Mengenal Berbagai Enzim Pada Pencernaan Manusia Serta Fungsinya

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 26 November 2020 . Waktu baca 7 menit
Bagikan sekarang

Pernahkah Anda bertanya-tanya bagaimana makanan dicerna di dalam tubuh setelah Anda kenyang? Proses pencernaan makanan dalam tubuh melibatkan sederet organ yang dikendalikan sistem saraf dan dibantu oleh sekelompok enzim pencernaan.

Pencernaan dengan bantuan enzim (enzimatik) sebenarnya sudah terjadi pada mulut. Makanan yang telah halus dicerna kembali di dalam lambung dan hasilnya dikirimkan ke usus. Selama rangkaian proses ini, enzim membantu mengubah bentuk makanan menjadi lebih kecil agar bisa diserap dan diedarkan oleh darah.

Apa saja enzim yang dimaksud dan fungsinya dalam pencernaan?

Mengenal enzim pencernaan dan cara kerjanya secara umum

bahagia mencegah masalah pencernaan

Setiap makanan yang Anda makan perlu dicerna menjadi zat gizi dasar seperti lemak, protein, karbohidrat, serta vitamin dan mineral. Tujuannya agar zat gizi tersebut mudah diserap dan dialirkan lewat aliran darah untuk mendukung berbagai fungsi tubuh.

Sebagian besar proses pencernaan dibantu oleh enzim yang dihasilkan dari berbagai titik pada saluran cerna. Tanpa enzim, makanan hanya akan menumpuk di dalam perut. Tubuh Anda pun tidak akan bisa mendapatkan nutrisi dan energi dari makanan.

Ada sejumlah tempat produksi enzim dalam sistem pencernaan Anda. Tempat-tempat itu adalah kelenjar air liur, hati (liver), kantung empedu, bagian dalam dinding lambung, pankreas, serta bagian dalam dinding usus kecil dan usus besar.

Jumlah dan jenis enzim yang terbentuk tergantung dari jenis dan banyaknya makanan yang Anda konsumsi. Meski begitu, cara kerja enzim pencernaan sebenarnya serupa dengan enzim lainnya pada tubuh Anda.

Semua enzim pencernaan merupakan bagian dari kelompok besar enzim yang disebut hidrolase. Kelompok enzim ini menggunakan molekul air untuk memutus ikatan kimia yang menyusun zat gizi suatu bahan makanan atau cairan.

Enzim pencernaan bekerja sebagai katalis, yaitu suatu zat yang mempercepat laju reaksi kimia. Pada sistem pencernaan, enzim-enzim ini mempercepat reaksi kimia untuk menguraikan karbohidrat, protein, dan lemak menjadi bentuk yang paling kecil.

Setelah itu, barulah usus bisa menyerap zat gizi dan mengirimkannya ke sistem peredaran darah. Darah kemudian akan mengedarkan zat gizi ke seluruh sel tubuh untuk membentuk energi atau melakukan fungsi lainnya.

Ada banyak sekali enzim dalam sistem pencernaan Anda. Secara umum, beragam enzim ini digolongkan menjadi empat kelompok, yaitu sebagai berikut.

  • Enzim proteolitik yang memecah protein menjadi asam amino.
  • Enzim lipolitik yang memecah lemak menjadi asam lemak dan gliserol.
  • Enzim amilolitik yang memecah karbohidrat dan pati (zat tepung) menjadi gula sederhana.
  • Enzim nukleolitik yang memecah asam nukleat menjadi nukleotida.

Berbagai macam enzim pada sistem pencernaan

lidah sakit

Sistem pencernaan memecah zat gizi yang Anda dapatkan dari makanan, kemudian mengubahnya menjadi bentuk yang paling kecil. Hasil dari penguraian itu adalah gula sederhana, asam lemak, gliserol, dan asam amino.

Berikut adalah berbagai enzim yang berperan penting dalam proses penguraian zat gizi menurut tempat produksinya.

1. Mulut

Selain melewati proses pencernaan mekanik oleh gigi dan lidah, makanan pun dicerna secara kimiawi oleh enzim lisozim, betain, bromelain, dan amilase. Beragam enzim tersebut bercampur dalam air liur yang dihasilkan oleh kelenjar ludah.

Enzim amilase terbagi menjadi amilase ptialin yang dihasilkan kelenjar ludah dan amilase yang dihasilkan pankreas. Fungsinya sama-sama memecah pati (zat tepung) pada makanan menjadi gula sederhana seperti glukosa. Gula sederhana ini nantinya menjadi sumber energi bagi tubuh Anda.

Ketika makanan bertepung seperti nasi atau kentang mulai diuraikan, Anda mungkin mendeteksi rasa manis dari maltosa yang dihasilkan. Ini adalah tanda bahwa enzim amilase sudah mulai bekerja di dalam mulut Anda.

Sementara itu, enzim lisozim memiliki sifat antibakteri yang dapat melindungi tubuh dari mikroba pada makanan. Enzim betain berfungsi dalam menjaga keseimbangan cairan sel, sedangkan enzim bromelain memiliki sifat antiradang.

2. Lambung

anatomi lambung

Dinding lambung mengeluarkan asam klorida (HCl) yang berfungsi membunuh bakteri dan membuat kondisi lambung cukup asam untuk mendukung fungsi enzim protease. Ini adalah jenis enzim yang memecah protein menjadi molekul yang lebih kecil.

Saluran pencernaan menghasilkan beberapa enzim protease, tapi yang paling utama adalah pepsin, tripsin, dan kimotripsin. Di antara ketiga enzim pencernaan tersebut, yang dihasilkan oleh lambung adalah enzim pepsin.

Pepsin awalnya memiliki bentuk tidak aktif yang disebut pepsinogen. Begitu bertemu asam lambung, pepsinogen berubah menjadi pepsin dan bisa melakukan fungsinya. Enzim ini mengubah protein menjadi molekul lebih kecil yang disebut peptida.

Selain pepsin, ada pula enzim renin, gelatinase, serta lipase pada lambung Anda. Renin adalah enzim yang khusus mencerna protein dalam susu, lalu memecahnya menjadi peptida agar bisa diuraikan oleh pepsin.

Gelatinase memecah protein besar pada daging menjadi molekul berukuran sedang. Molekul ini lalu dipecah lebih lanjut oleh enzim pepsin pada lambung serta tripsin pada usus hingga menjadi asam amino. Sementara itu, lipase menguraikan lemak.

3. Pankreas dan dinding usus halus

Makanan yang telah dihaluskan di dalam lambung Anda masih harus melewati proses pemecahan lebih lanjut di dalam usus halus. Proses tersebut dibantu oleh berbagai macam enzim yang dihasilkan oleh pankreas.

Berikut berbagai enzim yang dihasilkan oleh pankreas dan fungsinya.

Lipase

Pankreas menghasilkan berbagai enzim pencernaan yang dikirimkan ke usus halus, salah satunya lipase. Fungsi utama lipase adalah memecah lemak menjadi molekul lebih kecil yang disebut asam lemak dan gliserol.

Pencernaan lemak melibatkan beberapa organ sekaligus. Awalnya, hati menghasilkan cairan empedu dan mengalirkannya ke usus halus. Empedu mengubah lemak menjadi banyak gumpalan kecil. Gumpalan ini lalu diuraikan menjadi asam lemak dan gliserol.

Amilase dan enzim-enzim lain pemecah karbohidrat

Pada saat yang sama, pankreas juga menghasilkan enzim amilase pankreas. Enzim ini dialirkan ke usus untuk memecah karbohidrat menjadi glukosa. Glukosa adalah bentuk gula paling sederhana yang akan diserap darah dan dibawa ke seluruh tubuh.

Dinding usus halus Anda sebenarnya juga menghasilkan enzim untuk menguraikan karbohidrat menjadi molekul sederhana lain selain glukosa. Berikut masing-masing enzim pada usjus halus dan hasil pemecahannya.

  • Sukrase: memecah sukrosa menjadi disakarida dan monosakarida.
  • Maltase: memecah maltosa menjadi glukosa.
  • Laktase: memecah laktosa menjadi glukosa dan galaktosa.

Tripsin

Sementara terjadi pemecahan lemak dan karbohidrat, ada pula enzim pencernaan yang turut bekerja memecah protein. Enzim yang berperan dalam proses ini adalah tripsin dan kimotripsin. Keduanya juga dilepaskan dari pankreas menuju usus halus.

Fungsi tripsin dan kimotripsin adalah memecah protein menjadi asam amino. Asam amino adalah unit terkecil yang menyusun tubuh Anda maupun makanan yang Anda konsumsi. Tubuh Anda hanya bisa menyerap protein dalam bentuk asam amino.

Enzim lainnya

Selain enzim-enzim utama sebelumnya, pankreas juga menghasilkan sejumlah enzim lain sebagai berikut.

  • Phospholipase: menguraikan fosfolipid (ikatan fosfor dan lemak) menjadi asam lemak.
  • Carboxypeptidase: memecah protein menjadi asam amino.
  • Elastase: memecah protein elastin.
  • Nuklease: memecah asam nukleat menjadi nukleotida dan nukleosida.

Beberapa organ pencernaan Anda menghasilkan enzim pencernaan untuk memecah zat gizi menjadi bentuk yang paling sederhana. Tujuannya tentu agar sel-sel tubuh Anda dapat menyerap zat gizi sehingga mampu membentuk energi dan menjalankan fungsinya dengan baik.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

6 Jenis Minyak Esensial untuk Mengatasi Masalah Pencernaan

Masalah pencernaan bisa sangat mengganggu dan menyusahkan. Berbagai pengobatan pun Anda coba. Nah, sudahkah Anda menggunakan minyak esensial?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Tips Sehat 13 Juni 2020 . Waktu baca 4 menit

GERD (Gastroesophageal Reflux Disease)

GERD adalah penyakit yang berhubungan dengan asam lambung. Apa gejala dan penyebabnya? Bagaimana cara mengatasi kondisi ini?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Penyakit A-Z, Kesehatan A-Z 13 April 2020 . Waktu baca 13 menit

Gastritis

Gastritis adalah istilah medis untuk radang lambung, berbeda dari maag. Cari tahu penyebab, gejala, dan cara mengatasinya di Hello Sehat.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Penyakit A-Z, Kesehatan A-Z 13 April 2020 . Waktu baca 12 menit

Maag (Dispepsia)

Sakit maag adalah penyakit yang tak boleh disepelekan. Cari tahu gejala, penyebab, diagnosis, pengobatan, obat, serta cara mencegahnya di Hello Sehat.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Penyakit A-Z, Kesehatan A-Z 13 April 2020 . Waktu baca 13 menit

Direkomendasikan untuk Anda

Konten Bersponsor
kesehatan sistem pencernaan anak

Ibu Wajib Tahu, Kunci Kesehatan Anak Ada di Pencernaannya!

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda
Dipublikasikan tanggal: 18 September 2020 . Waktu baca 7 menit
makan kekenyangan

Perut Begah Akibat Makan Kekenyangan? Ini Cara Cepat Mengatasinya

Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 2 September 2020 . Waktu baca 3 menit
alergi makanan

Alergi Makanan

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 1 September 2020 . Waktu baca 14 menit
Konten Bersponsor
potret anak bahagia bebas dari alergi karena orangtua menjaga keseimbangan mikrobiota usus

Apa Peran Keseimbangan Mikrobiota Usus dalam Cegah Alergi Anak?

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Willyson Eveiro
Dipublikasikan tanggal: 31 Agustus 2020 . Waktu baca 5 menit