Apakah Seorang Perokok Boleh Melakukan Donor Darah?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 15 Juni 2020 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Siapa pun yang memutuskan untuk mendonorkan darahnya bisa dikatakan sudah berhasil melakukan tugas mulia. Sebab setidaknya ada satu atau bahkan banyak nyawa yang bisa tertolong karena kegiatan ini. Namun, tunggu dulu, tidak sembarang orang boleh melakukan donor darah. Nah, bagaimana kalau seorang perokok donor darah, apakah boleh?

Apakah seorang perokok boleh ikut donor darah?

Merokok bukanlah halangan bagi Anda untuk mendonorkan darah, dilansir dari laman Healthline. Namun, Anda dilarang merokok sebelum melakukan donor darah.

Alasannya karena merokok bisa memicu peningkatan tekanan darah, yang kemudian justru membuat tekanan darah Anda meningkat tajam saat hendak melakukan donor. Anda pun jadi tidak diizinkan untuk melanjutkan donor darah.

Tidak hanya menjelang donor darah saja, Anda masih tidak diperbolehkan merokok selama kurang lebih tiga jam setelah melakukan donor. Pasalnya, Anda berisiko mengalami pusing, kelelahan, hingga jatuh pingsan karena kehilangan cukup banyak darah.

siapa yang tak boleh donor darah

Perhatikan syarat penting sebelum seorang perokok donor darah

Pada intinya, seorang perokok donor darah itu sah-sah saja asalkan bisa benar-benar mematuhi aturan untuk menghindari rokok selama beberapa jam menjelang donor. Namun, jika saat diperiksa ternyata kondisi tubuh Anda belum memungkinkan untuk melakukan donor darah, Anda bisa menjadwalkan ulang untuk mendonorkan darah di lain kesempatan.

Sembari mempersiapkan kondisi tubuh dan mengurangi kebiasaan merokok Anda, pastikan Anda memenuhi syarat donor darah dari Palang Merah Indonesia (PMI) berikut ini:

  • Usia 17-60 tahun
  • Berat badan minimal 45 kg
  • Tekanan darah normal (sistolik 110/160 dan diastolik 70/100)
  • Kadar hemoglobin wanita minimal 12 g/dl, dan pria 12,5 g/dl
  • Suhu tubuh normal
  • Jarak donor minimal 3 bulan sejak melakukan donor darah sebelumnya, dan maksimal 5 kali dalam setahun

Tidak perlu khawatir mengenai kesiapan tubuh Anda. Sebelum mulai mendonorkan darah, ada dokter dan petugas PMI yang akan memeriksa kondisi tubuh Anda terlebih dahulu. Mulai dari penimbangan berat badan, pengukuran suhu tubuh, denyut nadi, tekanan darah, serta mengambil sampel darah guna mengetahui kadar hemoglobin.

Anda juga bisa melengkapi hasil pemeriksaan dengan memberti tahu petugas mengenai kondisi kesehatan yang sedang atau pernah dialami.

cara berhenti merokok dengan olahraga

Kondisi akibat merokok yang menghalangi untuk donor darah

Meski seorang perokok donor darah itu boleh, jangan keburu senang dulu. Bukan berarti Anda bisa terus-terusan merokok sambil tetap rutin mendonorkan darah. Sebab nantinya Anda mungkin tidak lagi memenuhi kriteria donor darah karena memiliki penyakit yang disebabkan oleh merokok.

Ya, merokok bisa memicu timbulnya kondisi medis yang akhirnya membuat kondisi Anda tidak layak untuk donor darah. Ambil contoh, sebelumnya telah disebutkan kalau merokok bisa memicu tekanan darah tinggi, padahal tekanan darah normal merupakan syarat mutlak sebagai pendonor.

Selanjutnya yaitu penyakit kanker. Anda dilarang keras untuk donor darah jika sedang mengalami kanker jenis apa pun. Donor darah baru diperbolehkan satu tahun kemudian setelah kondisi kesehatan telah membaik secara perlahan.

Penyakit jantung dan paru juga menghalangi Anda untuk donor darah, Anda mungkin perlu memberi jeda waktu enam bulan berikut atau sesuai perkembangan kondisi tubuh untuk boleh mendonor.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Menjadi Social Smoker Ternyata Sama Bahayanya dengan Perokok Aktif

Istilah social smoker yaitu sebutan bagi yang hanya merokok saat bersosialisasi. Namun, apa Anda tahu dampak kesehatannya sama saja seperti perokok aktif?

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Berhenti Merokok, Hidup Sehat 13 April 2020 . Waktu baca 4 menit

Tips Donor Darah yang Aman Saat Pandemi COVID-19

Pasokan darah berkurang drastis selama pandemi COVID-19 terjadi akibat social distancing. Aman atau tidak donor darah saat coronavirus?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Coronavirus, COVID-19 27 Maret 2020 . Waktu baca 4 menit

Adakah Batas Maksimal untuk Transfusi Darah?

Setiap orang membutuhkan transfusi darah ketika dalam situasi kronis. Namun, adakah batas maksimal transfusi darah? Apakah ada aturan tentang hal ini?

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Hidup Sehat, Fakta Unik 23 Maret 2020 . Waktu baca 4 menit

Plasma Darah Orang Sembuh Bisa Mengobati Pasien COVID-19?

Sebuah temuan baru dari peneliti di Tiongkok yang mengatakan bahwa plasma darah orang yang sembuh dapat mengobati pasien COVID-19. Bagaimana caranya?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Coronavirus, COVID-19 21 Februari 2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

cara mencegah pencegahan penyakit jantung

14 Cara Ampuh Mencegah dan Menurunkan Risiko Penyakit Jantung

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 5 Oktober 2020 . Waktu baca 13 menit
mempersiapkan transfusi darah

Hal yang Perlu Anda Ketahui Sebelum Menjalani Tranfusi Darah

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 2 September 2020 . Waktu baca 4 menit
arti kedutan

Otot Sering Kedutan, Bahaya atau Tidak?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 15 Juni 2020 . Waktu baca 5 menit
donor darah saat puasa

Bolehkah Kita Donor Darah Saat Puasa? Apa Saja Risikonya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 2 Mei 2020 . Waktu baca 6 menit