8 Titik Refleksi Kaki dan Manfaatnya bagi Kesehatan

    8 Titik Refleksi Kaki dan Manfaatnya bagi Kesehatan

    Memberikan pijatan pada titik refleksi kaki diyakini memiliki manfaat bagi kesehatan. Jenis pijat yang digemari ini ternyata bukan sekadar pijat urut penghilang pegal.

    Pijat refleksi dipercaya membantu penyembuhan stroke hingga mengatasi gangguan kecemasan. Benarkah demikian dan bagian mana saja titik refleksi di kaki?

    Apakah refleksi kaki bisa menyembuhkan penyakit?

    Pijat refleksi adalah pengobatan alternatif yang telah dipraktikkan selama berabad-abad.

    Pengobatan ini dilakukan dengan memberikan tekanan ke berbagai titik di bagian bawah kaki, tangan, dan telinga.

    Namun, praktik pijat refleksi biasanya memang lebih dikenal dengan pemijatan di bagian titik refleksi kaki.

    Saat ini semakin banyak penelitian ilmiah dan klinis terhadap perkembangan teknik refleksi kaki modern.

    Penelitian memperlihatkan khasiat teknik pijat ini dalam mengurangi dan meringankan gejala dari suatu penyakit.

    Menurut ulasan ilmiah dalam Journal of Traditional and Complementary Medicine (2015), pijat refleksi membantu memelihara kesehatan dan pengobatan penyakit kronis seperti stroke dan stres.

    Meski pijat refleksi bermanfaat, masih dibutuhkan penelitian lebih untuk membuktikan efektivitas pijat refleksi kaki untuk mengatasi penyakit.

    Titik refleksi kaki dan manfaatnya untuk tubuh

    titik refleksi kaki

    Pijat refleksi memang memiliki banyak manfaat untuk kesehatan. Terkadang kita melakukan pijat kaki sendiri sekadar untuk menghilangkan kelelahan.

    Namun, Anda sebaiknya tidak sembarangan melakukan pijatan pada titik saraf kaki tanpa mengetahui teknik yang benar.

    Pastikan Anda mendapatkan terapi profesional yang memahami seluk-beluk titik saraf kaki untuk mendapatkan manfaat yang optimal.

    Umumnya, titik saraf pada kaki kanan dan kiri menunjukkan area tubuh pada sisi yang sama.

    Kaki kanan untuk bagian tubuh sebelah kanan dan kaki kiri untuk bagian tubuh sebelah kiri.

    Berikut ini titik-titik refleksi kaki dan manfaatnya untuk kesehatan.

    1. Jari-jari kaki

    Titik refleksi kaki di bagian jari biasanya sangat berkaitan dengan bagian tubuh atas seperti kepala, leher, dan wajah.

    Pijatan yang tepat dan lembut di bagian jari-jari kaki dapat membantu mengurangi pusing, kram atau kelelahan di bagian leher, bahkan sinus.

    Pergelangan jari kaki pun jangan sampai terlewat sebab dapat berhubungan dengan masalah mulut seperti gigi, gusi, dan rahang.

    2. Ibu jari

    Selain dengan mengonsumsi obat atau beristirahat, memberikan pijatan lembut pada titik refleksi kaki bagian ibu jari dapat membantu mengurangi sakit kepala.

    Pijat refleksi ini juga bisa jadi salah satu teknik pijat untuk migrain yang cukup mengganggu dan memberikan manfaat yang mirip dengan teknik pijat akupresur.

    Pijat refleksi pada bagian pergelangan jempol serta jari kaki lainnya juga diyakini dapat mengatasi masalah pada kelenjar tiroid dan sinus.

    3. Kelingking

    titik refleksi kaki

    Titik refleksi kaki di bagian jari kelingking biasanya berkaitan dengan masalah rongga (sinus) paranasal dan bagian wajah.

    Gejala sinusitis meliputi hidung tersumbat dan meler dengan lendir berwarna hijau atau kekuningan dan disertai dengan rasa sakit di area wajah terutama di hidung, pipi, dan dahi.

    Selain dengan obat-obatan yang mungkin diresepkan setelah pemeriksaan oleh dokter spesialis THT, melakukan pijat refleksi juga dapat mengurangi gejalanya.

    4. Telapak kaki bagian pinggir dalam

    Telapak kaki memiliki banyak titik refleksi yang berhubungan dengan berbagai masalah kesehatan.

    Bagian dalam telapak kaki yang melengkung terdapat titik saraf untuk mengatasi penyakit pada bagian timus, kelenjar adrenal, pankreas, dan tulang belakang.

    Namun, mengatasi penyakit ini juga memerlukan penanganan medis selain dengan bantuan pijat refleksi untuk mengoptimalkan penyembuhan.

    5. Telapak kaki bagian pinggir luar

    Beberapa titik refleksi telapak kaki di bagian luar melibatkan beberapa organ vital dalam tubuh.

    Mengingat fungsi organ vital sangat penting, sebaiknya terapi refleksi hanya dilakukan oleh ahlinya.

    Organ vital yang termasuk dalam titik refleksi telapak kaki bagian luar adalah hati, paru-paru, limpa, diafragma, usus besar, dan kantong empedu.

    Selain organ vital, titik saraf ini berkaitan dengan anggota gerak atas, yaitu bahu dan lengan.

    6. Telapak kaki bagian tengah

    titik refleksi kaki

    Titik refleksi kaki pada bagian tengah berhubungan dengan organ tubuh yang tak kalah penting.

    Anda juga bisa menggunakan alternatif pijat refleksi bila khawatir dengan pijat perut yang bukan dengan ahlinya.

    Pasalnya, di bagian inilah letak titik akupuntur kaki untuk lambung, perut, usus kecil, hingga organ ginjal.

    Bila Anda mengalami masalah pada bagian ini, misalnya penyakit ginjal dan asam lambung naik, terapi akan dilakukan pada titik saraf di bagian tengah telapak kaki.

    Meski begitu, Anda juga akan membutuhkan obat medis di bawah pengawasan dokter.

    7. Telapak kaki bagian tumit

    Bagian tumit pada telapak kaki ternyata juga memiliki titik refleksi kaki.

    Bagian ini berkaitan dengan saraf siatik, tulang ekor, dan bagian bawah tulang belakang.

    Seperti yang mungkin sudah Anda ketahui, masalah pada bagian tubuh tersebut biasanya memerlukan penanganan dari dokter saraf maupun fisioterapi.

    Selain mendapatkan penanganan medis di atas, pijat refleksi dan olahraga untuk atasi sakit tulang ekor juga bisa jadi alternatif pengobatan tambahan.

    8. Punggung kaki

    Tidak hanya di bagian telapak kaki, titik saraf kaki juga terdapat pada punggung kaki.

    Selain memberikan efek rileks pada bagian kaki, titik akupuntur kaki di bagian ini terhubung dengan tubuh bagian atas seperti dada, payudara, paru-paru, punggung, bahu, dan tangan.

    Sementara itu, pijatan pada titik refleksi kaki di area ini juga dapat meringankan gejala kelelahan atau rasa kaku pada bagian lutut, paha, pinggul, dan panggul.

    Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

    Sumber

    Embong, N., Soh, Y., Ming, L., & Wong, T. (2015). Revisiting reflexology: Concept, evidence, current practice, and practitioner training. Journal Of Traditional And Complementary Medicine, 5(4), 197-206. doi: 10.1016/j.jtcme.2015.08.008

    Wang, W., Hung, H., Chen, Y., Chen, K., Yang, S., Chu, C., & Chan, Y. (2020). Effect of Foot Reflexology Intervention on Depression, Anxiety, and Sleep Quality in Adults: A Meta-Analysis and Metaregression of Randomized Controlled Trials. Evidence-Based Complementary And Alternative Medicine, 2020, 1-21. doi: 10.1155/2020/2654353

    J. E. M. McCullough, S. D. Liddle, M. Sinclair, C. Close, and C. M. Hughes. (2014). The Physiological and Biochemical Outcomes Associated with a Reflexology Treatment: A Systematic Review. Evidence-Based Complementary and Alternative Medicine. https://doi.org/10.1155/2014/502123

    Reflexology for stress relief. (2022). Retrieved 9 August 2022, from https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/consumer-health/expert-answers/what-is-reflexology/faq-20058139

    What Are Reflexology Points and Areas? | Taking Charge of Your Health & Wellbeing. (2022). Retrieved 9 August 2022, from https://www.takingcharge.csh.umn.edu/reflexology-points

    Foto Penulisbadge
    Ditulis oleh Dwi Ratih Ramadhany Diperbarui Aug 30
    Ditinjau secara medis oleh dr. Andreas Wilson Setiawan