Hati-hati, Minum Obat Opioid Sembarangan Berisiko Kecanduan dan Overdosis

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 01/12/2018 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Berbeda dengan obat penghilang rasa sakit lainnya, opioid termasuk jenis obat yang cukup berbahaya jika dikonsumsi tanpa resep dokter. Hal ini karena obat opioid termasuk golongan narkotika sehingga bisa menimbulkan kecanduan bagi pemakainya.

Opioid, obat penghilang rasa sakit yang masuk golongan narkotika

sakit setelah melahirkan

Opioid adalah obat pereda nyeri dengan dosis yang cukup kuat sehingga hanya diresepkan oleh dokter, tidak dijual bebas. Oxycodone, hydrocodone, fentanyl, tramadol, hingga heroin termasuk obat opioid yang biasanya cukup banyak digunakan dalam dunia medis.

Obat pereda nyeri yang satu ini tidak digunakan untuk mengatasi jenis nyeri ringan seperti sakit kepala. Akan tetapi, obat ini biasanya diresepkan untuk membantu mengurangi rasa sakit parah seperti pascaoperasi atau saat Anda mengidap kanker. Selain itu, opioid termasuk ke dalam salah satu obat bius kuat yang digunakan dalam prosedur operasi.

Efek menggunakan obat opioid sembarangan tanpa resep dokter

Saat meresepkan opioid, dokter sudah mengetahui takaran amannya. Dengan begitu, meski termasuk obat dengan efek yang cukup kuat, opioid tidak akan membahayakan kesehatan Anda. Namun, lain cerita jika Anda mengonsumsinya secara sembarangan tanpa resep dokter dan bahkan menyalahgunakannya. Anda berisiko mengalami berbagai masalah seperti kecanduan dan overdosis.

1. Kecanduan

bedanya ketergantungan dan kecanduan obat

Seiring berjalannya waktu, opioid bisa mengubah cara kerja otak. Ketika obat ini mengalir melalui darah dan menempel pada reseptor opioid di sel-sel otak, sumsum tulang belakang, dan bagian tubuh lainnya, otak akan melepaskan sinyal yang bisa menghambat rasa sakit dan meningkatkan sensasi gembira.

Nah, banyak orang yang menggunakan obat ini hanya untuk tujuan mendapatkan sensasi gembira tersebut. Orang-orang kemudian menggunakannya secara sembarangan. Akibatnya, akan sangat sulit untuk berhenti mengonsumsi obat yang satu ini. Dalam kondisi inilah seseorang sudah dikategorikan mengalami kecanduan.

Kecanduan obat membuat Anda sulit menahan keinginan untuk mengonsumsinya meski sudah tahu ini membahayakan. Jadi ketika efek opioid habis, Anda kalap dan menginginkan perasaan bahagia yang sangat tinggi ini kembali muncul dengan kembali mengonsumsi obat tersebut.

2. Overdosis

overdosis obat

Mengonsumsi opioid dengan dosis yang sama tak lagi membuat Anda dibanjiri oleh perasaan bahagia yang sangat kuat. Hal ini opioid bisa memicu produksi endorfin. Endorfin adalah senyawa kimia di dalam tubuh yang dapat meningkatkan perasaan senang.

Oleh karena itu, Anda perlu terus meningkatkan dosisnya hingga rasa bahagia ini kembali tercapai seperti awal pemakaian. Pada akhirnya, kondisi ini membuat Anda berisiko mengalami overdosis.

Selain dosis yang terlalu tinggi, overdosis opioid juga terjadi karena konsumsi terlalu sering atau mencampurkan opioid dengan obat-obatan terlarang dan alkohol.

Dikutip dari Medline Plus, orang yang mengalami overdosis opioid akan mengalami berbagai gejala seperti:

  • Wajah pucat
  • Tubuh lemas
  • Kuku atau bibir berwarna ungu atau biru
  • Muntah-muntah
  • Tidak sadarkan diri
  • Tidak bisa diajak berbicara
  • Napas dan detak jantung melambat, bahkan bisa berhenti. Kondisi ini bisa menyebabkan otak kekurangan oksigen dan mengalami kerusakan permanen hingga kematian.

Jika orang di sekitar Anda mengalami satu atau lebih gejala ini, segera cari pertolongan atau bawa ke IGD terdekat.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"

Yang juga perlu Anda baca

Keseringan Makan Permen Pelega Tenggorokan Itu Bahaya, Kenapa?

Makan permen pelega tenggorokan memang bisa jadi pertolongan pertama saat batuk. Namun, jika terus-terusan dimakan bisa keracunan, lho!

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Batuk, Health Centers 20/06/2019 . Waktu baca 4 menit

Jenis-Jenis Opioid, Pereda Nyeri Golongan Narkotika dari yang Legal Sampai Ilegal

Opioid adalah obat golongan narkotika yang harus digunakan sesuai resep. Pasalnya, obat ini bisa menimbulkan kecanduan bagi pemakainya.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Hidup Sehat, Fakta Unik 29/11/2018 . Waktu baca 4 menit

Bolehkah Pakai Obat Opium untuk Meredakan Nyeri Setelah Melahirkan Caesar?

Obat opium (opiat) dikatakan sangat manjur untuk menyembuhkan rasa sakit setelah melahirkan caesar. Namun, benar aman? Katanya bisa bikin kecanduan?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Melahirkan, Kehamilan 01/11/2018 . Waktu baca 4 menit

Efek Kokain Terhadap Otak dan Tubuh yang Harus Anda Ketahui

Kokain adalah narkotika yang paling berbahaya karena daya adiktifnya sangat tinggi. Penyalahgunaan obat ini dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Hidup Sehat, Fakta Unik 30/10/2018 . Waktu baca 7 menit

Direkomendasikan untuk Anda

pertolongan pertama overdosis viagra

Pertolongan Pertama untuk Orang yang Mengalami Overdosis Viagra

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 14/08/2019 . Waktu baca 4 menit
overdosis viagra

Hati-hati, Overdosis Viagra Bisa Bahayakan Kesehatan

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 10/08/2019 . Waktu baca 4 menit
efek samping obat pereda nyeri

Efek Samping Minum Obat Pereda Nyeri, dari Ringan Hingga yang Fatal

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 19/07/2019 . Waktu baca 4 menit
kecanduan opioid

Minum Obat Opioid Sembarangan Bisa Bikin Kecanduan, Seperti Ini Prosesnya

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 10/07/2019 . Waktu baca 4 menit