Mengatasi Gairah Seks yang Menurun Sebagai Efek Samping Obat Antidepresan

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 25 Januari 2018 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Obat antidepresan adalah salah satu penanganan yang ditawarkan untuk orang-orang yang depresi. Namun sama seperti obat-obatan medis lainnya, obat depresi memiliki risiko efek sampingnya tersendiri. Mulai dari rasa mual, kenaikan berat badan, hingga insomnia. Efek samping antidepresan lainnya yang juga umum adalah penurunan gairah seksual. Lantas, bagaimana cara mengatasi efek samping obat antidepresan ini?

Daftar obat antidepresan yang menimbulkan efek samping penurunan gairah seks

Pada dasarnya, semua jenis obat antidepresan dapat menyebabkan masalah seksual. Namun efek samping dari beberapa jenis obat tertentu lebih kuat ketimbang dari yang lain.

Beberapa antidepresan berikut ini dilaporkan paling berisiko menyebabkan penurunan libido dan masalah seksual:

  • Citalopram (calexa)
  • Duloxetine (cymbalta)
  • Escitalopram (Lexapro)
  • Paroxetine (Paxil dan Paxil CR)
  • Fluoxetine (Prozac)
  • Sertaline (Zoloft).
  • Venlafaxine (Effexor XR)
  • Desvenlafaxine (Pristiq, Khedezla)
  • Amitriptyline
  • Nortriptyline (Pamelor)
  • Clomipramine (Anafranil)
  • Isocarboxazid (Marplan)
  • Phenelzine (Nardil)
  • Tranylcypromine (Parnate)

Bagaimana obat depresi bisa menurunkan gairah seksual?

Penurunan gairah seksual sama-sama bisa dialami oleh pria dan wanita yang sedang menjalani terapi obat antidepresan.

Sebagian besar obat antidepresan resep adalah bagian dari keluarga obat yang disebut SSRI (selective serotonin reuptake inhibitors). Obat SSRI bekerja meningkatkan kadar serotonin di dalam tubuh, sehingga menimbulkan perasaan tenang, santai, dan bahagia.

Di sisi lain, efek relaksasi ini bisa menurunkan gairah karena memblokir kerja hormon yang berfungsi untuk menyebabkan tubuh kita merespon rangsangan seksual. Akibatnya, di samping penurunan gairah seksual, Anda mungkin juga bisa mengalami masalah ereksi (sulit ereksi dan mempertahankannya), sulit orgasme, vagina kering, hingga ketidaknyamanan saat berhubungan seks.

Tingkat keparahan efek samping yang dialami setiap orang bisa berbeda, tergantung dari kondisi kesehatannya secara umum dan jenis serta dosis obat yang digunakan. Bagi sebagian orang, efek samping seksual ini hanya dirasa ringan dan bisa berangsur membaik saat tubuh mereka telah menyesuaikan diri dengan pengobatan. Bagi orang lain, efek samping ini bisa terus berlanjut.

Lalu bagaimana cara mengelola efek samping yang timbul dari obat antidepresan ini?

1. Turunkan dosisnya atau ganti obat

Dengan catatan, jangan sembarangan mengubah dosisnya sendiri. Anda harus konsultasikan dulu dengan dokter sebelum mengubah dosisnya. Dokterlah yang dapat menentukan hingga batas mana dosis obat Anda bisa diturunkan tanpa mengacaukan efektivitasnya.

Biasanya setelah dosis diturunkan, Anda akan dipantau dahulu selama satu minggu ke depan dengan dosis baru tersebut untuk melihat efektifitas obat dan efek samping lainnya.

Jika tidak kunjung ada perubahan, konsultasikan kembali dengan dokter untuk minta ganti jenis obatnya. Obat-obatan antidepresi yang efek samping seksualnya termasuk minim, termasuk: bupropion, mirtazapine, vilazodone, dan vortioxetine.

2. Pertimbangkan waktu penggunaannya

Waktu minum obat ternyata berpengaruh untuk mengatasi efek samping yang tidak diinginkan. Misalnya jika dosis Anda hanya untuk diminum satu kali sehari, minumlah setelah Anda berhubungan seksual dengan pasangan. Cara ini mungkin akan membuat seks kurang terasa spontan, namun ada manfaatnya juga untuk coba menjadwalkan seks dengan si dia untuk menyesuaikan dengan risiko efek samping obat anda.

3. Perlama waktu foreplay

Obat SSRI sebenarnya tidak memengaruhi libido, hanya hasrat alias gairah Anda untuk berhubungan seks. Artinya, penis masih bisa ereksi dan vagina masih bisa basah, namun Anda tidak memiliki motivasi yang cukup untuk mencapainya.

Nah, hal ini bisa diatasi dengan memperlama waktu foreplay untuk terus membangun gairah. Misalnya dengan berpelukan, masturbasi bersama, berciuman, petting (menggesekkan alat kelamin), pakai sex toys, stimulasi klitoris dengan tangan, hingga seks oral. Intinya, lakukan apapun aktivitas yang Anda dan pasangan sukai untuk meningkatkan gairah. Beberapa posisi seks juga bisa membantu Anda membangun kemesraan dengan pasangan.

4. Mengonsumsi obat tambahan

Solusi lainnya adalah mengonsumsi obat tambahan lain yang secara khusus dapat memperbaiki disfungsi seksual. Dilansir dalam laman Mayo Clinic, pilihan obat yang dapat meningkatkan fungsi seksual termasuk seperti sidenafil (Viagra), tadalafil (Cialis) atau vardenafil (Levitra). Cara ini tentunya membutuhkan konsultasi dengan dokter yang memahami kondisi kesehatan Anda.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Kulit Kering Bikin Gatal? Begini Cara Mengatasinya

Kulit kering ternyata bisa menimbulkan rasa gatal dan iritasi. Begini cara mengatasi gatal karena kulit kering, serta mencegah kulit jadi semakin kering.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Rizki Pratiwi
Dermatologi, Health Centers 1 Juni 2020 . Waktu baca 5 menit

4 Perubahan Gairah Seksual yang Terjadi di Usia Paruh Baya

Faktor usia memang lazim memengaruhi perubahan gairah seksual seseorang sehingga berpotensi mengganggu keintiman bercinta.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Hidup Sehat, Seks & Asmara 28 Mei 2020 . Waktu baca 4 menit

Apa Bedanya Stres dan Depresi? Kenali Gejalanya

Stres dan depresi tidak sama, keduanya memiliki perbedaan mendasar. Maka jika penanganannya keliru, depresi bisa berakibat fatal. Cari tahu, yuk!

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Psikologi 26 Mei 2020 . Waktu baca 6 menit

Hubungan Seks Secara Rutin Bisa Mencegah Pikun, Benarkah?

Penelitian menemukan bahwa ubungan seks secara rutin tidak hanya bermanfaat bagi kesehatan, tapi juga membantu mencegah pikun. Mengapa demikian?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Hidup Sehat, Seks & Asmara 15 April 2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

waktu bercinta terbaik

Waktu Bercinta Terbaik Bagi Pasangan Usia 20, 30, dan 40-an

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 19 Agustus 2020 . Waktu baca 5 menit
Masturbasi Saat Hamil

Masturbasi Saat Hamil, Boleh Atau Tidak?

Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 12 Agustus 2020 . Waktu baca 3 menit
nafsu seks ibu hamil

Kenali Perubahan Gairah Seks Ibu Hamil di Trimester Ketiga, Plus Tips Seks yang Aman

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Dipublikasikan tanggal: 15 Juli 2020 . Waktu baca 4 menit
pro kontra antidepresan

Pro dan Kontra Mengonsumsi Obat Antidepresan

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 18 Juni 2020 . Waktu baca 5 menit