home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Peneliti Dorong Pengurangan Dampak Buruk Tembakau Melalui Produk HPTL

Peneliti Dorong Pengurangan Dampak Buruk Tembakau Melalui Produk HPTL

Kelompok peneliti farmasi Universitas Brawijaya melakukan analisis atau tinjauan pustaka sistematis dalam upaya mengetahui potensi untuk mengurangi dampak buruk tembakau.

Ketua studi tersebut, Oktavia Eka Puspita, memaparkan hasil temuan timnya dalam sebuah diskusi Kamis (4/2/2021).

Apakah hasil pengolahan tembakau lainnya (HPTL) dapat mengurangi dampak buruk merokok?

Peneliti Dorong Pengurangan Dampak Buruk Tembakau

Hasil Pengolahan Tembakau Lainnya (HPTL) adalah hasil tembakau yang dibuat dari daun tembakau selain cigaret, cerutu, rokok daun, dan tembakau iris. HPTL dibuat dengan cara lain sesuai perkembangan teknologi dan selera konsumen. Beberapa caranya yakni meliputi ekstrak dan esens tembakau, tembakau molasses, tembakau hirup (snuff tobacco), atau tembakau kunyah (chewing tobacco).

Riset yang dipimpin Oktavia menunjukkan adanya potensi pengurangan dampak buruk dari tembakau dalam HPTL dibandingkan tembakau dalam bentuk rokok konvensional.

Studi berjudul Potensi Hasil Pengolahan Tembakau Lainnya (HPTL) sebagai Produk Alternatif Dalam Upaya Tobacco Harm Reduction adalah penelitian tinjauan pustaka terhadap 30 literatur ilmiah terkait HPTL.

Kami melakukan peninjauan menggunakan metode systematic literature review untuk mengetahui apakah mungkin HPTL dapat mengurangi risiko kesehatan dibandingkan dengan rokok konvensional,” kata Oktavia ketika memberikan pengantar mengenai hasil studi yang telah dilakukan.

Hasilnya, peneliti menyimpulkan bahwa penggunaan produk tembakau HPTL seperti vape atau tembakau yang dipanaskan (HTP), snus, dan kantong nikotin, memiliki risiko terhadap kesehatan yang lebih rendah dibandingkan rokok konvensional. Ini hasil dari tinjauan pada nilai tanda senyawa hasil pembakaran tembakau (biomarker of exposure/BOE).

Nilai BOE, tekanan darah, denyut nadi, dan pengaruh terhadap pembuluh darah pada pengguna HPTL lebih rendah dibandingkan pada perokok konvensional.

Menurutnya, hal ini menandakan bahwa penggunaan HPTL yang tepat dapat berpotensi membantu menurunkan risiko konsumsi nikotin.

Karena itu dalam kesimpulan kedua, peneliti mencatat, produk HPTL dinilai membantu menurunkan frekuensi penggunaan rokok konvensional (smoking reduction).

“Berdasarkan salah satu hasil penelitian, sebagian besar pengguna vape mampu bertahan untuk berhenti merokok dalam 12 bulan,” jelas Oktavia.

Menurutnya, temuan ini menunjukkan bahwa HPTL dapat digunakan dalam program penurunan frekuensi merokok yang diawasi secara medis.

Perbandingan rokok konvensional dan produk HPTL Vape

Peneliti Dorong Pengurangan Dampak Buruk Tembakau

Rokok vs vape masih kerap disandingkan untuk dicari tahu mana yang lebih aman atau lebih bahaya dibandingkan yang lainnya.

Meskipun studi di atas menunjukkan adanya potensi pengurangan dampak buruk tembakau dalam produk HPTL, namun produk tersebut tetap mengandung senyawa berbahaya dari tembakau. Misalnya pada cairan vape, terdapat kandungan nikotin, propilen glikol, gliserin, perasa, dan bahan kimia lainnya. Sama seperti rokok, asap vape atau aerosolnya mengandung zat-zat yang berbahaya bagi kesehatan.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber
Foto Penulis
Ditinjau oleh dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh Ulfa Rahayu
Tanggal diperbarui 09/02/2021
x