Apa Bahayanya Jika ISK Tidak Diobati Sampai Tuntas?Ini adalah artikel sponsor. Informasi selengkapnya mengenai Kebijakan Pengiklan dan Sponsor kami, silakan baca di sini.

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Carla Pramudita Susanto

Bahaya infeksi saluran kemih atau ISK bisa mengintai siapa saja, terutama pada perempuan dan ibu hamil. Dalam kasus ringan, infeksi saluran kemih disertai dengan gejala anyang-anyangan, rasa sakit saat buang air kecil, atau bahkan ada darah dalam urine.

Bahaya infeksi saluran kemih jika tidak diobati

Bila dibiarkan dan tak diobati tuntas, infeksi saluran kemih bisa menyebar dan mengganggu kesehata organ lain. Berikut beberapa komplikasi dan bahaya dari infeksi saluran kemih.

1. Kerusakan ginjal

Ginjal merupakan organ yang membantu tubuh menyaring sisa metabolisme tubuh dan membuangnya melalui urine. ISK yang tak diobati bisa memengaruhi fungsi ginjal.

ISK terbagi menjadi dua, yakni infeksi saluran atas dan bawah. Infeksi saluran bawah memengaruhi kandung kemih dan saluran uretra, yakni saluran yang membawa urine ke luar tubuh.

Jika dibiarkan, bahaya infeksi saluran kemih bagian bawah ini dapat berlanjut dan memicu penjalaran bakteri E. coli, penyebab ISK, dari saluran kemih naik ke ginjal. Dampak fatal ini berlanjut pada infeksi hingga kerusakan pada ginjal

Infeksi ginjal yang tak diobati bisa berlanjut menjadi gagal ginjal, penyakit ginjal kronis, peningkatan tekanan darah, serta infeksi seluruh tubuh (sepsis).

2. Sepsis

Tubuh akan melakukan perlawanan untuk melindungi organ lainnya saat infeksi terjadi. Dalam beberapa kasus, salah satu bahaya yang muncul akibat infeksi saluran kemih adalah memicu terjadinya sepsis. Hal ini terjadi ketika tubuh bereaksi berlebihan untuk melawan infeksi.

Sepsis dapat memicu peradangan yang meluas dan berpengaruh pada organ lainnya. Hal ini membuat antibodi diproduksi terlalu banyak dan akhirnya masuk ke dalam darah. Akibatnya, darah pun keracunan. Saat itu terjadi, tubuh jadi kekurangan oksigen dan nutrisi, sehingga organ tidak dapat bekerja optimal.

Dampak dari sepsis yang bisa terjadi di antaranya demam, peningkatan denyut jantung, sesak napas, dan peningkatan sel darah putih.

3. Masalah kehamilan

Infeksi saluran kemih biasanya juga dialami oleh ibu hamil. Jika infeksi saluran kemih tak diobati, ada bahaya yang mengintai kesehatan ibu dan bayi dalam kandungan. Pasalnya, bakteri E. coli dari anus dapat mudah menyebar ke uretra hingga kandung kemih.

ISK lebih sering dialami ibu hamil, karena bayi dalam perut memberikan tekanan pada kandung kemih dan saluran kencing. Oleh karenanya, ibu hamil kerap mengalami “kebocoran urine” karena otot panggul yang melemah. Kondisi ini juga memudahkan bakteri menetap pada kandung kemih.

Perempuan juga mengalami perubahan fisik saat hamil, seperti saluran kemih yang menjadi lebih lebar. Kondisi tersebut menyebabkan urine terjebak lebih lama di dalam uretra dan memungkinkan bakteri untuk tumbuh.

Selain dapat berakibat pada infeksi ginjal, ISK dapat memicu kelahiran prematur. Bakteri E. coli dalam ISK juga meningkatkan risiko kematian pada bayi prematur dan kematian bayi baru lahir.

Mencegah ISK sebelum terlambat

Setelah mengetahui bahaya infeksi saluran kemih, tentu akan lebih baik Anda mencegahnya ketimbang harus mengobatinya.

Sebenarnya, cara mencegah ISK cukup mudah. Anda dapat melakukannya dengan banyak minum air putih untuk meminimalkan perkembangan bakteri. Setidaknya Anda perlu penuhi asupan cairan sebanyak 8 gelas per hari.

Agar saluran kemih tetap terjaga kesehatannya dan terhindar bahaya dari ISK, Anda juga bisa mengonsumsi suplemen ekstrak cranberry. Cranberry bermanfaat mencegah penempelan bakteri penyebab ISK pada dinding saluran kemih.

Minum banyak air putih yang dibarengi dengan ekstrak cranberry ibarat dapat “mencuci” saluran kemih dari bakteri penyebab ISK. Ini merupakan cara efisien dan efektif sebelum infeksi bakteri mengganggu aktivitas harian Anda.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca