Bahaya Makan Kotoran Manusia Terhadap Kesehatan Tubuh

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 27/02/2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Ada 77 siswa dari Seminari Menengah Maria Bunda Segala Bangsa (BSB) dipaksa untuk makan kotoran manusia oleh seniornya. Hal ini dilakukan sebagai bentuk hukuman. Tindakan keji ini tentu menimbulkan dampak bagi anak-anak tersebut, secara mental dan kesehatan. Lalu, apa saja bahaya makan kotoran manusia?

Bahaya makan kotoran manusia

ingin muntah saat cemas

Para Rabu (19/2), 77 siswa dari BSB dipaksa oleh kakak kelasnya atau biasa disebut sebagai socious (kakak pembina) untuk makan kotoran manusia, padahal bahaya. Pemaksaan tersebut dianggap sebagai bentuk hukuman karena salah satu siswa buang air besar di kantong plastik. 

Seluruh siswa tersebut akhirnya dikumpulkan dan dipaksa untuk makan kotoran manusia dengan menggunakan sendok. Tidak sedikit dari puluhan siswa tersebut merasa mual dan muntah ketika melakukan hal tersebut. 

Kondisi tersebut sangat wajar terjadi mengingat bau dan bentuk yang mereka terpaksa makan makanan yang sangat tidak layak. Selain itu, makan kotoran manusia pun memiliki bahaya yang cukup buruk terhadap kesehatan manusia, mulai dari keracunan hingga hepatitis. 

bakteri penyebab keracunan makanan

Dilansir dari Illinois Poison Center, tinja atau kotoran yang termakan termasuk beracun. Namun, kandungan bakteri pada kotoran manusia biasa ditemukan pada usus.  Walaupun tergolong rendah dari sisi bahaya, kotoran manusia tidak dimaksudkan untuk dimakan oleh mulut Anda. 

Berikut ini beberapa jenis bakteri dalam kotoran yang dapat menyebabkan dampak buruk terhadap kesehatan Anda. 

  • Campylobacter
  • E.coli
  • Salmonella
  • Shigella

Apabila Anda terpaksa atau tidak sengaja makan kotoran, kemungkinan besar keempat bakteri tersebut akan menimbulkan beberapa gejala di bawah ini, seperti:

  • mual 
  • muntah 
  • diare
  • demam 

cara mengobati keracunan makanan di rumah cara mengatasi keracunan makanan

Gejala-gejala yang disebutkan di atas sebenarnya hampir mirip dengan gejala keracunan makanan. Sementara itu, bahaya lain dari tidak sengaja makan feses adalah terpapar penyakit lain. 

Sebagai contoh, patogen dan virus yang dihasilkan dari hepatitis A dan hepatitis E dapat ditularkan melalui kotoran. Bagi orang yang tidak sengaja memakan atau melakukan kontak dengan kotoran tersebut, mereka lebih berisiko terpapar penyakit yang sama. 

Termakan kotoran manusia secara tidak sengaja memang cukup berbahaya. Terlebih lagi, ketika Anda tidak menyadarinya, seperti makan makanan yang terkontaminasi tinja tersebut. Maka itu, kebersihan tangan dan makanan adalah salah satu upaya mengurangi risiko saluran pencernaan terkontaminasi oleh bakteri. 

Pertolongan pertama menangani efek bahaya makan kotoran manusia

pertolongan pertama keracunan makanan

Sebenarnya, hampir sebagian besar kasus orang yang tidak sengaja makan kotoran tidak mengetahui bahwa makanan mereka terkontaminasi. Namun, kasus di kabupaten Sikka ini adalah masalah lain. 

Para siswa sadar bahwa hal yang mereka lakukan tidak benar dan harus dimuntahkan saat itu juga. Akan tetapi, karena takut oleh perlakuan kasar dari kakak kelas, mereka terpaksa memakan kotoran tersebut. 

Akibatnya, semua siswa tersebut mengalami gejala mirip keracunan makanan. Agar hal serupa tidak terjadi pada Anda, terutama ketika tidak sengaja menelan kotoran dari makanan yang terkontaminasi, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan setelah keracunan. 

1. Mengontrol rasa mual 

mual di pagi hari

Salah satu cara mengurangi bahaya makan kotoran manusia adalah dengan mengontrol rasa mual yang ditimbulkan. Mengontrol rasa mual hingga muntah sebenarnya tidak cukup sulit. Anda perlu menghindari makanan padat hingga muntah selesai. 

Selanjutnya, konsumsi makanan ringan dan tawar, seperti biskuit asin, nasi, atau roti. Pada saat proses penyembuhan, Anda bisa menghirup cairan yang merilekskan pikiran agar tidak kembali muntah. 

Sebaiknya hindari makanan yang digoreng, berminyak, pedas, dan terlalu manis meskipun Anda tidak merasa mual lagi. Bahkan, usahakan untuk tidak minum obat anti mual atau diare tanpa konsultasi dokter karena dikhawatirkan dapat menimbulkan efek samping. 

2. Mencegah dehidrasi

minum es setelah makan

Bagi orang yang makan makanan terkontaminasi kotoran atau tinja mungkin akan muntah dan diare dalam waktu yang tidak sebentar. 

Diare dan muntah dalam waktu yang bersamaan dapat menyebabkan dehidrasi, sehingga ketika Anda mengalami gejala di atas, sebaiknya minum air putih yang banyak. 

Akan tetapi, Anda disarankan untuk tidak meminum segelas air tersebut dalam tegukan yang besar. Mulailah dengan tegukan yang kecil dan secara bertahap minum air dalam jumlah yang lebih banyak. 

Dengan begitu, risiko tersedak dan perut kembung pun dapat dihindarkan agar Anda bisa memenuhi kebutuhan cairan yang hilang akibat diare dan muntah. Apabila diare dan muntah berlangsung lebih dari 24 jam, minum oralit sesuai dengan aturan pakai. 

3. Konsultasi ke dokter

anemia ke dokter apa

Jika kedua cara di atas sudah dilakukan dan kondisi Anda semakin memburuk, segera periksakan diri ke dokter, terutama ketika gejala di bawah ini muncul:

  • nyeri perut yang parah
  • demam tinggi
  • BAB berdarah atau kotoran berwarna gelap
  • tanda-tanda dehidrasi, seperti mulut kering, jarang buang air kecil, pusing, dan kelelahan

Memang makan kotoran atau tinja sangat jarang terjadi pada orang-orang. Walaupun demikian, kondisi ini bisa terjadi dalam situasi tertentu, seperti dipaksa oleh orang lain atau tidak sengaja makan makanan yang terkontaminasi. Maka itu, mengetahui apa saja bahaya makan kotoran manusia setidaknya meningkatkan kewaspadaan agar tidak memperburuk kesehatan Anda.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

6 Ciri-Ciri Tubuh Anda Mengalami Keracunan Makanan

Keracunan makanan bisa menyebabkan Anda dehidrasi. Perhatikan gejala keracunan makanan berikut ini, dapatkan pertolongan pertama segerea.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Hidup Sehat, Tips Sehat 26/09/2019 . Waktu baca 6 menit

Walaupun Alami, Bolehkah Anak Makan Makanan Mentah?

Meskipun dianggap lebih menyehatkan, makanan mentah tetap berisiko menyebabkan penyakit. Lalu, amankan jika anak makan makanan mentah?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Diah Ayu
Parenting, Nutrisi Anak 18/08/2019 . Waktu baca 4 menit

Aspirasi Mekonium, Ketika Bayi Keracunan Air Ketuban yang Terkontaminasi Oleh Feses

Feses pertama bayi (mekonium) bisa tercampur bersama air ketuban sehingga bayi keracunan. Kondisi ini dinamakan aspirasi mekonium. Apa akibatnya pada bayi?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Melahirkan, Kehamilan 16/08/2019 . Waktu baca 10 menit

Normalkah Jika Feses Anak Berwarna Pucat Keabu-abuan?

Feses anak dapat berubah dari kuning cerah menjadi cokelat dan hijau. Ini normal terjadi. Bila feses anak berwarna abu-abu, normalkah?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kesehatan Anak, Parenting 28/07/2019 . Waktu baca 3 menit

Direkomendasikan untuk Anda

buah dan sayur mengandung racun

7 Makanan Sehari-hari yang Ternyata Sebenarnya Mengandung Racun

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 20/07/2020 . Waktu baca 5 menit
tips memasak daging mentah

Tips Memasak Daging Sampai Matang Sempurna Agar Tak Keracunan

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Shylma Na'imah
Dipublikasikan tanggal: 10/11/2019 . Waktu baca 4 menit
cara mencegah keracunan makanan

8 Tips Mencegah Keracunan Makanan

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 30/09/2019 . Waktu baca 4 menit
penyebab keracunan makanan

Berbagai Hal yang Bisa Menyebabkan Anda Keracunan Makanan

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 29/09/2019 . Waktu baca 11 menit