Bolehkah Orang yang Punya Tato Donor Darah?

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 25/10/2018
Bagikan sekarang

Ada banyak orang yang rutin donor darah. Pasalnya, selain dianggap telah membantu orang lain, ada segudang manfaat donor darah yang bisa Anda dapatkan secara cuma-cuma dari donor darah. Meski begitu, ternyata tidak semua orang boleh donor darah. Salah satunya orang bertato tidak boleh donor darah. Kenapa, ya, tidak boleh?

Apakah orang bertato tidak boleh donor darah?

Sebenarnya sah-sah saja untuk donor darah meskipun memiliki tato. Dengan catatan, tato yang menempel di tubuh Anda setidaknya sudah berumur lebih dari enam bulan, menurut Palang Merah Indonesia (PMI). Akan lebih amannya lagi, bila tato tersebut telah memasuki usia satu tahun atau lebih.

Tidak hanya untuk orang yang bertato saja, aturan ini juga berlaku bagi Anda yang memiliki tindikan maupun memasukan material asing non medis ke dalam tubuh.

Semua hal ini punya alasan khusus, karena memasukkan benda apa pun, entah itu logam, tinta, ataupun benda asing lainnya ke dalam tubuh, dapat memengaruhi sistem kekebalan Anda. Termasuk peredaran darah di sekujur tubuh.

tinta tato

Dilarang donor darah jika baru saja ditato

Menato, menindik, dan memasukkan benda asing lain ke dalam tubuh ternyata bisa menimbulkan bahaya bagi tubuh. Pasalnya, tidak menutup kemungkinan akan ada sejumlah virus, bakteri, serta infeksi yang dibawa dari benda asing tersebut ke dalam aliran darah Anda.

Hal itu menimbulkan peluang tubuh untuk tertular maupun menularkan penyakit hepatitis B, hepatitis C, HIV, dan lain sebagainya pun akan semakin besar. Sementara itu, ada alasan pendukung mengapa seseorang yang memiliki tato sangat dianjurkan untuk menunggu selama 6-12 bulan terlebih dahulu sebelum mendonorkan darahnya.

Ini karena bila tubuh Anda telah terserang suatu penyakit yang ditularkan melalui darah, maka antibodi tubuh yang terserang akan mulai terlihat selama kurun waktu kurang lebih 12 bulan tersebut. Itu sebabnya, Anda masih punya kemungkinan untuk menularkan penyakit melalui donor darah.

manfaat donor darah

Sebelum orang dengan tato donor darah, perhatikan syarat berikut ini

Jadi, bisa dikatakan bahwa sebenarnya salah jika orang bertato tidak boleh donor darah sama sekali. Namun, sebelum menentukan apakah Anda bisa donor darah atau tidak, ada serangkaian pemeriksaan yang harus dilakukan.

Biasanya, pemeriksaan dimulai dari mengukur suhu tubuh, denyut nadi, tekanan darah, kadar hemoglobin dengan mengambil sampel darah, hingga menimbang badan akan dilakukan sebelum Anda donor darah. Pastikan Anda juga tidak lupa untuk menjelaskan secara lengkap kepada petugas mengenai kondisi kesehatan yang sedang maupun pernah dialami sebelumnya.

Tidak hanya itu, jauh-jauh hari sebelum melakukan donor darah, Anda harus memahami betul apa saja syarat donor darah:

  • Berusia 17-60 tahun
  • Memiliki berat badan minimal 45 kilogram
  • Suhu tubuh normal (36,6 – 37,5 derajat Celcius)
  • Tekanan darah normal (sistolik 110/160 dan diastolik 70/100)
  • Kadar hemoglobin wanita minimal 12 g/dl, dan pria 12,5 g/dl
  • Denyut nadi normal (50-100 kali per menit)
  • Jarak donor minimal 3 bulan sejak melakukan donor darah sebelumnya, dan maksimal 5 kali dalam setahun

Sayangnya, tidak semua orang yang berencana mendonorkan darahnya memenuhi semua syarat tersebut. Jika Anda salah satunya yang belum memungkinkan melakukan donor darah, jangan khawatir. Anda tetap bisa melakukan donor darah di lain kesempatan, kok.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Bolehkah Donor Darah Saat Terinfeksi Virus Herpes?

Tidak semua orang boleh melakukan donor darah. Lantas, bagaimana jika ingin donor darah saat terinfeksi herpes? Berikut ulasannya.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini

Sederet Fakta Mengejutkan Tentang Darah Manusia

Darah yang mengalir di dalam tubuh Anda memiliki banyak fakta mengejutkan yang mungkin tidak pernah bayangkan sebelumnya. Apa saja? Yuk, intip di sini.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari

Pernah Mengidap Hepatitis Sebelumnya, Bolehkah Saya Ikut Donor Darah?

Pendonor darah harus selalu dalam kondisi sehat jasmani dan rohani. Lantas, jika pernah mengalami hepatitis boleh donor darah atau tidak, ya?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri

Setelah Donor Darah, Kapan Saya Boleh Mulai Olahraga Lagi?

Donor darah bisa dilakukan siapa saja, termasuk atlet atau orang yang suka olahraga. Setelah itu, kapan saya boleh kembali olahraga setelah donor darah?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri

Direkomendasikan untuk Anda

donor darah saat puasa

Bolehkah Kita Donor Darah Saat Puasa? Apa Saja Risikonya?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 02/05/2020
donor darah saat COVID-19

Tips Donor Darah yang Aman Saat Pandemi COVID-19

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 27/03/2020
aturan transfusi darah

Adakah Batas Maksimal untuk Transfusi Darah?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 23/03/2020
plasma darah mengobati covid-19

Plasma Darah Orang Sembuh Bisa Mengobati Pasien COVID-19?

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 21/02/2020