Wanita Juga Punya Hormon Testosteron, Loh! Apa Fungsinya?

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 06/09/2017 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Hormon testosteron biasa dikenal sebagai hormon khas laki-laki. Mendengar kata testosteron, Anda mungkin langsung terbayang citra laki-laki bertubuh kekar dan  Akan tetapi, tahukah Anda bahwa wanita juga punya hormon ini? Hormon testosteron diproduksi secara alami dalam tubuh wanita. Begitu juga halnya dengan hormon estrogen yang sering disebut sebagai hormon wanita. Estrogen rupanya juga bisa ditemukan dalam tubuh pria. Hormon testosteron berperan cukup penting bagi wanita. Kekurangan hormon testosteron juga bisa memicu berbagai masalah kesehatan. Untuk mempelajari lebih jauh apa fungsi hormon testosteron pada wanita, simak informasi selengkapnya di bawah ini.

Apa fungsi hormon testosteron pada wanita?

Pada wanita, hormon testosteron memang tidak diproduksi sebanyak pada pria. Hormon ini akan bekerja sama dengan hormon-hormon lain dalam tubuh Anda seperti estrogen dan progresteron untuk mengatur berbagai fungsi tubuh. Di antaranya adalah menjaga gairah seks tetap tinggi, meningkatkan fungsi kognitif otak, mengatur suasana hati (mood), dan menjaga kesehatan tulang.  

Apa yang terjadi jika kadar hormon testosteron pada wanita terlalu banyak atau terlalu sedikit?

Bila kadar testosteron pada wanita terlalu tinggi atau rendah, Anda berisiko mengalami beberapa gangguan kesehatan. Berikut adalah gejala-gejala kekurangan atau kelebihan hormon testosteron pada wanita.

1. Kehilangan gairah seks

Kalau akhir-akhir ini kehidupan seks Anda dan pasangan jadi semakin hambar, Anda mungkin kekurangan hormon testosteron. Pasalnya, hormon ini bertanggung jawab untuk mengatur libido serta kenikmatan yang Anda rasakan saat bercinta. Sejumlah penelitian juga mengungkapan bahwa kurangnya hormon testosteron pada wanita bisa membuat Anda sulit orgasme.

Namun, bukan berarti Anda boleh sembarangan mengonsumsi pil suplemen testosteron. Jika Anda kehilangan gairah seks yang tidak disebabkan oleh stres atau masalah dengan pasangan, konsultasikan langsung dengan dokter.

2. Sulit membentuk otot

Anda sudah berolahraga keras supaya otot lebih terbentuk, tapi belum berhasil juga? Jangan-jangan, kadar hormon testosteron yang rendah jadi penyebabnya. Hormon testosteron memang bertugas untuk membantu sintesis protein yang dibutuhkan agar massa otot bertambah. Kekurangan hormon ini akan membuat usaha Anda membentuk otot jadi lebih susah.

3. Mudah lelah

Merasa kelelahan itu wajar. Namun, kalau Anda hampir selalu merasa lelah, Anda perlu berhati-hati. Atau Anda biasanya sanggup jogging selama sejam, tapi akhir-akhir ini hanya kuat sampai 30 menit. Bisa jadi Anda kekurangan hormon testosteron. Menurut sebuah penelitian yang dilakukan para ahli di Kanada, orang yang kadar testosteronnya rendah cenderung lebih mudah lelah.

4. Depresi

Depresi memang tidak disebabkan oleh kurang hormon testosteron saja. Ada banyak faktor risiko lain yang bisa memicu kondisi ini. Akan tetapi, kekurangan hormon ini bisa membuat seseorang lebih rentan diserang depresi. Berdasarkan hasil studi yang dimuat dalam Archives of General Psychiatry, kadar hormon yang tidak seimbang ini akan mengacaukan suasana hati dan sirkuit otak Anda. Inilah yang membuat wanita yang kekurangan testosteron jadi sering bersedih, muram, dan akhirnya depresi.  

5. Haid tidak teratur

Jika tubuh wanita memproduksi terlalu banyak hormon testosteron, dampak yang mungkin terjadi adalah haid tidak teratur. Pada sebagian kasus, Anda mungkin tidak menstruasi sama sekali. Kondisi ini disebut juga sebagai amenore.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Ginseng Korea: Benarkah Ampuh Atasi Berbagai Masalah Seksual Pria?

Ginseng Korea diyakini bisa mengatasi masalah pria, dari impotensi hingga ejakulasi dini. Tapi apakah manfaat ginseng ini sudah terbukti dan teruji klinis?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Seks & Asmara 05/08/2020 . Waktu baca 4 menit

Pijat Prostat, Benarkah Bisa Atasi Masalah Prostat dan Seksual?

Dewasa ini, pijat prostat mulai banyak dicari. Banyak yang yakin pijat ini bisa jadi solusi berbagai keluhan di area prostat. Apa memang benar?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Urologi, Prostat 05/08/2020 . Waktu baca 6 menit

Nafsu Seks Siapa yang Lebih Besar? Pria atau Wanita?

Semua orang punya nafsu seks yang berbeda. Namun apakah benar nafsu seks pria lebih besar dari wanita? Simak apa kata hasil penelitian.

Ditulis oleh: Novita Joseph
Hidup Sehat, Seks & Asmara 04/08/2020 . Waktu baca 4 menit

5 Ramuan Alami Terbaik untuk Mengatasi Rambut Kering

Rambut kering memang bikin penampilan terlihat kusam. Mari simak cara mengatasi rambut kering menggunakan 5 bahan alami pada penjelasan di sini.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Perawatan Rambut & Rambut Rontok, Hidup Sehat 04/08/2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

seks infeksi saluran kencing pasangan

Bolehkah Berhubungan Seks Saat Kena Infeksi Saluran Kemih?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Dipublikasikan tanggal: 07/08/2020 . Waktu baca 5 menit
mengobati infeksi saluran kencing obat cefixime antibiotik

7 Pengobatan Alami Mengobati Infeksi Saluran Kencing

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Rizki Pratiwi
Dipublikasikan tanggal: 07/08/2020 . Waktu baca 8 menit
penyebab infeksi saluran kencing

Berbagai Penyebab Penyakit Infeksi Saluran Kencing yang Perlu Anda Ketahui

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 06/08/2020 . Waktu baca 6 menit
kesehatan kandung kemih

Bagaimana Cara Menjaga Kesehatan Kandung Kemih bagi Pria dan Wanita?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 06/08/2020 . Waktu baca 6 menit