home
close

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

5 Racikan Bahan Alami untuk Pengharum Ruangan

5 Racikan Bahan Alami untuk Pengharum Ruangan

Siapa yang tidak suka jika ruangan bersih dan harum? Tentunya kondisi ruangan juga berpengaruh kepada mood seseorang. Ruangan yang bersih akan membuat kita merasa nyaman. Banyak orang yang menambahkan pengharum ruangan sebagai salah satu faktor relaksasi dan juga penanda udara ruangan yang bersih. Tetapi, tahukah Anda bahwa pengharum ruangan berbahan kimia memiliki racun yang berbahaya bagi kesehatan?

Bahaya pengharum ruangan kimia

Pada tahun 2005, Bureau European des Unions de Consommateurs menerbitkan sebuah studi banding mengenai pengharum ruangan. Mereka mengukur senyawa organik volatil (VOC) dan aldehida yang terdapat pada pengharum ruangan. Hasilnya adalah tingkat neurotoksin (racun yang menyerang sistem saraf) yang dihasilkan di udara melebihi tingkat aman VOC (>200µg/m3), bahkan beberapa ada yang mencapai 4.000-5.000µg/m3. Hal tersebut dapat menyebabkan iritasi mata, kulit dan tenggorokan, pusing, mual, asma, sesak napas, sakit liver, anesthesia, bahkan koma.

Dr. rer. Nat. Budiawan dari Puska RKL (Pusat Kajian Risiko dan Keselamatan Lingkungan) juga memaparkan bahwa pemakaian produk apa pun yang merupakan zat-zat kimia, bila berlebihan atau berkontak langsung melalui sistem pernapasan, akan menimbulkan gangguan pada fungsi sistem saraf. Seperti sebuah kasus yang terjadi di Bali pada pertengahan Maret tahun 2006, sejumlah siswa/siswi SD dilarikan ke rumah sakit akibat keracunan sisa pengharum mobil yang dibawa salah seorang siswa.

Lalu, apakah kita harus berhenti memakai pengharum ruangan? Jawabannya, tentu tidak. Setelah mengetahui bahaya pengharum ruangan bagi kesehatan, bukan berarti kita tidak dapat membuat pengharum ruangan sendiri.

Bahan-bahan alami untuk membuat pengharum ruangan

Berbagai bahan alami seperti jeruk, kayu manis, cengkeh, lemon, jeruk nipis, rosemary, ekstrak vanila, timi, mint, jahe, ekstrak almond, daun pinus atau ranting cemara, daun salam, dan biji pala bisa jadi alternatif untuk pengharum ruangan yang alami dan bebas bahan kimia. Seperti yang dilansir dari richtonparklibrary.org, dari bahan-bahan tersebut, kita dapat membuat pengharum ruangan alami yang aman bagi kesehatan dengan 5 aroma yang berbeda.

Berikut ini lima jenis pewangi alami yang bisa Anda racik sendiri untuk membuat rumah jadi lebih semerbak.

Jeruk, kayu manis, cengkeh

Siapkan jeruk, kayu manis (cinnamon), dan cengkeh. Iris satu buah jeruk tipis-tipis. Masukkan irisan jeruk secukupnya ke dalam toples. Lalu, masukkan kayu manis, cengkeh dan air. Anda boleh menggunakan kayu manis berbentuk batang ataupun bubuk. Aroma ini dapat mengharumkan beberapa ruangan sekaligus dibandingkan dengan aroma lainnya.

Lemon, rosemary, vanilla

Siapkan lemon, rosemary, dan ekstrak vanila. Iris lemon tipis-tipis, lalu tambahkan rosemary, cengkeh, dan air ke dalam toples. Anda tidak perlu memberi ekstrak vanila terlalu banyak sehingga wangi yang dihasilkan menyegarkan.

Jeruk nipis, mint, vanilla

Siapkan jeruk nipis, thyme, mint dan ekstrak vanila. Iris jeruk nipis tipis-tipis, lalu tambahkan thyme, ekstrak vanila, mint, dan air. Sama seperti aroma ke-2, Anda tidak perlu menggunakan ekstrak terlalu banyak sehingga wangi yang dihasilkan menyegarkan.

Jeruk, jahe, almond

Sediakan jeruk, jahe (baik berbentuk utuh atau bubuk), dan ekstrak almond. Iris jeruk dan jahe tipis-tipis, lalu masukkan irisan tersebut serta ekstrak almond dan air ke dalam toples. Wangi yang dihasilkan akan terasa manis.

Daun pinus, daun salam, biji pala

Sediakan daun pinus, daun salam, dan biji pala. Gabungkan semua bahan dan air ke dalam toples. Jika Anda menggunakan biji pala utuh, maka Anda harus mengupas kulitnya untuk mengeluarkan aroma pala yang unik.

Simpan toples-toples tersebut di lemari es selama 1-2 minggu (toples ini juga dapat dibekukan selama satu bulan). Bila sudah siap untuk digunakan, biarkan mencair selama 12 jam. Pastikan Anda menggunakan toples yang aman untuk freezer. Untuk mendapatkan hasil yang maksimal, cobalah menghangatkan toples-toples tersebut hingga aroma dari dalam toples keluar seutuhnya.

Alternatif lain

Selain menggunakan berbagai bahan di atas, Anda juga dapat menggunakan tumbuhan hidup yang dapat mengharumkan ruangan seperti, pohon geranium, melati arab, sitrus, eucalyptus, gardenia, pohon salam manis, stephanotis, kemuning, tea rose, anggrek korsase, anggrek oncidium, bunga hoya, bunga terompet, dan bunga kamboja.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Adinda Rudystina Diperbarui 07/09/2020
Fakta medis diperiksa oleh Admin HHG
x