5 Penyakit Kronis Ini Mengintai Pria dan Wanita Dengan Cara yang Berbeda

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 23 November 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Tak hanya dari segi fisik saja, nyatanya beberapa penyakit yang menyerang pria dan wanita juga menimbulkan efek yang berbeda. Ya, dampak dari penyakit kronis yang terjadi pada pria maupun bisa sangat jauh berbeda. Hal ini juga bisa memengaruhi keparahan dari penyakit kronis yang diderita. Lantas, jenis penyakit apa saja yang memiliki cara kerja dan pengaruh yang berbeda pada wanita dan pria?

Berbagai penyakit kronis

1. Stroke

Data dari Kemenkes RI menunjukkan bahwa sekitar 8 dari 1000 orang penduduk Indonesia terserang stroke. Bahkan, setiap tujuh orang yang meninggal, maka satu diantaranya dikarenakan oleh penyakit kronis ini. Umumnya, faktor risiko stroke tidak berbeda antara wanita dengan pria.

Hanya saja, ada segelintir faktor yang terjadi pada wanita, tapi tidak dialami oleh pria. Misalnya seperti konsumsi pil KB, kehamilan, penggunaan terapi penggantian hormon, hingga penumpukan lemak di pinggang. Alasan-alasan tersebut yang memperkuat mengapa kebanyakan kasus stroke menimpa wanita dibandingkan dengan pria.

2. Penyakit jantung

penyakit terbanyak di Indonesia

Menurut data survei sample registration system (SIRS), penyakit jantung menduduki peringkat teratas sebagai salah satu penyebab kematian terbanyak di Indonesia setelah stroke. Namun, pria punya risiko lebih tinggi untuk mengalami penyakit jantung di usia muda ketimbang wanita.

Penyakit jantung pada wanita biasanya muncul lebih lambat karena pengaruh proteksi dari hormon estrogen. Hormon ini dapat menjaga kadar kolesterol wanita sehingga menurunkan faktor risiko utama penyakit jantung. Perbedaan bentuk tubuh juga menjadi faktor penentu selanjutnya.

Wanita umumnya memiliki tubuh berbentuk buah pir, dengan penumpukan lemak yang banyak terjadi di area pinggul dan paha. Sementara pria seringnya memiliki bentuk tubuh seperti apel, sehingga lemak banyak menumpuk di bagian tengah tubuh. Inilah mengapa risiko penyakit jantung pada pria lebih besar.

Mehran Movassaghi MD, seorang ahli urologi dan spesialis kesehatan pria di Providence Saint John’s Health Center in Santa Monica, California, turut menambahkan hal ini. Menurutnya, wanita pasca menopause biasanya mengalami perubahan yang tidak normal pada bentuk otot jantung, yang dikenal sebagai kardiomiopati takotsubo. Kondisi ini tentu kecil kemungkinannya untuk dialami pria karena tidak mendapatkan menopause.

3. Osteoporosis

makan gula bisa osteoporosis

Seperti yang mungkin sudah Anda tahu, osteoporosis adalah penyakit kronis menyerang pria dan wanita di kelompok usia lanjut. Namun, sudah tahukah Anda kalau wanita punya risiko yang lebih besar daripada pria? Ini karena hormon estrogen yang bertugas memberikan efek perlindungan terhadap kepadatan tulang, akan berangsur-angsur menurun saat memasuki masa menopause.

Akibatnya, tulang pun kehilangan kepadatan yang membuatnya mudah rapuh, tutur Michael Guma, DO, selaku ahli reumatologi di North Arlington, New Jersey. Selain itu, struktur tulang wanita yang lebih kecil daripada pria juga menjadi faktor penyebab osteoporosis lainnya.

4. Diabetes

merawat anak diabetes di sekolah

Penyakit kronis yang menimbulkan dampak yang berbeda pada pria dan wanita adalah diabetes. Mengutip dari laman Berita Satu, hasil riset kesehatan dasar (Riskesdas) tahun 2013 menunjukkan bahwa risiko obesitas lebih banyak terjadi pada wanita daripada pria.

Secara tidak langsung, peningkatan angka kejadian obesitas pada wanita, turut menyumbang kenaikan risiko wanita mengalami penyakit diabetes mellitus.

5. Kanker kulit

ciri kanker kulit pada anak kanker kulit melanoma

Kanker kulit sebenarnya dapat dialami oleh semua kelompok usia dan jenis kelamin. Meski begitu, pria ternyata punya kemungkinan dua kali lebih besar untuk mengalami penyakit kronis ini ketimbang wanita.

Menurut Jerome Garden, M.D, sebagai direktur dari Physicians Laser and Dermatology Institute di Chicago, Amerika Serikat, pria lebih sering berada di bawah sinar matahari dalam waktu lama. Entah untuk bekerja maupun melakukan aktivitas lainnya.

Terlebih, pria cenderung tidak acuh dengan penggunaan tabir surya atau alat pelindung kulit lainnya. Berbeda dengan wanita yang lebih aktif melakukan perawatan ini itu demi mendapatkan kulit impian. Lokasi serangan kanker kulit pada pria dan wanita pun berbeda. Kepala dan telinga merupakan beberapa sasaran kanker kulit yang dialami pria, sementara wanita lebih sering mengalaminya di kaki.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Meski Sama-sama Parah, Begini Cara Membedakan Penyakit Akut dan Kronis

Penyakit akut dan kronis adalah dua istilah yang menggambarkan keparahan suatu penyakit. Jangan sampai tertukar, cari tahu perbedaan keduanya disini!

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Hidup Sehat, Tips Sehat 7 Desember 2018 . Waktu baca 4 menit

Terlalu Lama Dibiarkan, Trauma Masa Kecil Bisa Picu Penyakit Saat Dewasa

Dampak trauma berkepanjangan dapat menyebabkan gangguan psikis pada penderitanya. Bahkan, dampaknya bisa sampai memicu penyakit kronis. Kok bisa?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Hidup Sehat, Fakta Unik 14 November 2018 . Waktu baca 6 menit

5 Masalah Kesehatan Paling Umum yang Mengintai Kaum Wanita

Sudah sejak lama masalah kesehatan menjadi isu penting yang masih terus dibicarakan sampai sekarang, termasuk masalah kesehatan wanita.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Hidup Sehat, Fakta Unik 17 Oktober 2018 . Waktu baca 4 menit

5 Cara untuk Bisa Menyayangi Diri Sendiri Meski Mengalami Penyakit Kronis

Memiliki penyakit kronis bukan akhir dari segalanya. Anda perlu belajar untuk mencintai diri sendiri dengan melakukan berbagai hal berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Hidup Sehat, Psikologi 3 Oktober 2018 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

pola hidup sehat untuk penderita asma

5 Prinsip Pola Hidup Sehat yang Harus Dijalani Penderita Asma

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 8 Desember 2019 . Waktu baca 6 menit
wanita sering masalah gigi

Wanita Lebih Sering Terkena Masalah Gigi Dibandingkan Pria, Ini Sebabnya

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 18 September 2019 . Waktu baca 3 menit
gejala maag kronis

7 Gejala Maag Kronis yang Bisa Kambuh Sewaktu-waktu

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 19 Juli 2019 . Waktu baca 8 menit
membaik sebelum meninggal

Mengapa Ada Pasien yang Justru Terlihat Membaik Sebelum Meninggal?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 1 Juni 2019 . Waktu baca 4 menit