Panduan Lengkap untuk Melakukan Klaim Asuransi Kesehatan

Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 4 September 2018 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Sebagai nasabah asuransi kesehatan, Anda berhak untuk mengajukan klaim guna mendapatkan manfaat yang diberikan oleh pihak perusahaan asuransi. Namun, sebelum benar-benar mengajukan klaim tersebut, tidak ada salahnya untuk memahami langkah demi langkah lebih dalam guna mempermudah proses klaim asuransi kesehatan Anda nantinya. Jadi, bagaimana caranya?

Bagaimana prosedur untuk klaim asuransi kesehatan?

Asuransi kesehatan yang tersedia saat ini terbagi menjadi dua macam. Ada asuransi kesehatan konvensional (swasta), dan asuransi kesehatan pemerintah (JKN-KIS yang dikelola oleh BPJS). Keduanya memiliki cara klaim yang berbeda.

Nah, agar pengajuan klaim asuransi kesehatan Anda berjalan dengan lancar, coba ikuti beberapa prosedur berikut ini:

Langkah-langkah klaim asuransi kesehatan swasta

1. Pahami prosedur klaim

Ada dua metode yang bisa dipakai untuk melakukan klaim asuransi, yakni sistem tanpa tunai (cashless) dan sistem penggantian (reimburse). Memahami dengan baik prosedur klaim sangat penting, karena dengan begitu Anda akan lebih dimudahkan saat hendak melakukan klaim.

Terlebih bila asuransi yang Anda gunakan menerapkan sistem reimburse, di mana pengajuan klaim baru bisa dilakukan setelah semua pengobatan selesai. Sementara untuk sistem cashless, Anda tidak perlu mengajukan klaim apa pun karena semua biaya perawatan telah dibayarkan oleh pihak asuransi.

2. Ajukan klaim secepatnya

Masing-masing perusahaan asuransi kesehatan punya batas waktu maksimal untuk pengajuan klaim. Jika Anda melakukan klaim melewati tanggal yang telah ditetapkan, perusahaan asuransi tidak segan-segan untuk menolak klaim tersebut.

Intinya, semakin cepat Anda mengajukan klaim, maka akan semakin cepat pula proses klaim selesai beserta biaya penggantinya.

3. Mengisi formulir klaim asuransi

Pengajuan klaim asuransi tidak lengkap tanpa mengisi formulir klaim. Pengisian formulir ini biasanya meliputi semua data pemegang polis secara detail. Mulai dari nama lengkap, nomor KTP, nomor anggota asuransi, data rumah sakit, data perawatan kesehatan, dan lain sebagainya.

4. Lampirkan semua dokumen yang dibutuhkan

Setelah selesai mengisi formulir, jangan lupa untuk melampirkan semua dokumen yang terkait dengan pengobatan Anda. Baik itu rawat jalan ataupun rawat inap.

Beberapa perusahaan asuransi kesehatan biasanya menyarankan Anda untuk menghubungi pihak asuransi sebelum memulai proses perawatan. Tujuannya untuk memastikan kalau pengobatan yang akan Anda jalani bisa ditanggung oleh asuransi.

Setelah itu, untuk mempermudah proses klaim asuransi ini pastikan Anda melengkapi dokumen yang terdiri dari identitas Anda, kuitansi tagihan pengobatan, catatan medis asli atau fotokopi, surat pengantar dari dokter, serta dokumen pendukung lain yang ada hubungannya dengan pengobatan Anda.

Jangan sampai ada kesalahan pada dokumen yang Anda serahkan. Kesalahan ini bisa membuat klaim ditunda atau bahkan ditolak oleh pihak asuransi.

5. Simpan salinan berkas klaim asuransi

Jika semua sudah beres, jangan lupa untuk menyimpan semua salinan berkas yang berubungan dengan klaim asuransi kesehatan Anda. Dengan begitu, Anda bisa menjaga kemungkinan hilangnya data klaim pada pihak asuransi.

asuransi double claim

Langkah-langkah klaim asuransi kesehatan BPJS

1. Klaim BPJS Kesehatan beda dengan asuransi kesehatan swasta

Klaim untuk biaya pengobatan dengan BPJS Kesehatan akan secara otomatis dilakukan oleh fasilitas kesehatan (faskes) atau rumah sakit yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan.

Jadi, Anda hanya perlu menunjukkan kartu anggota yang Anda miliki untuk berobat, tanpa harus meminta penggantian biaya nantinya. Biaya pengobatan yang ditanggung oleh pihak BPJS Kesehatan akan dikirim langsung ke faskes atau rumah sakit.

2. Melengkapi seluruh dokumen yang dibutuhkan

Sama seperti cara klaim asuransi kesehatan pada umumnya, Anda juga akan diminta untuk menyerahkan dokumen yang mendukung proses klaim ini. Misalnya fotokopi KTP, fotokopi kartu keluarga, surat rujukan dari faskes pertama bila berobat di rumah sakit, kartu tanda keanggotaan BPJS Kesehatan Anda, dan lainnya.

3. Klaim BPJS Kesehatan bisa langsung dipakai untuk berobat

Selanjutnya, tanpa perlu waktu lama Anda bisa langsung menggunakan manfaat yang diberikan oleh BPJS Kesehatan untuk berobat. Penting untuk diingat, bahwa BPJS Kesehatan menerapkan sistem rujukan berjenjang. Maka alurnya, Anda harus melalui faskes pertama dulu sebagai gerbang awal pengobatan, seperti puskesmas atau klinik.

Jika masih bisa ditangani di faskes pertama, Anda tidak perlu dirujuk ke faskes tingkat lanjutan (FKRTL). Namun, bila memang diperlukan, maka faskes 1 akan memberikan rujukan ke rumah sakit terdekat yang sudah bekerjasama dengan BPJS Kesehatan.

4. Selalu pastikan surat rujukan masih berlaku

Kondisi medis yang tidak memungkinkan untuk diobati di faskes pertama, akan dialihkan ke rumah sakit dengan dibekali surat rujukan. Meski begitu, surat rujukan ini ada batasan masa berlakunya, sampai dengan tiga bulan terhitung dari awal terbitnya surat.

Bila setelah tiga bulan kondisi belum kunjung membaik, Anda bisa memperpanjang masa berlaku surat tersebut dengan cara mengulang kembali prosedur dari awal.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

5 Manfaat Punya Asuransi di Masa Pandemi COVID-19

Saatnya mempertimbangkan asuransi di masa pandemi COVID-19 sebagai perlindungan kehidupan. Ketahui beragam manfaat asuransi di masa new normal.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda
Konten Bersponsor
asuransi di masa pandemi
Asuransi, Hidup Sehat 29 Juli 2020 . Waktu baca 4 menit

8 Tips Lari di Luar Ruangan saat Masa New Normal

Gemar berlari sebagai olahraga utama? Cek ragam tips meminimalisasi risiko terserang penyakit saat lari di luar ruang di masa new normal, yuk!

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Willyson Eveiro
Konten Bersponsor
Hidup Sehat, Tips Sehat 29 Juli 2020 . Waktu baca 5 menit

8 Hal yang Perlu Dipersiapkan Saat Keluar Rumah di Masa New Normal

Ada beragam persiapan yang perlu dibawa saat beraktivitas di luar ruangan pada masa New Normal. Cari tahu daftar perlengkapan yang perlu disediakan.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda
Konten Bersponsor
persiapan saat new normal
Hidup Sehat, Tips Sehat 29 Juli 2020 . Waktu baca 6 menit

Tips Jaga Diri Saat Merawat Orang Sakit Kronis di Masa Pandemi

Ketika sibuk meluangkan waktu untuk mengasuh anggota keluarga, jangan lupa untuk tetap jaga diri saat merawat orang sakit kronis. Simak caranya di sini.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Willyson Eveiro
Konten Bersponsor
foto orang yang merawat anggota keluarga yang terkena penyakit kronis; saat mengasuh, penting untuk tetap jaga diri saat merawat orang sakit kronis
Hidup Sehat, Tips Sehat 13 Juli 2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

Konten Bersponsor
foto keluarga bahagia yang sudah dilindungi oleh manfaat asuransi jiwa

5 Manfaat Asuransi Jiwa bagi Keluarga

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Willyson Eveiro
Dipublikasikan tanggal: 5 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit
Konten Bersponsor
cara mengasuh akan membawa pengaruh pada karakter anak

Mengenal Perbedaan Manfaat Antara Asuransi Jiwa dan Kecelakaan

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 5 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
Konten Bersponsor
perencanaan perlindungan keluarga

4 Jenis Perencanaan Perlindungan Keluarga

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda
Dipublikasikan tanggal: 5 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit
Konten Bersponsor
asuransi kesehatan untuk freelancer

Tips untuk Freelancer Menjaga Kesehatan dan Memilih Asuransi

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 29 Juli 2020 . Waktu baca 5 menit