3 Herbal Alami Supaya Tak Gampang Sakit Saat Puasa

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 8 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Selama menjalani ibadah puasa, tak jarang daya tahan tubuh menjadi menurun. Buktinya saja, banyak yang mudah terserang flu atau penyakit infeksi lain saat bulan puasa. Hal ini sebenarnya wajar terjadi, karena perubahan pola makan serta jadwal tidur bisa jadi alasan utama mengapa daya tahan tubuh Anda melemah di bulan puasa. Oleh karena itu, mengonsumsi herbal alami bisa menjadi pilihan untuk membuat daya tahan tubuh Anda menjadi kuat.

Herbal alami apa saja yang bisa meningkatkan daya tahan tubuh selama puasa?

1. Jinten hitam (habbatussauda)

Pernah dengar herbal yang bernama habbatussauda? Di Indonesia, jenis herbal alami ini dikenal sebagai jinten hitam. Jinten hitam dianggap sebagai herbal yang cukup ampuh dalam meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Telah banyak penelitian yang membuktikan manfaat dari jinten hitam bagi daya tahan serta kesehatan tubuh.

Jinten hitam mengandung zat farmakologi aktif, seperti thymoquinone, carvacrol, dan thymol yang dapat membuat sistem kekebalan tubuh semakin kuat. Jenis herbal ini bekerja dengan cara meningkatkan respon sel-sel darah putih dalam melawan infeksi serta zat-zat asing yang masuk ke dalam tubuh. Tak hanya itu, banyak penelitian yang menyebutkan juga bila habbatussauda ini membantu tubuh dalam memaksimalkan produksi sel darah putih, sehingga daya tahan tubuh pun meningkat.

Bahkan bukan hanya baik untuk daya tahan tubuh Anda saja, jenis herbal alami ini juga mengandung antioksidan dan terbukti memiliki kemampuan sebagai antikanker, antidiabetes, antibakteri, dan anti-peradangan.

2. Kunyit

Jenis herbal alami ini tak kalah ampuh dalam menghadang segala zat asing yang akan mengganggu pertahanan tubuh selama puasa. Dalam berbagai penelitian disebutkan bahwa kunyit adalah jenis rimpang yang memiliki kemampuan untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Kunyit bekerja dengan cara meningkatkan produksi sel-sel darah putih yang menjadi ‘pasukan utama’ dalam melawan segala jenis infeksi, entah itu infeksi bakteri maupun virus.

Ini sangat penting terutama saat Anda berpuasa, karena perubahan pola makan dan jam tidur selama Ramadan sering kali membuat sistem pertahanan tubuh melemah dan membuat kita lebih rentan serangan bakteri dan virus.

Zat curcumin yang terkandung di dalam kunyit, diketahui dapat berperan sebagai antibakteri dan mampu melindungi pencernaan Anda dari infeksi E.coli dan Staphylococcus aureus. Sebuah studi medis telah menemukan jika mengonsumsi kunyit secara berkala dapat membantu pasien dengan berbagai masalah pencernaan seperti diare atau luka pada saluran cerna. Menjaga kesehatan saluran cerna adalah salah satu cara meningkatkan daya tahan tubuh, karena jika ada terlalu banyak bakteri jahat di dalam sistem pencernaan, sistem imun tubuh malah menurun dan kita pun lebih rentan terkena penyakit.

3. Kulit manggis

Kulit manggis, herbal alami yang sedang ‘naik daun’ ini memiliki kandungan zat xanthone yang berperan sebagai antioksidan di dalam tubuh. Zat antioksidan ini mampu mencegah radikal bebas terjadi, sehingga ekstrak kulit manggis bersifat antikanker, antidiabetes, anti-peradangan, dan dapat mencegah berbagai penyakit kronis lainnya.

Kulit manggis juga bermanfaat untuk membuat kekebalan tubuh Anda meningkat dalam melawan penyakit, jadi dapat mencegah Anda jatuh sakit saat menjalani puasa Ramadan. Selain itu, kandungan alami yang ada di dalam kulit manggis mampu menjaga kulit Anda tetap sehat. Herbal alami ini mencegah kulit menjadi kering yang mungkin sering terjadi selama bulan Ramadan akibat tubuh kekurangan cairan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Selain Pengharum Kosmetik, Ini 4 Manfaat Daun Sage untuk Kesehatan yang Jarang Diketahui

Sage banyak dipakai dalam pengharum sabun & kosmetik. Namun, ada berbagai manfaat daun sage bagi kesehatan yang mungkin belum Anda ketahui.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Pengobatan Herbal dan Alternatif, Herbal A-Z 10 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit

Berkenalan dengan Belladonna, Tanaman Beracun yang Bermanfaat untuk Tubuh

Belladonna dikenal sebagai tanaman beracun dan mematikan, namun ternyata menyimpan banyak manfaat untuk kesehatan. Salah satunya untuk mabuk perjalanan.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Pengobatan Herbal dan Alternatif, Herbal A-Z 9 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit

Manfaat Ganja dalam Dunia Medis Plus Efeknya untuk Kesehatan

Meski ilegal di sebagian besar negara di dunia, mariyuana alias ganja terbukti memiliki beberapa manfaat medis jika digunakan dalam batas kewajaran.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Pengobatan Herbal dan Alternatif, Herbal A-Z 6 Februari 2021 . Waktu baca 12 menit

Herbal Anti-Aging untuk Memperlambat Proses Penuaan dan Tampak Awet Muda

Banyak tanaman herbal memiliki manfaat anti-aging untuk memperlambat proses penuaan dan membuat awet muda. Apa saja?

Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Kesehatan Lansia, Perawatan Lansia 29 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

manfaat kulit manggis

5 Manfaat Kulit Manggis untuk Kesehatan Tubuh

Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 1 Maret 2021 . Waktu baca 3 menit
manfaat bunga lawang

6 Manfaat Mujarab Bunga Lawang yang Sayang Dilewatkan

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 24 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit
adaptogen adalah

Mengenal Khasiat Adaptogen, Zat Penangkal Stres di Dalam Tanaman Herbal

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Rr. Bamandhita Rahma Setiaji
Dipublikasikan tanggal: 22 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit
asam urat

Herbal untuk Mengatasi Penyakit Asam Urat atau Artritis Gout

Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 17 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit