Sebagai nasabah asuransi kesehatan, Anda berhak untuk mengajukan klaim guna mendapatkan manfaat yang diberikan oleh pihak perusahaan asuransi. Namun, sebelum benar-benar mengajukan klaim tersebut, tidak ada salahnya untuk memahami langkah demi langkah lebih dalam guna mempermudah proses klaim asuransi kesehatan Anda nantinya. Jadi, bagaimana caranya?

Bagaimana prosedur untuk klaim asuransi kesehatan?

Asuransi kesehatan yang tersedia saat ini terbagi menjadi dua macam. Ada asuransi kesehatan konvensional (swasta), dan asuransi kesehatan pemerintah (JKN-KIS yang dikelola oleh BPJS). Keduanya memiliki cara klaim yang berbeda.

Nah, agar pengajuan klaim asuransi kesehatan Anda berjalan dengan lancar, coba ikuti beberapa prosedur berikut ini:

Langkah-langkah klaim asuransi kesehatan swasta

1. Pahami prosedur klaim

Ada dua metode yang bisa dipakai untuk melakukan klaim asuransi, yakni sistem tanpa tunai (cashless) dan sistem penggantian (reimburse). Memahami dengan baik prosedur klaim sangat penting, karena dengan begitu Anda akan lebih dimudahkan saat hendak melakukan klaim.

Terlebih bila asuransi yang Anda gunakan menerapkan sistem reimburse, di mana pengajuan klaim baru bisa dilakukan setelah semua pengobatan selesai. Sementara untuk sistem cashless, Anda tidak perlu mengajukan klaim apa pun karena semua biaya perawatan telah dibayarkan oleh pihak asuransi.

2. Ajukan klaim secepatnya

Masing-masing perusahaan asuransi kesehatan punya batas waktu maksimal untuk pengajuan klaim. Jika Anda melakukan klaim melewati tanggal yang telah ditetapkan, perusahaan asuransi tidak segan-segan untuk menolak klaim tersebut.

Intinya, semakin cepat Anda mengajukan klaim, maka akan semakin cepat pula proses klaim selesai beserta biaya penggantinya.

3. Mengisi formulir klaim asuransi

Pengajuan klaim asuransi tidak lengkap tanpa mengisi formulir klaim. Pengisian formulir ini biasanya meliputi semua data pemegang polis secara detail. Mulai dari nama lengkap, nomor KTP, nomor anggota asuransi, data rumah sakit, data perawatan kesehatan, dan lain sebagainya.

4. Lampirkan semua dokumen yang dibutuhkan

Setelah selesai mengisi formulir, jangan lupa untuk melampirkan semua dokumen yang terkait dengan pengobatan Anda. Baik itu rawat jalan ataupun rawat inap.

Beberapa perusahaan asuransi kesehatan biasanya menyarankan Anda untuk menghubungi pihak asuransi sebelum memulai proses perawatan. Tujuannya untuk memastikan kalau pengobatan yang akan Anda jalani bisa ditanggung oleh asuransi.

Setelah itu, untuk mempermudah proses klaim asuransi ini pastikan Anda melengkapi dokumen yang terdiri dari identitas Anda, kuitansi tagihan pengobatan, catatan medis asli atau fotokopi, surat pengantar dari dokter, serta dokumen pendukung lain yang ada hubungannya dengan pengobatan Anda.

Jangan sampai ada kesalahan pada dokumen yang Anda serahkan. Kesalahan ini bisa membuat klaim ditunda atau bahkan ditolak oleh pihak asuransi.

5. Simpan salinan berkas klaim asuransi

Jika semua sudah beres, jangan lupa untuk menyimpan semua salinan berkas yang berubungan dengan klaim asuransi kesehatan Anda. Dengan begitu, Anda bisa menjaga kemungkinan hilangnya data klaim pada pihak asuransi.

asuransi double claim

Langkah-langkah klaim asuransi kesehatan BPJS

1. Klaim BPJS Kesehatan beda dengan asuransi kesehatan swasta

Klaim untuk biaya pengobatan dengan BPJS Kesehatan akan secara otomatis dilakukan oleh fasilitas kesehatan (faskes) atau rumah sakit yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan.

Jadi, Anda hanya perlu menunjukkan kartu anggota yang Anda miliki untuk berobat, tanpa harus meminta penggantian biaya nantinya. Biaya pengobatan yang ditanggung oleh pihak BPJS Kesehatan akan dikirim langsung ke faskes atau rumah sakit.

2. Melengkapi seluruh dokumen yang dibutuhkan

Sama seperti cara klaim asuransi kesehatan pada umumnya, Anda juga akan diminta untuk menyerahkan dokumen yang mendukung proses klaim ini. Misalnya fotokopi KTP, fotokopi kartu keluarga, surat rujukan dari faskes pertama bila berobat di rumah sakit, kartu tanda keanggotaan BPJS Kesehatan Anda, dan lainnya.

3. Klaim BPJS Kesehatan bisa langsung dipakai untuk berobat

Selanjutnya, tanpa perlu waktu lama Anda bisa langsung menggunakan manfaat yang diberikan oleh BPJS Kesehatan untuk berobat. Penting untuk diingat, bahwa BPJS Kesehatan menerapkan sistem rujukan berjenjang. Maka alurnya, Anda harus melalui faskes pertama dulu sebagai gerbang awal pengobatan, seperti puskesmas atau klinik.

Jika masih bisa ditangani di faskes pertama, Anda tidak perlu dirujuk ke faskes tingkat lanjutan (FKRTL). Namun, bila memang diperlukan, maka faskes 1 akan memberikan rujukan ke rumah sakit terdekat yang sudah bekerjasama dengan BPJS Kesehatan.

4. Selalu pastikan surat rujukan masih berlaku

Kondisi medis yang tidak memungkinkan untuk diobati di faskes pertama, akan dialihkan ke rumah sakit dengan dibekali surat rujukan. Meski begitu, surat rujukan ini ada batasan masa berlakunya, sampai dengan tiga bulan terhitung dari awal terbitnya surat.

Bila setelah tiga bulan kondisi belum kunjung membaik, Anda bisa memperpanjang masa berlaku surat tersebut dengan cara mengulang kembali prosedur dari awal.

Baca Juga:

Sumber
Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca