor Darah?

Pendonor darah harus selalu dalam kondisi sehat jasmani dan rohani. Lantas, jika pernah mengalami hepatitis boleh donor darah atau tidak, ya?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri

Setelah Donor Darah, Kapan Saya Boleh Mulai Olahraga Lagi?

Donor darah bisa dilakukan siapa saja, termasuk atlet atau orang yang suka olahraga. Setelah itu, kapan saya boleh kembali olahraga setelah donor darah?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri

Direkomendasikan untuk Anda

donor darah saat puasa

Bolehkah Kita Donor Darah Saat Puasa? Apa Saja Risikonya?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 02/05/2020
donor darah saat COVID-19

Tips Donor Darah yang Aman Saat Pandemi COVID-19

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 27/03/2020
aturan transfusi darah

Adakah Batas Maksimal untuk Transfusi Darah?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 23/03/2020
plasma darah mengobati covid-19

Plasma Darah Orang Sembuh Bisa Mengobati Pasien COVID-19?

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 21/02/2020