home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Mengenal Basofil, Leukosit yang Berperan Penting dalam Sistem Kekebalan Tubuh

Mengenal Basofil, Leukosit yang Berperan Penting dalam Sistem Kekebalan Tubuh

Sel darah putih atau leukosit terdiri dari berbagai macam jenis dengan fungsi yang berbeda-beda. Salah satu jenis leukosit dalam darah Anda adalah basofil. Jumlahnya hanya 0,5-1% dalam sel darah putih. Meskipun begitu, fungsinya tak kalah penting dari jenis leukosit lainnya. Apa saja? Simak penjelasan lengkapnya di bawah ini.

Apa fungsi basofil?

tes darah fungsi leukosit adalah

Basofil adalah salah satu jenis leukosit (sel darah putih) yang juga dibentuk di sumsum tulang. Jumlahnya paling sedikit ditemukan di dalam sirkulasi darah, yaitu hanya di beberapa jaringan tubuh.

Jumlah basofil normal hanya 0-300/mcL dalam sel darah putih, atau setara dengan 0,5-1 persen.

Dikutip dari jurnal yang dipublikasikan British Society for Immunology, umur sel darah putih ini dalam tubuh cenderung singkat. Diperkirakan, jenis leukosit ini hanya bertahan 1-2 hari.

Meski sedikit, fungsinya tetap penting untuk tubuh. Serupa dengan jenis leukosit lainnya, basofil berfungsi untuk kekebalan tubuh, seperti melawan infeksi.

Lebih rinci, berikut ini adalah beberapa fungsi basofil:

1. Sistem kekebalan tubuh bawaan

Dalam sistem kekebalan tubuh, jenis sel darah putih yang satu ini tidak bekerja dengan cara membuat Anda kebal terhadap infeksi yang pernah terjadi. Namun, basofil berfungsi untuk mengenali benda asing baru yang sebelumnya belum pernah masuk ke dalam tubuh.

Sel darah putih ini dianggap sebagai jenis leukosit yang paling efektif dalam melindungi tubuh dari bakteri dan parasit.

2. Memunculkan reaksi alergi

Jenis sel darah putih ini juga berperan dalam memunculkan reaksi alergi, khususnya dalam pelepasan histamin dan leukotrien. Memang, basofil bukan satu-satunya penghasil kedua zat tersebut. Namun, sel darah putih ini dianggap dapat menghasilkan keduanya dengan cepat.

Nantinya, histamin yang dilepaskan akan mendorong tubuh untuk membentuk antibodi yang disebut dengan imunoglobulin E (IgE). IgE ini yang kemudian nantinya akan melawan pemicu alergi sehingga timbullah reaksi alergi. Reaksi ini biasanya menyebabkan gejala pada hidung, paru-paru, tenggorokan, atau pada kulit.

3. Mencegah pembekuan darah

Sel darah putih ini juga mengandung zat yang disebut heparin. Heparin ini merupakan pengencer darah alami dalam tubuh. Artinya, basofil juga berperan untuk mencegah terjadinya pembekuan darah.

Bagaimana jika basofil saya terlalu rendah atau terlalu tinggi?

Jumlah sel darah putih ini dapat diketahui melalui tes darah diferensial yang berfungsi mengukur jumlah setiap jenis sel darah putih dalam tubuh. Pemeriksaan ini digunakan untuk mendiagnosis berbagai kondisi medis, seperti infeksi, penyakit autoimun, anemia, peradangan, leukemia, dan jenis kanker lainnya.

Kadar basofil di atas atau di bawah normal dapat menandakan suatu kondisi tertentu pada tubuh Anda. Setiap infeksi atau stres akut dapat menjadi penyebab jumlah sel darah putih Anda meningkat. Selain itu, kadar sel darah putih yang abnormal juga bisa terjadi akibat peradangan, respons imun, atau penyakit darah, seperti leukemia.

Kadar basofil di atas normal

jenis leukemia

Ketika jenis leukosit ini berada di atas kadar normal, Anda berarti sedang mengalami kondisi yang disebut basofilia. Basofil yang terlalu tinggi dapat disebabkan oleh:

  • Leukemia mieloid kronis
  • Leukemia mieloid akut
  • Polisitemia vera
  • Mielofibrosis primer
  • Trombositemia esensial
  • Tumor

Penyebab basofilia lain yang lebih umum adalah:

  • Reaksi alergi atau peradangan kronis yang berhubungan dengan infeksi (termasuk influenza dan TBC)
  • Penyakit radang usus
  • Penyakit autoimun
  • Pengaruh beberapa obat-obatan dan makanan

Gejala yang ditimbulkan akibat kadar basofil di atas normal bisa beragam tergantung penyebabnya. Sebagai contoh, jika basofilia disebabkan oleh reaksi alergi, Anda mungkin akan mengalami gejala berupa ruam kulit.

Kadar basofil di bawah normal

obat kanker serviks

Kadar di bawah normal dapat disebabkan oleh beberapa kondisi, yaitu:

  • Infeksi akut
  • Kanker
  • Cedera parah

Gejala yang ditimbulkan akibat kondisi ini juga berbeda-beda tergantung pada penyebabnya. Ketika mengalami infeksi, Anda mungkin akan mengalami gejala, seperti merasa nyeri ketika disentuh, demam, hingga diare.

Bagaimana mengatasi basofil yang abnormal?

Untuk mengatasi kadar basofil yang terlalu rendah ataupun tinggi akan bergantung pada kondisi yang menjadi penyebabnya. Dalam kasus-kasus yang terkait dengan alergi atau peradangan kronis, mengobati penyebab yang mendasarinya menjadi sangat penting.

Beberapa cara menangani jumlah basofil yang abnormal, antara lain:

  • Antihistamin dan menjauhi pemicunya jika kondisi ini disebabkan alergi
  • Albendazole untuk infeksi parasit
  • Kemoterapi untuk pengobatan leukemia mieloid kronis
  • Aspirin dan flebotomi jika disebabkan oleh polisitemia vera
  • Penggunaan antibiotik jika disebabkan oleh infeksi bakteri

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Min, B., Brown, M., & LeGros, G. (2012). Understanding the roles of basophils: breaking dawn. Immunology, 135(3), 192-197. doi: 10.1111/j.1365-2567.2011.03530.x

Chirumbolo, S., Bjørklund, G., Sboarina, A., & Vella, A. (2018). The role of basophils as innate immune regulatory cells in allergy and immunotherapy. Human Vaccines & Immunotherapeutics, 14(4), 815-831. doi: 10.1080/21645515.2017.1417711

Normal blood counts. (2015). Retrieved 4 August 2020, from https://cmlsupport.org.uk/section/normal-blood-counts

Basophils | British Society for Immunology. (2020). Retrieved 4 August 2020, from https://www.immunology.org/public-information/bitesized-immunology/cells/basophils

Siracusa, M., Kim, B., Spergel, J., & Artis, D. (2013). Basophils and allergic inflammation. Journal Of Allergy And Clinical Immunology, 132(4), 789-801. doi: 10.1016/j.jaci.2013.07.046

Blood differential test Information | Mount Sinai – New York. (2020). Retrieved 4 August 2020, from https://www.mountsinai.org/health-library/tests/blood-differential-test

Immunoglobulin E (IgE) | AAAAI. (2020). Retrieved 4 August 2020, from https://www.aaaai.org/conditions-and-treatments/conditions-dictionary/immunoglobulin-e-(ige)

Blood Differential: MedlinePlus Medical Test. (2020). Retrieved 4 August 2020, from https://medlineplus.gov/lab-tests/blood-differential/

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh Fajarina Nurin
Tanggal diperbarui 10/11/2020
x