Takut Petir dan Kilat Hingga Berlebihan? Mungkin Anda Punya Astrafobia!

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum

Saat hujan, petir dan kilat mulai bermunculan. Petir dan kilat yang juga jadi tanda akan datangnya hujan ini, sering kali membuat beberapa orang kaget. Suara yang kencang dan pantulan cahaya terang yang tiba-tiba muncul membuat orang bahkan ketakutan melihatnya. Namun, jika rasa takut ini membuat seseorang cemas dan khawatir atau menimbulkan reaksi yang lebih serius lainnya ini bisa dikatakan phobia petir atau disebut dengan astraphobia.

Apa itu astraphobia?

Astraphobia adalah rasa takut yang ekstrim terhadap petir dan kilat. Rasa takut pada petir dan kilat ini dapat terjadi pada semua orang dari segala usia. Meskipun takut petir dan kilat lebih sering terjadi pada anak-anak daripada orang dewasa. Selain itu, hewan juga bisa memiliki phobia ini.

Takut petir dan kilat punya banyak sebutan, yaitu astrapophobia, tonitrophobia, brontophobia, atau keraunophobia.

Sebagian besar ketakutan ini akan hilang ketika anak beranjak dewasa. Namun, ada juga yang akan tetap merasa ketakutan hingga ia besar.

Pada orang yang normal, takut terjebak dalam badai petir dan kilat itu wajar. Akan tetapi orang dengan astrafobia akan mengalami reaksi kecemasan dan ketakutan yang berlebihan, terlalu ekstrem, bahkan tidak bisa dikendalikan.

Gejala seseorang memiliki astraphobia

Kebanyakan orang yang normal, ketika terjebak hujan di luar ruangan dan petir mulai bermunculan, akan langsung meneduh, mencari tempat berlindung, dan menghindari pohon-pohon tinggi.

Sementara pada orang dengan astraphobia, akan memiliki reaksi yang berbeda pada hujan petir dan kilat. Orang yang takut petir dan kilat mungkin memiliki perasaan panik atau cemas, baik sebelum dan selama petir dan kilat muncul.

Reaksi ini bisa berubah menjadi serangan panik yang lebih besar dan menimbulkan beberapa gejala seperti, tubuh gemetar, telapak tangan berkeringat, sakit dada, tubuh mati rasa, mual, jantung berdebar kencang (palpitasi jantung), dan sulit bernapas.

Selain itu gejala lain dari rasa takut petir dan kilat yaitu:

  • obsesi dengan prakiraan cuaca
  • ingin bersembunyi dari badai, seperti di lemari, kamar mandi, atau di bawah tempat tidur
  • ‘menempel’ pada orang lain untuk perlindungan
  • menangis tak terkendali, terutama pada anak-anak

Gejala-gejala tersebut dapat dipicu oleh laporan cuaca, percakapan, atau suara yang muncul tiba-tiba, seperti sambaran petir. Pemandangan dan suara yang mirip dengan petir dan halilintar juga bisa memicu gejala. Selain itu, gejala tersebut dapat bertambah parah jika ia sedang sendirian.

Rasa takut petir ini dapat berkembang menjadi rasa takut untuk melakukan kegiatan di luar rumah tanpa terlebih dulu memeriksa prakiraan cuaca. Dalam kasus yang ekstrim, astraphobia akhirnya dapat menyebabkan agrophobia, yaitu rasa takut untuk meninggalkan rumah.

Apa yang menyebabkan seseorang takut petir dan kilat?

Seperti phobia pada umumnya, seseorang mungkin memiliki phobia pada petir dan kilat karena trauma yang pernah dialami.

Ketika seseorang mengalami pengalaman traumatis yang terkait dengan petir dan kilat, ia mungkin lebih rentan memiliki astraphobia. Jika seseorang pernah melihat orang lain terluka akibat petir dan kilat, ini juga bisa menjadi penyebab astraphobia.

Orang yang cenderung memiliki rasa cemas dan takut juga mungkin lebih rentan memiliki phobia ini.

Selain itu, anak-anak dengan autisme dan memiliki masalah pada pemrosesan sensoris cenderung memilki risiko astraphobia lebih tinggi dari orang lain karena lebih sensitif terhadap suara.

Baca Juga:

Share now :

Direview tanggal: September 9, 2018 | Terakhir Diedit: September 9, 2018

Sumber
Yang juga perlu Anda baca