Benarkah Fluoride Pada Air Minum Kemasan Berbahaya Bagi Kesehatan?

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 3 September 2019 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Beberapa waktu lalu, masyarakat Indonesia sempat dikejutkan dengan adanya berita mengenai kandungan fluoride dalam air kemasan yang membahayakan. Entah siapa yang pertama kali memulai berita ini, ribuan orang telah membagikan artikel tersebut di halaman media sosialnya tentang bagaimana air kemasan yang mengandung fluoride bisa menimbulkan berbagai efek negatif seperti kanker tulang, penurunan IQ pada anak, dan lainnya.

Apa itu fluoride?

Fluoride merupakan zat kimia yang dapat ditemukan di alam bebas, ditemukan 0,3 gram fluoride dalam setiap 1 kg penyusun kulit bumi. Fluoride bisa ditemukan dalam berbagai bentuk, seperti hidrogen fluoride, sodium fluoride dan masih banyak lagi. Bisa berbentuk gas, cairan, atau padat, umumnya fluoride tidak berwarna atau berwarna putih dan larut dalam air. Fluoride bisa ditemukan dalam air minum secara alami atau karena ditambahkan dengan sengaja oleh produsen.

Kandungan fluoride dalam air yang kita konsumsi sehari-hari bervariasi, air tanah yang melewati pegunungan biasanya akan termineralisasi secara alami dan akan mengandung fluoride. Tinggi rendahnya kandungan fluoride tergantung dari batuan dan mineral yang dilewatinya. Setelah diminum atau dimakan, hampir seluruh fluoride akan diserap oleh pencernaan kita, masuk aliran darah, dan disimpan di tulang atau gigi.

Apa benar fluoride berbahaya bagi kesehatan?

Mengatakan bahwa fluoride berbahaya tidak sepenuhnya salah. Pada dosis yang besar, fluoride bisa membahayakan kesehatan, namun pada dosis yang kecil fluoride justru bermanfaat bagi kita. Fluoride ditambahkan pada air kemasan atau pasta gigi dikarenakan zat ini bisa mencegah timbulnya karang gigi dan gigi yang berlubang. Fluoride juga bermanfaat bagi kesehatan tulang. Penambahan fluoride merupakan salah satu cara paling efektif dan murah untuk mencegah karies gigi, sehingga departemen kesehatan USA menganjurkan penambahan fluoride dalam air kemasan. Hasilnya, terdapat penurunan yang signifikan dalam insidensi karies gigi dalam 70 tahun terakhir setelah penambahan fluoride di USA.

Dosis sejumlah 0,7 mg/liter cukup untuk memberikan efek yang baik bagi tulang dan gigi. Namun, dosis yang berlebihan justru dapat menyebabkan kerusakan tulang dan gigi. Fluorosis gigi kelainan enamel yang diebabkan oleh konsumsi fluoride yang berlebihan terjadi apabila kandungan fluoride dalam air berkisar antara 1,5-2 mg/liter, tergantung seberapa banyak seseorang meminum air tersebut. Fluorosis gigi sering terjadi pada usia anak 22-26 bulan di mana terjadi pertumbuhan dan mineralisasi gigi. Selain itu, konsumsi berlebihan juga dapat menyebabkan keracunan fluoride akut yang bisa terjadi apabila mengkonsumsi fluoride sebanyak >1 g setiap kg berat badan.

Berapa dosis fluoride yang masih dianggap sehat?

Menanggapi kondisi ini, WHO pada tahun 1984 dan 1993 menetapkan standar kandungan fluoride dalam air kemasan tidak boleh melebihi 1,5 mg/liter. Melebihi batas standar ini dapat menyebabkan risiko fluorosis gigi, pada kadar yang lebih besar lagi dapat menyebabkan fluorosis tulang.

Di Indonesia sendiri, melalui Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. 492/Menkes/Per/IV/2010 tentang persyaratan kualitas air Minum, kandungan fluoride dalam air minum tidak boleh melebihi 1,5 mg/L, Batasan yang lebih ketat justru ditetapkan oleh SNI 01-3553-2006 Tentang Air Minum dalam Kemasan, disebutkan bahwa kandungan fluoride dalam air mineral tidak boleh melebihi 1 mg/L.

Efek dari konsumsi fluoride berlebihan

Konsumsi fluoride yang berlebihan justru berbahaya, dan dapat menyebabkan gangguan, baik itu di gigi, tulang, maupun organ lain.

Sistem saraf

Sebuah penelitian di Cina menyatakan adanya penurunan IQ pada anak-anak yang meminum air dengan kandungan fluoride 2,5-4 mg/L.

Sistem hormon

Konsumsi berlebihan dari fluoride juga bisa menyebabkan penurunan hormon tiroid, peningkatan hormon paratiroid dan kalsitonin, dan mengganggu toleransi glukosa.

Sistem reproduksi

Penelitian pada hewan menyimpulkan bahwa fluoride dalam kadar yang sangat tinggi dapat menimbulkan gangguan pertumbuhan sistem reproduksi, namun efek pada manusia masih membutuhkan penelitian lebih lanjut.

Organ lain

Penelitian pada hewan menyimpulkan bahwa fluoride yang lebih banyak dari 4mg/L menyebabkan iritasi organ pencernaan, merusak hati dan ginjal. Sedangkan pada manusia, kadar fluoride yang tinggi tidak dianjurkan pada penderita penyakit ginjal.

Amankan air kemasan yang kita minum?

SNI 01-3553-2006 menetapkan kandungan fluoride dalam air kemasan <0,5 mg/L. Air kemasan yang memenuhi standar di atas biasanya memiliki label dan nomor SNI tersebut. Jadi, pastikan Anda memilih air kemasan yang baik dan sudah terstandardisasi.

BACA JUGA:

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Baca Juga:

    Yang juga perlu Anda baca

    Apakah Benar Otak Lebih Besar Artinya Lebih Pintar?

    Meskipun terdapat beragam pendapat, tapi ada satu hal yang disepakati para ilmuwan: ukuran otak tidak bisa dijadikan indikator kecerdasan seseorang.

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Risky Candra Swari
    Hidup Sehat, Fakta Unik 26 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit

    Kenapa Ada Orang yang Mengalami Alergi Bawang Putih dan Bisakah Diobati?

    Selain alergi susu dan kacang, ada juga alergi bawang putih. Apa penyebabnya dan adakah cara mengatasinya? Simak penjelasan berikut ini.

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Nabila Azmi
    Alergi, Alergi Makanan 20 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit

    Dari Mana Datangnya Intuisi? Dan Kenapa Harus Kita Turuti?

    Setiap orang memiliki intuisi, sebagian mempercayai intuisinya dan sebagian lagi tidak. Sebenarnya, apa itu intuisi? Dan kenapa kita perlu mengikutinya?

    Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
    Hidup Sehat, Fakta Unik 13 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit

    Mana yang Lebih Sehat Buat Payudara: Bra Biasa Atau Berkawat?

    Saat memilih bra, Anda mungkin bimbang antara bra kawat atau bra biasa tanpa kawat. Yuk, simak pertimbangan dari para ahli berikut ini.

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Hidup Sehat, Fakta Unik 13 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    mitos tentang tidur

    Mengenal 4 Tahapan Tidur: Dari “Tidur Ayam” Hingga Tidur Pulas

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Ajeng Quamila
    Dipublikasikan tanggal: 29 Oktober 2020 . Waktu baca 7 menit
    manfaat menangis

    3 Manfaat Menangis Bagi Kesehatan Fisik dan Mental

    Ditulis oleh: Arinda Veratamala
    Dipublikasikan tanggal: 29 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
    manfaat efek musik pada otak

    5 Efek Musik Terhadap Kinerja Otak Manusia

    Ditulis oleh: Kemal Al Fajar
    Dipublikasikan tanggal: 29 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
    proses inflamasi

    Proses Inflamasi Ternyata Penting Bagi Tubuh, Begini Mekanismenya

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Kemal Al Fajar
    Dipublikasikan tanggal: 27 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit