Memahami Hormon, Zat Penting yang Mengatur Hampir Semua Fungsi Tubuh

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 12/06/2018 . 4 menit baca
Bagikan sekarang

Ada banyak komponen yang membuat tubuh Anda tetap bekerja dan berfungsi dengan baik. Salah satunya adalah hormon. Mungkin Anda pernah dengan ada gangguan kesehatan yang disebabkan oleh hormon. Memang, hormon adalah zat penting dalam tubuh yang berperan dalam berbagai hal. Namun apa itu hormon sebenarnya? Apa fungsinya di dalam tubuh?

Apa itu hormon?

Hormon adalah zat kimia pada tubuh, bagian dari sistem endokrin yang memengaruhi kebanyakan sistem utama dan proses dalam tubuh, meliputi:

  • Pencernaan makanan
  • Penyerapan zat gizi
  • Fungsi seksual
  • Reproduksi
  • Pertumbuhan dan perkembangan
  • Detak jantung, suhu tubuh, siklus tidur, mood, rasa haus, kendali nafsu makan, fungsi kognitif dan lainnya.

Hormon adalah zat yang bergerak dalam aliran darah ke jaringan dan organ. Zat ini sangat berpengaruh bagi fungsi tubuh, sedikit saja jumlah hormon berubah maka akan memengaruhi suatu fungsi tubuh tertentu bahkan kesehatan Anda secara umum. Maka itu, penting untuk menjaga keseimbangan jumlah hormon dalam tubuh.

Dari mana hormon berasal?

Hormon adalah zat yang dihasilkan secara alami oleh kelenjar endokrin. Karena kelenjar endokrin tidak memiliki saluran, hormon dialirkan langsung ke pembuluh darah, tanpa melalui saluran apapun. Beberapa kelenjar endokrin utama pada tubuh adalah:

  • Kelenjar pituitari
  • Kelenjar pineal
  • Kelenjar timus
  • Kelenjar tiroid
  • Kelenjar adrenal
  • Pankreas
  • Testis
  • Indung telur

Kelenjar dan hormon

Masing-masing kelenjar tersebut akan menghasilkan hormon yang berbeda dan memengaruhi organ tubuh yang beda juga. Berikut adalah jenis hormon yang dihasilkan berdasarkan kelenjarnya masing-masing.

1. Kelenjar pituitari

Kelenjar pituitari berukuran sebesar kacang polong dan terletak di bagian bawah otak, di belakang jembatan hidung. Kelenjar ini memiliki sebutan “kelenjar master” karena mengendalikan beberapa kelenjar hormon lainnya, meliputi tiroid dan adrenal, indung telur dan testis.

Hormon yang dihasilkan oleh kelenjar pituitari meliputi:

  • Hormon pertumbuhan (GH) untuk memengaruhi perkembangan dan produksi sel tubuh
  • Prolakti untuk menstimulasi produksi sus, memengaruhi perilaku, reproduksi dan sistem imun
  • Hormon penstimulasi folikel (FSH) untuk mengatur produksi sel telur pada wanita dan produksi sperma pada pria
  • Hormon luteinizing (LH) untuk mengatur siklus menstruasi, bekerja sama dengan hormon penstimulasi folikel (FSH) untuk memproduksi sperma.

2. Kelenjar pineal

Kelenjar ini terletak di dekat belakang tengkorak. Kelenjar pineal menghasilkan hormon melatonin yang mengatur jam biologis serta jadwal tidur. Hormon ini akan meningkat ketika lingkungan di sekitar Anda menggelap dan merangsang rasa kantuk, sehingga Anda akan tertidur di malam hari.

3. Pankreas

Pankreas menghasilkan hormon insulin, amilin dan glukagon yang mengatur kadar glukosa darah pada tubuh.

4. Testis

Organ ini menghasilkan hormon pria, seperti testosteron dan hormon lainnya, termasuk estrogen. Testosteron berperan untuk gairah seks, pembentukan massa tulang, berperan dalam produksi minyak pada kulit dan membuat pria memiliki ciri khas, seperti menumbuhkan rambut pada wajah dan memberatkan suara. Hormon ini juga berperan untuk perkembangan kelamin pria selama perkembangan janin untuk bayi laki-laki.

5. Indung telur

Indung telur atau ovarium menghasilkan estrogen untuk meregulasi reproduksi. Hormon ini juga bertanggung jawab untuk perkembangan payudara dan meningkatnya simpanan lemak pada wanita. Indung telur juga menghasilkan progesteron – “hormon kehamilan” yang mengendalikan siklus menstruasi serta perkembangan kehamilan.

Apa yang bisa menyebabkan hormon tidak seimbang?

Penyebab ketidakseimbangan hormon

  • Usia
  • Kelainan genetik
  • Kondisi medis tertentu
  • Paparan racun
  • Terganggunya jam biologis (ritme sirkadian)

Faktor di atas dapat mempengaruhi kemampuan tubuh untuk menghasilkan jumlah hormon yang diperlukan. Produksi hormon yang tidak tepat dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan yang serius.

Bagaimana mengatasi ketidakseimbangan hormon?

Untuk defisiensi hormon, dokter dapat menyarankan penggantian hormon sintesis, serta untuk kelebihan produksi hormon, pengobatan dapat digunakan untuk menahan efek hormon.

Hello Health Group tidak menyediakan nasihat medis, diagnosis, atau pengobatan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Kenapa Kita Suka Cari Pacar yang Tipenya Itu-Itu Lagi? Ada Sebab Ilmiahnya, Lho!

Sadar atau tidak, kita biasanya mencari tipe pacar yang itu-itu lagi alias sangat mirip dengan mantan. Ternyata ada alasan ilmiah di balik hal ini, lho.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Hidup Sehat, Seks & Asmara 17/03/2019 . 4 menit baca

Daftar Makanan untuk Bantu Jaga Hormon Agar Tetap Seimbang (Plus yang Perlu Dihindari)

Hormon memiliki peran penting untuk menjaga kesehatan fisik dan mental. Untuk itu, jagalah keseimbangan tersebut dengan berbagai makanan penyeimbang hormon.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Nutrisi, Hidup Sehat 11/02/2019 . 3 menit baca

Apa Efeknya Bila Pria Minum Pil KB Wanita?

Pil KB adalah cara mencegah kehamilan yang khas digunakan wanita. Nah, efeknya jika pria minum pil KB ternyata bisa meningkatkan risiko osteoporosis.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Hidup Sehat, Fakta Unik 15/01/2019 . 3 menit baca

Macam-Macam Jenis Penyakit Gula: Diabetes Tipe 1, Tipe 2, Diabetes Gestasional, dan Diabetes Labil

Selama ini Anda mungkin mengira ada dua jenis diabetes, yaitu diabetes tipe 1 dan diabetes tipe 2. Padahal kenyataannya ada 4 jenis yang berbeda.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Diabetes, Health Centers 28/12/2018 . 12 menit baca

Direkomendasikan untuk Anda

hormon-gnrh

Mengenal Fungsi Gonadotropin-Releasing Hormone (GnRH) bagi Kesuburan

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 24/05/2020 . 4 menit baca
masalah tiroid dan mood

Benarkah Masalah Tiroid Bisa Memengaruhi Mood Seseorang?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 14/11/2019 . 3 menit baca
hormon mempengaruhi kegiatan seks

Gairah Seks Dipengaruhi Oleh Hormon, Tapi Apakah Berlaku Juga Sebaliknya?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 11/06/2019 . 4 menit baca
akibat patah hati

Ternyata, Ini Alasan Mengapa Anda Jadi Tidak Produktif Saat Patah Hati

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Ivena
Dipublikasikan tanggal: 17/04/2019 . 4 menit baca