Statin telah digunakan selama lebih dari 20 tahun sebagai obat penurun kolesterol yang aman dan efektif. Namun sama seperti obat-obatan lainnya, statin dapat menyebabkan efek samping. Terlebih lagi, meski kebanyakan orang dapat mentolerir obat dengan baik tanpa adanya masalah, beberapa orang memang tampak lebih sensitif terhadap statin daripada yang lain. Efek samping statin juga bisa bervariasi antar jenis dan dosis yang dikonsumsi.

Apa saja efek samping statin yang mungkin muncul?

Risiko Anda mengalami efek samping statin bisa meningkat jika Anda mengonsumsi statin sekaligus dalam jumlah banyak, mempunyai penyakit ginjal atau hati, atau memiliki postur tubuh yang kecil. Wanita dan lansia lebih dari 65 tahun juga mengalami peningkatan risiko yang lebih tinggi. Berikut adalah efek samping statin yang mungkin muncul, dari yang paling umum sampai paling jarang terjadi.

1. Efek samping statin yang umum terjadi

Meskipun efek samping dapat bervariasi antara jenis statin yang berbeda, efek samping yang umum meliputi:

  • Mual atau muntah
  • Mengantuk
  • Pusing
  • Kram perut atau sakit perut
  • Kembung
  • Sakit kepala
  • Masalah dengan sistem pencernaan, seperti sembelit, diare, gangguan pencernaan, atau perut kembung

Namun, tidak jelas apakah sebagian besar masalah umum yang dialami orang saat mengonsumsi statin sebenarnya disebabkan oleh obat itu sendiri.

2. Nyeri otot (myalgia)

Statin kadang-kadang dapat menyebabkan pembengkakan dan nyeri tekanan pada otot. Bagaimana efek samping statin bisa menyebabkan nyeri otot belum sepenuhnya dipahami. Satu teorinya adalah bahwa statin memengaruhi protein dalam sel otot, yang menurunkan pertumbuhan otot.

Teori lain adalah statin menurunkan kadar zat alami di tubuh Anda yang disebut koenzim Q10. Zat ini membantu otot Anda menghasilkan energi. Dengan sedikit energi, sel otot Anda mungkin tidak bisa bekerja dengan baik. Salah satu dari tindakan ini dapat menyebabkan nyeri otot, keletihan otot, dan kelemahan otot sehingga tugas yang dulunya sederhana, seperti naik tangga atau berjalan kaki bisa membuat Anda tidak nyaman dan kelelahan saat menggunakan statin.

3. Peradangan hati

Terkadang, efek samping statin dapat menyebabkan peningkatan tingkat enzim yang menandakan peradangan hati. Jika kenaikannya hanya ringan, Anda bisa terus minum obat. Jarang, jika kenaikannya parah, Anda mungkin perlu mencoba statin yang berbeda.

Meskipun masalah hati jarang terjadi, dokter Anda mungkin merekomendasikan tes enzim hati sebelum atau sesaat setelah Anda mulai mengambil statin. Anda seharusnya tidak memerlukan tes enzim hati tambahan kecuali jika Anda mulai menunjukkan tanda atau gejala masalah dengan hati Anda. Segera hubungi dokter jika Anda memiliki kelelahan atau kelemahan yang tidak biasa, kehilangan nafsu makan, rasa sakit di perut bagian atas, urin berwarna gelap, atau kulit atau mata yang menguning.

4. Efek samping statin yang kurang umum

Efek samping statin yang tidak umum, meliputi:

  • Perasaan sakit atau tidak enak badan
  • Kehilangan nafsu makan atau kenaikan berat badan
  • Sulit tidur (insomnia) atau mengalami mimpi buruk
  • Pusing — jika Anda mengalami hal ini, jangan mengemudi atau menggunakan alat dan mesin
  • Kehilangan sensasi (baal) atau kesemutan di ujung saraf tangan dan kaki (neuropati perifer)
  • Masalah memori, kesulitan berpikir, atau kesulitan konsentrai
  • Penglihatan kabur — jika Anda mengalami hal ini, jangan mengemudi atau menggunakan alat dan mesin
  • Telinga berdenging
  • Radang hati (hepatitis), yang bisa menyebabkan gejala seperti flu
  • Radang pankreas (pankreatitis), yang bisa menyebabkan sakit perut
  • Masalah kulit, seperti jerawat atau ruam merah gatal
  • Merasa sangat lelah atau lemah secara fisik
  • Depresi dan mudah marah

Berbagai efek samping statin di atas dapat memengaruhi 1 dari 100 orang.

5. Efek samping statin yang serius, tapi jarang

Statin dikaitkan dengan beberapa efek samping langka namun berpotensi serius, termasuk:

  • Mudah berdarah atau memar
  • Menguningnya kulit dan mata (sakit kuning)
  • Myositis (radang otot). Risiko cedera otot meningkat saat ada interaksi dengan obat tertentu yang dikonsumsi bersama statin. Misalnya, jika Anda menggunakan kombinasi statin dan fibrate obat penurun kolesterol lainnya risiko kerusakan otot meningkat sangat tinggi dibandingkan dengan seseorang yang menggunakan statin saja
  • Peningkatan kadar CPK, atau kreatin kinase, enzim otot yang bila ditinggikan dapat menyebabkan nyeri otot, radang ringan, dan kelemahan otot. Kondisi ini, meski jarang, bisa memakan waktu lama untuk pulih
  • Rhabdomyolysis, radang dan kerusakan otot ekstrim. Rhabdomyolisis menyebabkan otot seluruh tubuh terasa nyeri dan lemah. Otot yang rusak parah melepaskan protein ke dalam darah yang akhirnya terkumpul di ginjal. Ginjal bisa menjadi rusak karena mencoba menghilangkan sejumlah besar protein “racun” penyebab kerusakan otot yang diakibatkan penggunaan statin. Hal ini pada akhirnya bisa menyebabkan gagal ginjal atau bahkan kematian. Untungnya, rhabdomyolysis sangat jarang terjadi. Ini terjadi pada kurang dari satu dari 10.000 orang yang memakai statin.
  • Peningkatan kadar gula darah (hiperglikemia)
  • Peningkatan risiko diabetes

Jika Anda mengalami masalah lain di luar dari daftar di atas yang menurut Anda terkait dengan efek samping statin, penting untuk melaporkannya ke dokter. Dokter Anda dapat memberi tahu Anda apa yang harus dilakukan untuk menanggulanginya. Dosis Anda mungkin perlu disesuaikan atau Anda mungkin memerlukan jenis statin yang berbeda.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca