Terus pantau perkembangan soal COVID-19 di sini.

home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Indonesia Konfirmasi Dua Kasus Pertama Positif COVID-19

Indonesia Konfirmasi Dua Kasus Pertama Positif COVID-19

Baca semua artikel berita seputar coronavirus (COVID-19) di sini.

Presiden Joko Wododo mengumumkan adanya dua kasus positif COVID-19 di Indonesia. Jokowi mengumumkan ini di halaman istana, Medan Merdeka, Senin (2/3).

Dua orang terinfeksi COVID-19 ini adalah perempuan berusia 64 tahun dan putrinya berusia 31 tahun. Mereka berdua terkena paparan infeksi COVID-19 setelah berinteraksi dengan seorang warga Jepang yang berkunjung.

Indonesia Konfirmasi Dua Kasus Pertama Positif COVID-19

“Saya sampaikan bahwa WN Jepang ini bertemu dengan ibu berusia 64 tahun dan anak berusia 34 tahun yang merupakan warga negara Indonesia,” kata Jokowi seperti dikutip dari detik.com

Awalnya warga Jepang ini mengunjungi Indonesia, setelah itu ia terbang ke Malaysia dan di sana dinyatakan Positif COVID-19.

Dalam website kemenkes Malaysia, warga negara Jepang ini tercatat dengan tanda pasien ke-24. Ia adalah perempuan berusia 41 tahun yang bekerja di Malaysia. Ia memiliki riwayat perjalanan ke Jepang pada awal Januari dan ke Indonesia pada awal Februari.

Pasien ini mengalami demam dan mendapatkan perawatan pada 17 Februari. Hasil pengecekan keluar pada 27 Februari, pasien ke-24 ini dinyatakan positif COVID-19. Kini dia mengalami perawatan di ruang isolasi Rumah Sakit Kuala Lumpur.

Mendengar informasi ini pemerintah Indonesia mengerahkan tim untuk menelusuri lokasi mana saja dan siapa saja yang sempat berkontak dekat dengannya. Tim menemukan dua orang ini dan langsung membawanya untuk pengecekan, mereka dinyatakan positf pada Minggu (1/3).

Saat ini kedua pasien telah diisolasi dan ditangani di Rumah Sakit Pusat Infeksi Sulianti Saroso, Jakarta Utara. RSPI ini telah ditentukan sebagai rumah sakit khusus di Indonesia untuk menangani kasus infeksi, termasuk positif COVID-19 dan sarananya telah disiapkan sejak pertama kali wabah ini merebak.

Tidak diinfokan tanggal berapa pasien ini berada di Indonesia dan mengunjungi daerah mana saja. Namun dalam keterangannya, Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto tempat tinggal dua pasien positif berada di sekitaran Depok.

Dengan adanya pasien yang dinyatakan positif masyarakat diharapkan untuk tidak panik dan menjaga kesehatan sesuai dengan imbauan yang telah diberikan oleh pemerintah. Jangan lupa untuk selalu mencuci tangan, makan makanan sehat, dan segera ke dokter jika merasakan gejala sakit.

Bagaimana penanganan pasien positif COVID-19 di Indonesia

indonesia positif COVID-19

Berdasarkan lembar Pedoman Kesiapsiagaan Menghadapi COVID-19 yang dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan Indonesia, penanganan pertama pada pasien suspek adalah pengawasan. Pengawasan bisa dilakukan di rumah ataupun di lokasi karantina.

Pengawasan dilakukan untuk tujuan deteksi dini pada pasien yang masih dalam pemantauan atau berada di pintu masuk negara.

Pasien yang masuk dalam kriteria pengawasan adalah mereka yang memiliki riwayat perjalanan ke daerah terjangkit wabah COVID-19. Memiliki suhu tubuh demam 38℃ atau lebih.

Pasien juga mengalami gejala terkait dengan masalah pernapasan seperti batuk, sakit tenggorokan, dan sesak napas, baik jika kondisi tersebut membutuhkan rawat inap maupun tidak. Namun belakangan terdapat kasus yang pasien positif tanpa menunjukkan gejala. Termasuk di antaranya mereka yang memiliki kontak erat dengan pasien positif COVID-19 ataupun suspek.

herd immunity coronavirus

Jika pasien suspek benar-benar dikonfirmasi terpapar COVID-19, petugas akan menghubungi pusat KLB (Kejadian Luar Biasa), lalu membawa pasien ke rumah sakit rujukan untuk diperiksa. Mengantar pasien juga harus menggunakan ambulans bersama petugas yang memakai alat perlindungan diri.

Kejadian tersebut akan dilaporkan ke dinas kesehatan dan pasien harus menjalani penyelidikan epidemiologi untuk mengetahui besar masalah pada KLB dan mencegah penyebaran lebih luas. Dinas kesehatan juga melakukan pengawasan pada orang-orang yang melakukan kontak dengan pasien yang sudah dikonfirmasi terinfeksi COVID-19.

Penanganan selanjutnya pada pasien setelah hasil tes laboratorium menunjukkan hasil positif, mereka akan dirawat di ruang isolasi. Pasien akan mendapatkan pegamatan intens dari tim medis untuk memperhatikan kemungkinan memburuknya gejala.

COVID-19 Bisa Dihadapi dengan Meratakan Kurva Pandemi, Apa Maksudnya?

Untuk penyembuhannya pasien positif COVID-19 di Indonesia adalah pengobatan pada tanda dan gejalanya. Pengobatan akan disertai dengan dukungan asupan vitamin dan makanan bernutrisi yang dapat meningkatkan daya tahan tubuh dalam melawan virus.

Setelah gejalanya hilang, akan dilakukan pengecekan lagi hingga hasilnya negatif dan dinyatakan sembuh.

Beberapa di antara rumah sakit yang dikhususkan untuk menangani COVID-19 adalah RSPI Dr. Sulianti Saroso di Jakarta, RSU Dr. Hasan Sadikin di Bandung, dan RSU Dr. M. Jamil di Padang.

Lawan COVID-19 bersama!

Ikuti informasi terbaru dan cerita para pejuang COVID-19 di sekitar kita. Ayo gabung komunitas sekarang!


Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Ulfa Rahayu Diperbarui 30/03/2021
Ditinjau secara medis oleh dr. Andreas Wilson Setiawan
x