Indonesia Konfirmasi Dua Kasus Pertama Positif COVID-19

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 31 Desember 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Baca semua artikel berita seputar coronavirus (COVID-19) di sini.

Presiden Joko Wododo mengumumkan adanya dua kasus positif COVID-19 di Indonesia. Jokowi mengumumkan ini di halaman istana, Medan Merdeka, Senin (2/3).

Dua orang terinfeksi COVID-19 ini adalah perempuan berusia 64 tahun dan putrinya berusia 31 tahun. Mereka berdua terkena paparan infeksi COVID-19 setelah berinteraksi dengan seorang warga Jepang yang berkunjung.

Indonesia Konfirmasi Dua Kasus Pertama Positif COVID-19

“Saya sampaikan bahwa WN Jepang ini bertemu dengan ibu berusia 64 tahun dan anak berusia 34 tahun yang merupakan warga negara Indonesia,” kata Jokowi seperti dikutip dari detik.com

Awalnya warga Jepang ini mengunjungi Indonesia, setelah itu ia terbang ke Malaysia dan di sana dinyatakan Positif COVID-19.

Dalam website kemenkes Malaysia, warga negara Jepang ini tercatat dengan tanda pasien ke-24. Ia adalah perempuan berusia 41 tahun yang bekerja di Malaysia. Ia memiliki riwayat perjalanan ke Jepang pada awal Januari dan ke Indonesia pada awal Februari.

Pasien ini mengalami demam dan mendapatkan perawatan pada 17 Februari. Hasil pengecekan keluar pada 27 Februari, pasien ke-24 ini dinyatakan positif COVID-19. Kini dia mengalami perawatan di ruang isolasi Rumah Sakit Kuala Lumpur.

Mendengar informasi ini pemerintah Indonesia mengerahkan tim untuk menelusuri lokasi mana saja dan siapa saja yang sempat berkontak dekat dengannya. Tim menemukan dua orang ini dan langsung membawanya untuk pengecekan, mereka dinyatakan positf pada Minggu (1/3).

Saat ini kedua pasien telah diisolasi dan ditangani di Rumah Sakit Pusat Infeksi Sulianti Saroso, Jakarta Utara. RSPI ini telah ditentukan sebagai rumah sakit khusus di Indonesia untuk menangani kasus infeksi, termasuk positif COVID-19 dan sarananya telah disiapkan sejak pertama kali wabah ini merebak.

Tidak diinfokan tanggal berapa pasien ini berada di Indonesia dan mengunjungi daerah mana saja. Namun dalam keterangannya, Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto tempat tinggal dua pasien positif berada di sekitaran Depok.

Dengan adanya pasien yang dinyatakan positif masyarakat diharapkan untuk tidak panik dan menjaga kesehatan sesuai dengan imbauan yang telah diberikan oleh pemerintah. Jangan lupa untuk selalu mencuci tangan, makan makanan sehat, dan segera ke dokter jika merasakan gejala sakit.

COVID-19 Outbreak updates
Country: Indonesia
Data

882,418

Confirmed

718,696

Recovered

25,484

Death
Distribution Map

Bagaimana penanganan pasien positif COVID-19 di Indonesia

indonesia positif COVID-19

Berdasarkan lembar Pedoman Kesiapsiagaan Menghadapi COVID-19 yang dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan Indonesia, penanganan pertama pada pasien suspek adalah pengawasan. Pengawasan bisa dilakukan di rumah ataupun di lokasi karantina.

Pengawasan dilakukan untuk tujuan deteksi dini pada pasien yang masih dalam pemantauan atau berada di pintu masuk negara.

Pasien yang masuk dalam kriteria pengawasan adalah mereka yang memiliki riwayat perjalanan ke daerah terjangkit wabah COVID-19. Memiliki suhu tubuh demam 38℃ atau lebih.

Pasien juga mengalami gejala terkait dengan masalah pernapasan seperti batuk, sakit tenggorokan, dan sesak napas, baik jika kondisi tersebut membutuhkan rawat inap maupun tidak. Namun belakangan terdapat kasus yang pasien positif tanpa menunjukkan gejala. Termasuk di antaranya mereka yang memiliki kontak erat dengan pasien positif COVID-19 ataupun suspek.

herd immunity coronavirus

Jika pasien suspek benar-benar dikonfirmasi terpapar COVID-19, petugas akan menghubungi pusat KLB (Kejadian Luar Biasa), lalu membawa pasien ke rumah sakit rujukan untuk diperiksa. Mengantar pasien juga harus menggunakan ambulans bersama petugas yang memakai alat perlindungan diri.

Kejadian tersebut akan dilaporkan ke dinas kesehatan dan pasien harus menjalani penyelidikan epidemiologi untuk mengetahui besar masalah pada KLB dan mencegah penyebaran lebih luas. Dinas kesehatan juga melakukan pengawasan pada orang-orang yang melakukan kontak dengan pasien yang sudah dikonfirmasi  terinfeksi COVID-19.

Penanganan selanjutnya pada pasien setelah hasil tes laboratorium menunjukkan hasil positif, mereka akan dirawat di ruang isolasi. Pasien akan mendapatkan pegamatan intens dari tim medis untuk memperhatikan kemungkinan memburuknya gejala.

COVID-19 Bisa Dihadapi dengan Meratakan Kurva Pandemi, Apa Maksudnya?

Untuk penyembuhannya pasien positif COVID-19 di Indonesia adalah pengobatan pada tanda dan gejalanya. Pengobatan akan disertai dengan dukungan asupan vitamin dan makanan bernutrisi yang dapat meningkatkan daya tahan tubuh dalam melawan virus.

Setelah gejalanya hilang, akan dilakukan pengecekan lagi hingga hasilnya negatif dan dinyatakan sembuh.

Beberapa di antara rumah sakit yang dikhususkan untuk menangani COVID-19 adalah RSPI Dr. Sulianti Saroso di Jakarta, RSU Dr. Hasan Sadikin di Bandung, dan RSU Dr. M. Jamil di Padang.

Bantu dokter dan tenaga medis lain mendapatkan alat pelindung diri (APD) dan ventilator untuk melawan COVID-19 dengan berdonasi melalui tautan di bawah ini.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?

Yang juga perlu Anda baca

Parosmia, Gejala Long COVID-19 Bikin Pasien Mencium Bau Tak Sedap

Pasien COVID-19 melaporkan gejala baru yang disebut parosmia, yakni mencium bau amis ikan dan beberapa bau tidak sedap lain yang tidak sesuai kenyataan.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
COVID-19, Penyakit Infeksi 11 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit

Semua tentang Vaksin COVID-19: Keamanan, Efek Samping, dan Lainnya

Berikut beberapa informasi umum seputar vaksin COVID-19, keamanan, efek samping, dan pelaksanaan imunisasinya di Indonesia.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
COVID-19, Penyakit Infeksi 29 Desember 2020 . Waktu baca 9 menit

Vaksin COVID-19 Tidak Mencegah Penularan, Masyarakat Masih Harus Menerapkan 3M

Para ahli mengingatkan, berjalannya vaksinasi COVID-19 tidak serta merta mencegah penularan dan membuat bisa kembali hidup normal seperti sebelum pandemi.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
COVID-19, Penyakit Infeksi 29 Desember 2020 . Waktu baca 5 menit

Mengenal GeNose, Alat Deteksi COVID-19 dari Embusan Napas

UGM mengembangkan GeNose, teknologi untuk mendeteksi COVID-19 dengan cepat melalui embusan napas. Bagaimana cara kerjanya?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
COVID-19, Penyakit Infeksi 28 Desember 2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

donor plasma konvalesen

Bagaimana Cara Donor Plasma Konvalesen Pasien COVID-19 Sembuh?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit
psikotik covid-19

Infeksi COVID-19 Bisa Menyebabkan Gejala Psikotik Seperti Delusi?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
jamu covid-19

Potensi Jamu dan Obat Tradisional dalam Penanganan COVID-19

Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 12 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
Keamanan Vaksin COVID-19

Perkembangan Uji Klinis Vaksin Sinovac di Indonesia

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 11 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit