Benarkah Sering Foto Rontgen Bisa Sebabkan Kanker?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 06/09/2017 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Salah satu pemeriksaan medis yang paling sering dilakukan untuk mendiagnosis suatu penyakit adalah foto rontgen. Tapi, katanya pemeriksaan ini bisa menyebabkan kanker, apakah benar? Seberapa penting foto rontgen dilakukan? Seberapa sering saya harus melakukannya jika tak mau terkena kanker?

Seberapa penting melakukan foto rontgen?

Mungkin Anda sudah familiar dengan pemeriksaan rontgen alias x-ray. Foto rontgen dilakukan dengan menggunakan sinar X yang berfungsi untuk ‘membaca’ kondisi tulang Anda. pemeriksaan ini termasuk pemeriksaan yang paling dasar untuk membantu dokter dalam mendiagnosis dan memantau suatu penyakit.

Ada banyak jenis foto rontgen yang tersedia, hal ini tergantung dengan tujuan dan bagian tubuh mana yang terkena penyakit. Misalnya saja, mammogram yang berfungsi mendeteksi penyakit kanker payudara.

Beberapa kondisi yang mengharuskan Anda untuk melakukan rontgen yaitu:

  • Kanker tulang
  • Tumor payudara
  • Pembesaran jantung
  • Penyumbatan pada pembuluh darah
  • Gangguan fungsi paru-paru
  • Patah tulang
  • Infeksi
  • Arthritis
  • Osteoporosis
  • Gigi bolong

Apakah foto rontgen aman untuk dilakukan?

Sampai saat ini aman atau tidaknya rontgen untuk dilakukan masih menjadi perdebatan di antara ahli kesehatan. Beberapa penelitian menyatakan bahwa sinar X yang digunakan ketika seseorang menjalani rontgen dapat menyebabkan perubahan DNA atau mutasi.

Kondisi tersebut yang kemudian meningkatkan risiko kanker di masa yang akan datang. Penelitian yang dilakukan di Amerika pada tahun 2007 menemukan bahwa orang yang melakukan rontgen menjadi memiliki peluang 0,6-1,8% lebih besar untuk mengalami kanker.

Walau begitu, peningkatan risiko kanker ini terjadi dalam angka yang sangat kecil dan dipengaruhi juga dengan faktor lainnya, seperti riwayat keluarga serta gaya hidup. Secara umum, rontgen aman untuk dilakukan karena para ahli telah mengatur serta menyesuaikan dosis radiasi yang dapat ditoleransi oleh orang dewasa.

foto rontgen dada

Lalu seberapa sering saya boleh menjalani foto rontgen?

Mungkin kemudian Anda bertanya, seberapa banyak foto rontgen yang aman untuk dilakukan. Sebenarnya, tak ada jawaban pasti untuk hal ini, bahkan para ahli tidak mengetahui jumlah frekuensi yang aman untuk melakukan foto rontgen. Sebab foto rontgen akan selalu memiliki risiko meski dalam tingkat yang kecil. Namun, risiko tersebut tidak lebih penting jika dibandingkan tujuan dari pemeriksaan ini – untuk mengetahui kondisi kesehatan.

Pemeriksaan ini sangat penting dilakukan ketika memang dokter Anda membutuhkannya untuk mengetahui kondisi penyakit yang Anda derita. Jika hal ini terjadi, maka jangan menolak untuk melakukan rontgen.

Namun, terkadang Anda tetap diminta untuk melakukannya meski tak terlalu penting bagi kondisi kesehatan Anda. Oleh karena itu, sebaiknya tanyakan kembali pada dokter atau tim medis Anda, seberapa penting pemeriksaan ini harus dilakukan. Bila memang tidak penting, maka sebaiknya hindari foto rontgen karena hanya kan membuat jumlah radiasi di dalam tubuh bertambah.

Apakah semua orang boleh menjalani foto rontgen?

Meskipun tergolong aman, karena dosis radiasi yang digunakan tidak terlalu besar, namun pemeriksaan ini bisa berbahaya bagi bayi dan janin yang sedang berkembang. Perkembangan dan pertumbuhan bayi dan janin yang ada di dalam kandungan bisa terhambat akibat terpapar sinar X.

Janin dan bayi sedang dalam masa di mana jaringan dan sel mereka tumbuh dengan cepat. Paparan sinar X dapat menghambat, menghentikan, bahkan mengubah struktur jaringan menjadi tidak normal. Bukan tidak mungkin pemeriksaan ini mengakibatkan keguguran, bayi lahir cacat, dan kanker pada bayi. Oleh karena itu, bayi tidak dianjurkan untuk melakukan foto rontgen.

Sementara pada ibu hamil, sebenarnya masih bisa dipertimbangkan untuk melakukan foto rontgen, apabila bagian tubuh yang diperiksa adalah bagian kaki, tangan, kepala, atau dada. Selama tidak terkena bagian perut – di mana janin ada di dalamnya – ibu hamil masih mungkin melakukan pemeriksaan ini. Namun, sebelum melakukannya lebih baik utarakan jika Anda hamil pada dokter Anda.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Umur Berapakah Sebaiknya Anak Laki-laki Disunat?

Momen anak disunat menjadi salah satu hal penting, khususnya di Indonesia. Tapi, dari sisi medis, kapan waktu yang tepat untuk melakukan sunat?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Hidup Sehat, Tips Sehat 07/07/2020 . Waktu baca 4 menit

8 Gejala Penyakit Berbahaya yang Sering Anda Abaikan

Banyak gejala penyakit yang sering kali kita abaikan karena terkesan remeh. Padahal, jika dibiarkan justru efeknya bisa fatal.

Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Hidup Sehat, Tips Sehat 03/07/2020 . Waktu baca 4 menit

Sering Mimpi Buruk? Ini Cara Mengatasinya

Mimpi buruk bisa datang kapan saja di setiap malam Anda. Ini bisa sangat mengganggu Anda jika sering terjadi. Temukan cara mengatasi mimpi buruk di sini.

Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Hidup Sehat, Tips Sehat 02/07/2020 . Waktu baca 5 menit

Mengungkap Mitos dan Fakta Seputar Masalah Cacingan

Banyak mitos membuat infeksi cacing menjadi hal sepele. Cek fakta seputar cacingan yang berbahaya jika dibiarkan, seperti menghambat pertumbuhan anak.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Willyson Eveiro
Hidup Sehat, Tips Sehat 29/06/2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

kode wadah plastik pada makanan atau minuman

Apakah Wadah Plastik untuk Makanan Anda Aman Bagi Kesehatan? Cari Tahu Lewat Kode Ini

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 10/07/2020 . Waktu baca 4 menit
botol plastik hangat

Amankah Minum Air dari Botol Plastik yang Sudah Hangat?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 10/07/2020 . Waktu baca 4 menit
manfaat bersepeda

Yuk, Ketahui Beragam Manfaat Bersepeda Bagi Kesehatan

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Dipublikasikan tanggal: 08/07/2020 . Waktu baca 3 menit
kelopak mata bengkak, apa penyebabnya

Penyebab Kelopak Mata Bengkak dan Cara Tepat Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 08/07/2020 . Waktu baca 3 menit