Sudah Benarkah Cara Cuci Tangan Anda?

Oleh

Cuci tangan adalah salah satu langkah paling penting dan mendasar dari kebersihan personal yang bisa Anda lakukan setiap hari untuk menghindari penyebaran penyakit dan kuman kepada orang lain.

Banyak penyakit dan kondisi medis yang mudah menyebar hanya dari tangan yang kotor.

Kapan harus cuci tangan?

Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), cuci tangan harus dilakukan di waktu-waktu berikut ini:

  • Sebelum, selama, dan sesudah memasak atau menyiapkan makanan
  • Sebelum makan
  • Sebelum dan sesudah merawat orang yang sakit
  • Sebelum dan sesudah merawat luka terbuka atau lecet
  • Setelah menggunakan kamar mandi atau toilet
  • Setelah mengganti popok atau membersihkan anak kecil sehabis dari kamar toilet
  • Setelah memegang binatang, memberi makan binatang, atau membersihkan kotoran binatang
  • Setelah memegang makanan binatang
  • Setelah menyentuh sampah atau membuang sampah

Selain itu, cuci tangan di waktu-waktu berikut:

  • Sebelum melepas atau menggunakan lensa kontak
  • Sesudah bersih, batuk, atau menyeka hidung ingusan
  • Setelah berjabat tangan dengan orang lain

Cuci tangan yang baik dan benar

Tahukah Anda bahwa cuci tangan bukan sekadar gosok, bilas, dan keringkan? CDC dan WHO mengeluarkan panduan cuci tangan yang mendetail dan efektif untuk membunuh kuman.

  • Basahkan kedua tangan dengan air bersih mengalir, matikan keran, lalu tuang sabun secukupnya
  • Gosok kedua tangan Anda. Pastikan Anda menggosok sela-sela jari, kedua punggung tangan, dan di bawah kuku:
    • Kaitkan seluruh jari Anda dengan telapak saling menyentuh, dan gosok bagian dalam, bergantian dua sisi tangan Anda
    • Kemudian tukar posisi. Kaitkan jari-jari tangan kiri di atas punggung tangan kanan dan gosok bagian punggung tangan bergantian.
    • Gosok jempol kiri menggunakan tangan kanan dengan gerakan memutar, begitu pula sebaliknya.
  • Lakukan selama 20 detik. Sebagai acuan, Anda bisa gumamkan lagu “Happy Birthday” dua kali selama menggosok tangan.
  • Bilas tangan hingga bersih dengan air yang mengalir.
  • Keringkan kedua tangan Anda dengan handuk bersih atau angin-anginkan.
  • Jika memungkinkan, matikan keran menggunakan siku atau gunakan tisu untuk menghalangi tangan Anda yang sudah bersih saat mematikan keran.

Cuci tangan dengan sabun adalah cara terbaik untuk mengeliminasi kuman dalam jumlah besar. Jika Anda berada di tempat yang tak ada air maupun sabun, gunakan gel pembersih tangan beralkohol. Gel pembersih tangan ampuh untuk mengurangi kuman, namun tidak bisa membasmi keseluruhan bakteri.

Sabun biasa atau sabun antibakteri?

Sabun antibakteri yang dijual di pasaran ternyata tidak lebih efektif dalam membunuh kuman jika dibandingkan dengan sabun biasa.

Satu studi tahun 2015 di Korea Selatan membandingkan efektivitas sabun biasa dengan sabun antibakteri dengan 0,3% triclosan terhadap panel bakteri, termasuk Listeria, Salmonella, dan Staphylococcus selama 20 detik sebagai metode pengujian yang direkomendasikan oleh FDA.

Hasilnya, kedua sabun bekerja sama efektifnya dalam membersihkan tangan dari bakteri, namun sabun yang mengandung triclosan membutuhkan waktu yang lebih lama untuk bisa bekerja efektif membunuh kuman. Salah satu dugaannya, komposisi pendukung lain di dalam sabun tersebut memperlambat kemampuan antibakterial dari triclosan.

Selain itu, beberapa studi mengaitkan efek jangka panjang dan tidak diperlukan dari triclosan, termasuk resistensi antibiotik kuman, alergi, dan gangguan hormon. Salah satu studi bahkan mengaitkan paparan terhadap triclosan dalam jangka waktu lama kemungkinan berpotensi kanker.

Hasil dari penelitian ini kemudian mengharuskan produsen sabun antibakteri untuk melampirkan bukti sains untuk mendukung klaim efektivitas antiseptik dari produk mereka.

Cuci tangan tidak memerlukan banyak waktu dan tenaga, tapi memberikan segudang manfaat untuk kesehatan Anda dan keluarga Anda. Bantu anak-anak Anda untuk membiasakan perilaku cuci tangan dengan menunjukkan langsung kepada mereka bagaimana cara cuci tangan yang baik dan benar.

BACA JUGA:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca