Gejala dan Penyebab Kanker Darah Myelofibrosis

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 08/07/2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Tubuh memiliki beberapa cara untuk memproduksi sel darah salah satunya dengan menggunakan jaringan sumsum tulang. Jaringan yang terdapat di beberapa tulang ini adalah tempat memproduksi sel darah terbesar di samping beberapa organ lain. Masalah kesehatan yang serius akan terjadi jika jaringan sumsum tulang mengalami gangguan, salah satunya myelofibrosis.

Apa itu myelofibrosis?

Myelofibrosis merupakan kelainan, atau juga dapat dikategorikan sebagai kanker darah, yang disebabkan adanya inflamasi dan pembentukan fibrosis (jaringan parut) pada jaringan sumsum tulang, menyebabkan sel darah yang dihasilkan menjadi abnormal. Saat seseorang mengalami gangguan ini, maka kondisi tersebut tidak dapat disembuhkan, dan penderita myelofibrosis akan membutuhkan penanganan khusus.

Kelainan sumsum tulang ini menyebabkan sebagian besar jaringan sumsum tulang tergantikan dengan jaringan parut akibat adanya inflamasi. Dalam waktu yang lama akan menyebabkan sumsum tulang mengalami kegagalan fungsi karena tidak dapat menghasilkan berbagai sel darah yang dibutuhkan.

Dampak utama yang disebabkan dari myelofibrosis adalah penurunan sel darah merah (eritrosit), sel darah putih (leukosit) dan keping darah (trombosit) dalam tubuh. Hal ini menyebabkan organ lain pembentuk darah seperti limfa dan liver bekerja sangat keras untuk menyeimbangkannya.

Perbedaan myelofibrosis dengan gangguan pembentukan sel darah lainnya

Selain myelofibrosis terdapat beberapa gangguan pembentukan sel darah yang melibatkan fungsi sumsum tulang, di antaranya leukemia dan polisitemia vera.

Berbeda dengan myelofibrosis, leukemia adalah penyakit kanker darah yang menyebabkan kerusakan sumsum tulang. Leukemia diawali dengan adanya sel darah dengan kelainan yang dihasilkan sumsum tulang belakang bersamaan dengan sel darah normal. Seiring berjalannya waktu, sel darah leukemia akan merusak sumsum tulang dan akibatnya menekan pembentukan sel darah normal. Baik myelofibrosis dan leukemia menyebabkan gejala akibat kekurangan sel darah dan penanganan yang hampir sama.

Di saat myelofibrosis menyebabkan tubuh kekurangan sel darah, gangguan polisitemia vera menyebabkan sumsum tulang belakang memproduksi sel darah yang sangat banyak. Kondisi ini menyebabkan tubuh kelebihan sel darah merah, namun terdapat kemungkinan menyebabkan kelebihan sel darah putih dan trombosit sehingga memicu gangguan aliran darah. Meskipun terdapat perbedaan yang cukup signifikan, namun keduanya disebabkan adanya faktor genetik pada sumsum tulang.

Gejala yang dialami oleh penderita myelofibrosis

Masing-masing sel darah memiliki fungsi spesifik sehingga kekurangan salah satu dari ketiganya menyebabkan gejala tersendiri:

  • Akibat kekurangan sel darah merah – menyebabkan penurunan transport oksigen pada aliran darah sehingga memicu anemia, rasa lemas, kesulitan bernapas, lelah dan pusing. Penderita juga mungkin merasakan nyeri pada tulang.
  • Akibat kekurangan sel darah putih – penurunan imunitas adalah hal utama yang mungkin dialami sehingga tubuh lebih rentan terserang penyakit.
  • Akibat kekurangan trombosit – kurangnya trombosit menyebabkan darah sulit membeku sehingga tubuh akan lebih sulit mengalami penyembuhan luka terbuka.

Karena sumsum tulang mengalami masalah organ penghasil darah tambahan seperti liver, limfa, dan paru-paru serta kelenjar getah bening mengalami kerja lebih untuk menghasilkan darah. Kondisi ini tentu saja akan berbahaya bagi tubuh karena dapat menyebabkan pembesaran organ terutama organ limfa. Jika hal ini terjadi, akan menyebabkan rasa nyeri dari bagian dalam terutama pada bagian perut.

Meskipun banyak gejala yang dapat dialami penderita, hal tersebut dapat tersamarkan seperti tidak ada gangguan yang dialami penderita myelofibrosis. Diagnosis sering ditemukan saat dilakukan pemeriksaan darah rutin. Namun, penderita myelofibrosis sangat mungkin mengalami anemia dan rasa lelah atau lemas yang tidak diketahui penyebabnya. Gejala lainnya juga dapat berupa demam, penurunan berat badan, rasa gatal, dan berkeringat sangat banyak saat malam hari.

Apa penyebab myelofibrosis?

Kelainan genetik adalah hal utama yang memicu gangguan inflamasi dan pertumbuhan jaringan parut abnormal pada sumsum tulang. Terdapat tiga mutasi gen yang dapat menyebabkan kondisi ini diantaranya JAK2, CALR dan MI. Ketiga kode genetik ini dapat berubah atau mengalami mutasi seiring dengan pertambahan usia. Oleh karena itu, hal ini tidak diturunkan dari orangtua dan penderita tidak akan menurunkan kondisi tersebut kepada anaknya.

Siapa saja yang berisiko terkena myelofibrosis?

Pada dasarnya semua orang baik dapat mengalami hal ini, kelainan dapat dimulai dan terjadi pada usia berapa saja, namun sering ditemukan pada usia lanjut. Myelofibrosis dapat terjadi untuk pertama kalinya (primer) karena mutasi genetik atau dipicu dari kondisi kanker darah lainnya seperti leukemia akan meningkatkan risiko seseorang mengalami gangguan ini. Paparan bahan radioaktif yang kuat dan racun kimia seperi benzene dan toluene juga dapat menyebabkan mutasi genetik penyebab myelofibrosis.

BACA JUGA:

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Kanker Usus Besar

Kanker usus besar adalah penyakit yang menyerang sistem pencernaan. Yuk, pelajari lebih dalam mengenai gejala, penyebab, dan cara mengatasiny berikut ini.

Ditulis oleh: Aprinda Puji
Penyakit A-Z, Kesehatan A-Z 13/04/2020 . Waktu baca 7 menit

Berbagai Pilihan Pengobatan Efektif untuk Kanker Ginjal

Pertumbuhan sel kanker dari ginjal tergolong cepat, pengobatan harus segera dilakukan jika sudah terdiagnosis. Simak berbagai pilihan pengobatannya.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Penyakit Ginjal dan Saluran Kemih, Health Centers 27/02/2020 . Waktu baca 5 menit

Berapa Lama Harapan Hidup Pasien Kanker Paru?

Kanker paru biasanya baru terdiagnosis ketika sudah memasuki stadium akhir. Masih bisakah disembuhkan? Berapa lama harapan hidup pasien kanker paru?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Kanker Paru, Health Centers 13/02/2020 . Waktu baca 4 menit

Apa Itu Kanker Hati?

DefinisiApa itu penyakit kanker hati? Kanker hati adalah karsinoma paling umum pada sel hati, yaitu tumor utama yang tumbuh di hati dan bukan disebabkan oleh penyebaran dari organ lain dalam tubuh. Hati adalah salah ...

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Penyakit A-Z, Kesehatan A-Z 16/01/2020 . Waktu baca 12 menit

Direkomendasikan untuk Anda

stadium kanker ovarium 4 bisa sembuh

Mari Pelajari Lebih Dalam Mengenai Stadium Kanker Ovarium

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 20/07/2020 . Waktu baca 7 menit
botol plastik hangat

Amankah Minum Air dari Botol Plastik yang Sudah Hangat?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 10/07/2020 . Waktu baca 4 menit
kanker-muncul-kembali

4 Penyebab Kanker Kembali Lagi Setelah Sembuh

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Rizki Pratiwi
Dipublikasikan tanggal: 21/06/2020 . Waktu baca 6 menit
kista saat hamil di usia tua

Apa yang Akan Terjadi Jika Muncul Kista Saat Hamil?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 19/06/2020 . Waktu baca 5 menit