Benarkah Mandi Malam-malam Bikin Rematik Kambuh?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 26/02/2019 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Untuk orang Indonesia yang kebanyakan waktunya habis di bawah terik cuaca panas, “takaran” porsi mandi yang tepat adalah dua kali sehari: sekali di pagi hari, dan sekali lagi di malam menjelang tidur. Namun, Anda tentunya pernah mendengar bisik tetangga bahwa mandi malam bikin rematik, alias nyeri sendi, yang bikin Anda mengurungkan niat masuk ke kamar mandi. Benarkah mitos tersebut? Teruskan membaca untuk cari tahu faktanya.

Mandi malam bikin rematik, mitos atau fakta?

Kepercayaan bahwa mandi malam bikin rematik hanyalah sebatas mitos. Tidak ada hubungannya antara mandi malam hari dengan terjadinya atau kekambuhan rematik. Rematik itu sendiri merupakan suatu penyakit autoimun yang menyebabkan peradangan, nyeri, kekakuan, dan keterbatasan gerak pada sendi, tulang, tendon, ligamen, dan otot.

Para ahli berpendapat bahwa penyebab encok dan rematik pada dewasa adalah tingginya kadar asam urat. Asam urat tidak terdapat dalam kandungan air mandi. Asam urat dihasilkan dari kerusakan alami sel tubuh Anda dan dari makanan yang Anda makan. Kadar asam urat yang terlalu tinggi umumnya disebabkan oleh terlalu sering dan banyak mengonsumsi makanan yang mengandung purin, terutama daging merah, jeroan, minuman beralkohol, dan seafood.

Dengan kata lain, mandi malam hari tidak bikin rematik, namun Anda memang akan merasa kedinginan.

Orang rematik tidak disarankan mandi air dingin

Meski mandi bukanlah penyebab langsung dari kemunculan atau kekambuhan rematik, namun kebiasaan mandi malam dengan air dingin tetap tidak disarankan baik untuk orang yang sehat walafiat atau yang punya keluhan rematik atau asam urat. Pasalnya, perubahan suhu dingin ini dapat menyebabkan menciutkan kapsul pelindung sendi. Semakin bertambahnya usia, lapisan pelindung sendi pun makin menurun sementara pelumas makin menebal saat usia lebih dari 45 tahun.

Hal ini pun dibenarkan oleh seorang profesor dari departemen psikiatri dan anestesiologi, Harvard Medical School, Robert Newlin Jamison. Jamison menyatakan bahwa rematik bisa kambuh saat cuaca dingin akibat perubahan tekanan udara.

Bayangkan jika jaringan yang ada di sekitar sendi berbentuk seperti balon besar yang isinya terdapat sendi. Ketika diguyur air dingin dari shower, maka tekanan udara di lingkungan menurun dan menekan tubuh hingga jaringan di sekitar sendi semakin membesar. Perbesaran jaringan ini membuat beban sendi bertambah dan kemudian muncul nyeri. Walaupun begitu, Jamison menyatakan jika teori tersebut belum terbukti dapat menjelaskan mengapa rematik kambuh di udara dingin. Masih diperlukan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui alasan pastinya.

Mandi malam juga dapat mempercepat proses penuaan tubuh. Hal ini disebabkan karena ketika Anda kedinginan, tubuh Anda akan mengalami fase stress sehingga akan meningkatkan metabolisme dan meningkatkan aliran darah untuk menyuplai oksigen ke seluruh tubuh. Pembesaran jaringan organ dalam tubuh dapat makin membebani kerja sendi, sehingga muncul nyeri.

Apa yang bisa dilakukan untuk mencegah rematik kambuh?

Pilihlah air hangat untuk mandi di malam hari. Selain dapat melawan suhu dingin di malam hari, air hangat juga membantu melemaskan otot-otot Anda yang tegang setelah beraktivitas seharian dan menghindari kekakuan sendi.

Faktor makanan juga memegang peranan penting dalam terjadinya nyeri sendi. Untuk mencegah terjadinya arthritis, terutama gout arthritis, sebaiknya Anda mengurangi konsumsi jeroan, seafood, dan minuman beralkohol yang dapat memicu produksi purin yang dapat diubah menjadi asam urat. Dan tidak ada salahnya jika Anda melakukan olahraga ringan yang dapat menurunkan risiko terjadinya rematik.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Manfaat Virgin Coconut Oil untuk Kesehatan

Tak hanya efektif memangkas gelambir lemak perut, manfaat virgin coconut oil alias minyak kelapa dara sangat menakjubkan untuk kesehatan.

Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Hidup Sehat, Fakta Unik 04/08/2020 . Waktu baca 4 menit

5 Ramuan Alami Terbaik untuk Mengatasi Rambut Kering

Rambut kering memang bikin penampilan terlihat kusam. Mari simak cara mengatasi rambut kering menggunakan 5 bahan alami pada penjelasan di sini.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Perawatan Rambut & Rambut Rontok, Hidup Sehat 04/08/2020 . Waktu baca 4 menit

Tips Menghadapi Kecemasan Kembali Beraktivitas di Era New Normal

Wajar jika merasa khawatir terhadap ketidakpastian di tengah pandemi COVID-19. Yuk, cari tahu solusi menghadapi kecemasan di new normal di sini.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Willyson Eveiro
Konten Bersponsor
menghadapi kecemasan di new normal
Hidup Sehat, Tips Sehat 03/08/2020 . Waktu baca 5 menit

Penuhi Nutrisi Ini untuk Mencegah Penularan Coronavirus saat New Normal

Nutrisi memegang peranan yang besar untuk mencegah kemungkinan risiko COVID-19. Yuk, cari tahu nutrisi utama yang perlu ditambahkan dalam menu harian Anda.

Ditulis oleh: Maria Amanda
Nutrisi, Hidup Sehat 30/07/2020 . Waktu baca 9 menit

Direkomendasikan untuk Anda

cara menghilangkan varises dengan skleroterapi

Sering Menggoyang-goyangkan Kaki Saat Tidur? Ini Penyebabnya

Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 06/08/2020 . Waktu baca 3 menit
sering kencing di malam hari

7 Cara Mengatasi Sering Buang Air Kecil yang Mengganggu

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Dipublikasikan tanggal: 06/08/2020 . Waktu baca 6 menit
nokturia adalah

Nokturia, Penyebab Sering Buang Air Kecil pada Malam Hari

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Rizki Pratiwi
Dipublikasikan tanggal: 06/08/2020 . Waktu baca 6 menit
kesehatan kandung kemih

Bagaimana Cara Menjaga Kesehatan Kandung Kemih bagi Pria dan Wanita?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 06/08/2020 . Waktu baca 6 menit