Adakah Batas Maksimal untuk Transfusi Darah?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 23/03/2020 . 4 menit baca
Bagikan sekarang

Transfusi darah terkadang dibutuhkan seseorang ketika sedang mengalami tindakan medis. Saking pentingnya, seringkali transfusi darah dapat menyelematkan nyawa seseorang. Namun transfusi tidak dapat dilakukan secara sembarangan. Beberapa hal menjadi faktor penentu apakah seseorang memang memerlukan transfusi darah. Terdapat aturan yang perlu Anda ketahui sebelum melakukan atau memiliki kerabat yang akan mendapat transfusi darah. Salah satunya adalah batas atau limit dalam transfusi darah.

Memahami aturan dalam batas maksimal transfusi darah

Sebenarnya tidak ada batas tertentu tentang berapa banyak transfusi darah yang diperbolehkan ketika seseorang sedang dalam kondisi kronis atau keadaan darurat. Namun, terdapat penelitian mengenai siapa saja yang akan mendapat manfaat dari transfusi darah dan apakah terdapat batasan dalam hal jumlah darah yang harus diberikan setiap transfusi.

Parameter transfusi

Darah mengandung sel darah putih dan merah, serta dilengkapi trombosit dan plasma. Transfusi darah dilakukan secara lengkap (semua kandungan darah), atau transfusi yang lebih umum dilakukan yaitu transfusi bagian spesifik dari darah.

Sebagian besar rumah sakit memiliki aturan mengenai tingkat seberapa rendah sel darah merah sebelum pasien dinyatakan perlu mendapat transfusi darah. Aturan ini disebut juga parameter transfusi darah.

Penelitian menunjukkan bahwa dengan melarang transfusi darah sebelum seseorang memiliki tingkat hemoglobin antara 7 dan 8 gram per desiliter (g/dL) berhubungan dengan menurunnya angka kematian, durasi tinggal di rumah sakit yang lebih singkat, dan pemulihan yang lebih cepat.

Penelitian lain menemukan menahan transfusi darah pada pasien untuk menunggu tingkat hemoglobin berada pada parameter 7 atau 8 g/dL menghasilkan manfaat yang lebih baik sekaligus menurunkan biaya pengobatan.

Batas transfusi darah

Batas transfusi darah bergantung pada beberapa faktor dan bertujuan untuk menghindari efek samping atau komplikasi. Darah diawetkan dengan senyawa yang bernama sitrat agar tidak menggumpal. Paparan sitrat akibat transfusi yang berulang dalam waktu berdekatan dapat menyebabkan tingkat kalium Anda meningkat dengan cepat, sedangkan tingkat kalsium dan magnesium menurun. Hal ini dapat berdampak pada kondisi jantung.

Transfusi darah masif berpotensi menyebabkan komplikasi. Transfusi darah masif adalah ketika pasien mendapat 4 unit sel darah merah dalam satu jam, atau lebih dari 10 unit dalam 24 jam.

Komplikasi yang berpotensi terjadi di antaranya:

  • Kelainan elektrolit
  • Hipotermia (suhu tubuh rendah)
  • Penggumpalan darah
  • Asidosis metabolik, di mana cairan tubuh mengandung terlalu banyak asam
  • Stroke atau serangan jantung

Namun, transfusi masif tetap dibutuhkan untuk sebagian kondisi kesehatan, seperti:

Transfusi darah mungkin dibatasi akibat persediaan terbatas

Dalam beberapa kasus seperti ketika bencana alam atau kecelakaan besar yang memakan banyak korban, transfusi darah kemungkinan akan dibatasi.

Kasus lain yang menyebabkan terbatasnya transfusi darah adalah ketika seseorang membutuhkan tambahan darah tapi memiliki kondisi kesehatan yang mungkin kontraindikasi atau akan menyebabkan masalah apabila mendapat tambahan darah. Contohnya seperti kondisi jantung tertentu dapat menjadi lebih buruk apabila terjadi peningkatan jumlah darah dalam tubuh.

Kesimpulan

Sampai saat ini belum ada aturan pasti mengenai berapa jumlah darah yang harus diberikan pada pasien ketika transfusi. Namun, penelitian menunjukan, transfusi darah yang terlalu berlebih dapat mengurangi hasil dari pengobatan bahkan dapat menyebabkan komplikasi.

Mengikuti panduan dan aturan mengenai kapan harus memberikan transfusi darah (memperhatikan tingkat hemoglobin) dapat bermanfaat pada hasil pengobatan dan dapat mengurangi komplikasi.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Plasma Darah Orang Sembuh Bisa Mengobati Pasien COVID-19?

Sebuah temuan baru dari peneliti di Tiongkok yang mengatakan bahwa plasma darah orang yang sembuh dapat mengobati pasien COVID-19. Bagaimana caranya?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Coronavirus, COVID-19 21/02/2020 . 5 menit baca

Bolehkah Donor Darah Saat Terinfeksi Virus Herpes?

Tidak semua orang boleh melakukan donor darah. Lantas, bagaimana jika ingin donor darah saat terinfeksi herpes? Berikut ulasannya.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Penyakit Kulit, Health Centers 27/04/2019 . 4 menit baca

Sederet Fakta Mengejutkan Tentang Darah Manusia

Darah yang mengalir di dalam tubuh Anda memiliki banyak fakta mengejutkan yang mungkin tidak pernah bayangkan sebelumnya. Apa saja? Yuk, intip di sini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Hidup Sehat, Fakta Unik 17/04/2019 . 12 menit baca

Pernah Mengidap Hepatitis Sebelumnya, Bolehkah Saya Ikut Donor Darah?

Pendonor darah harus selalu dalam kondisi sehat jasmani dan rohani. Lantas, jika pernah mengalami hepatitis boleh donor darah atau tidak, ya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Gangguan Pencernaan, Health Centers 09/02/2019 . 4 menit baca

Direkomendasikan untuk Anda

donor darah saat puasa

Bolehkah Kita Donor Darah Saat Puasa? Apa Saja Risikonya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 02/05/2020 . 6 menit baca
mengobati thalassemia

Apakah Pengidap Thalassemia Bisa Sembuh Total?

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 10/04/2020 . 5 menit baca
transfusi darah dbd

Apakah Semua Pasien DBD Perlu Transfusi Ketika Trombosit Turun?

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda
Dipublikasikan tanggal: 07/04/2020 . 6 menit baca
donor darah saat COVID-19

Tips Donor Darah yang Aman Saat Pandemi COVID-19

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 27/03/2020 . 4 menit baca