home

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Beragam Teknik Pijat untuk Bantu Redakan Migrain

Beragam Teknik Pijat untuk Bantu Redakan Migrain

Rasa sakit pada migrain jauh lebih parah dari sakit kepala biasa. Biasanya, kepala akan terasa berdenyut, dan disertai dengan gejala lainnya, seperti mual, muntah, hingga sensitif terhadap cahaya dan suara. Sakit kepala migrain memang cukup melumpuhkan sehingga membuat seseorang sulit untuk melakukan berbagai aktivitas. Salah satu cara untuk bantu mengatasi migrain yaitu dengan pijatan. Berikut panduan pijat untuk migrain yang bisa Anda coba.

Manfaat pijatan untuk penderita migrain

Pijat adalah istilah umum yang meliputi kegiatan menekan atau menggosok area kulit, otot, tendon, dan ligamen Anda. Kegiatan atau teknik ini kerap dijadikan sebagai cara alternatif untuk mengobati kondisi medis tertentu, seperti cedera olahraga, stres, gangguan kecemasan, nyeri sendi dan otot, hingga sakit kepala.

Jenis sakit kepala yang kerap dikaitkan dengan pijat sebagai salah satu metode penyembuhannya adalah sakit kepala tegang (tension headache). Namun, beberapa penelitian melaporkan, terapi pijat juga bermanfaat pada beberapa penderita sakit kepala migrain.

Dilansir dari American Massage Therapy Association, sebuah studi mengenai terapi pijat dan migrain menemukan, penderita migrain yang menerima pijat selama 30 menit lima kali dalam seminggu, melaporkan penurunan frekuensi dan serangan migrain dibandingkan mereka yang tidak mendapat pijatan. Detak jantung, tingkat kecemasan, dan kadar kortisol juga menurun di akhir setiap sesi pijat.

Hal ini bisa terjadi karena ketegangan dan nyeri otot kerap terjadi sebagai efek sisa dari migrain. Selain itu, stres juga bisa menjadi pemicu migrain pada beberapa orang. Bila migrain yang Anda alami terkait dengan dua hal ini, pijat bisa menjadi salah satu cara untuk mengatasinya.

Beragam teknik pijat akupresur untuk migrain

Salah satu teknik pijat yang bisa dilakukan untuk membantu mengatasi migrain adalah akupresur. Pengobatan tradisional khas Cina ini dilakukan dengan memberi tekanan pada titik-titik tertentu di tubuh Anda. Berikut adalah beberapa titik pijat akupresur untuk sakit kepala migrain berikut dengan cara memijat yang tepat:

Pijat di tangan

Titik pijatan di tangan yang dapat membantu menghilangkan gejala migrain, yaitu union valley atau disebut juga dengan teknik He Gu (LI4). Titik ini berada di antara ibu jari dan telunjuk tangan Anda.

Caranya adalah dengan menekan titik tersebut menggunakan ibu jari dan telunjuk tangan Anda yang lain. Tekan yang dalam dan kuat setidaknya 10 detik sambil tarik napas secara perlahan dan dalam, lalu lepaskan. Lakukan hal yang sama pada tangan Anda di sisi yang lain sampai sakit Anda mereda.

Pijat di kaki

Memberi tekanan pada titik-titik tertentu di kaki pun bisa menjadi salah satu cara untuk menghilangkan migrain dengan pijatan. Beberapa titik pijat tersebut, yaitu:

  • Bigger rushing (LV3 atau great surge), yaitu berada di atas cekungan tempat ibu jari dengan telunjuk kaki bertemu. Caranya adalah dengan menekan lembut titik tersebut selama dua menit di kedua kaki secara bergantian. Lakukan sambil duduk rileks setiap kali mengalami migrain atau tiga kali sehari untuk hasil optimal.
  • Above tears (GB41 atau Zu Lin Qi), yaitu berada di bagian atas kaki, sekitar 2-3 cm di atas cekungan antara jari manis dan kelingking kaki. Caranya adalah dengan memberi tekanan kuat, tetapi lembut dengan ibu jari Anda selama satu menit pada kedua kaki secara bergantian.

Pijat di wajah

Anda pasti refleks memijat area wajah ketika serangan migrain terjadi. Bila asal memijat, migrain Anda mungkin tak kunjung membaik. Sebaliknya, menekan titik pijatan yang tepat dapat membantu mengatasi migrain yang Anda alami. Berikut beberapa titik tersebut:

  • Third eye (GV 24,5 atau Yin Tang), yaitu titik akupresur yang berada di antara alis, di atas jembatan hidung. Caranya dengan menekan titik tersebut menggunakan ibu jari atau telunjuk dengan tingkatan tekanan yang beragam hingga Anda merasa nyaman. Tahan tekanan tersebut, lalu lepas saat Anda merasa lega.
  • Drilling bamboo (B2 atau bright light), yaitu berada di kedua sisi jembatan hidung Anda, di pangkal hidung yang dekat dengan ujung alis. Tekan titik tersebut menggunakan ujung telunjuk Anda selama satu menit sambil menarik napas dalam-dalam.
  • Taiyang (EX-HN5), yaitu titik akupresur yang berada di pelipis sebelah kanan dan kiri. Anda hanya perlu menekan kedua sisi pelipis tersebut menggunakan ketiga jari yang berada di tengah dengan gerakan memutar selama beberapa detik hingga Anda merasa lebih baik.

Pijat di leher

Tak hanya merelaksasi otot yang tegang, titik pijatan di leher juga bisa untuk membantu mengatasi migrain yang Anda alami. Salah satu tekniknya disebut dengan gates of consciousness atau gerbang kesadaran (GB20 atau Feng Chi).

Titik akupresur ini berada di bagian belakang kepala, di bawah dasar tengkorak, tepatnya di cekungan antara dua otot leher yang besar. Tekanan menggunakan ibu jari pada titik ini selama 2-3 menit diyakini dapat menstimulasi pelepasan hormon endorfin, yang merupakan pereda nyeri alami tubuh.

Pijat di bahu

Dalam akupresur, titik pijat di baju juga disebut dengan teknik shoulder well atau Jian Jing (GB21). Selain untuk mengatasi otot leher yang tegang dan nyeri bahu, pijat di titik ini juga dapat membantu mengatasi sakit kepala migrain.

Titik ini tepatnya berada di tengah antara ujung bahu dengan pangkal leher. Cara memijat di titik ini untuk mengatasi sakit kepala migrain, yaitu dengan menekan lembut hingga kuat ke area bawah menggunakan ibu jari Anda selama 4-5 detik. Lalu lepaskan selama beberapa detik dan kemudian ulangi lagi gerakan yang sama hingga Anda merasa membaik.

Pijat di telinga

Selain area pijat yang sudah biasa di atas, titik akupresur di telinga juga disebut dapat membantu mengatasi migrain yang Anda alami. Teknik ini disebut juga dengan auriculotherapy.

Salah satu titiknya disebut dengan daith, yang berada di tulang rawan tepat di atas lubang telinga Anda. Selain dengan tekanan akupresur, melakukan akupunktur di titik ini pun diyakini dapat mengatasi migrain, termasuk pada anak-anak.

Teknik pijat lainnya untuk membantu redakan migrain

pijat oksitosin

Pijatan akupresur di atas memang bisa Anda praktikkan di rumah. Namun, selain akupresur, ada beberapa teknik lainnya yang bisa bantu redakan migrain. Namun, teknik-teknik ini perlu dilakukan oleh ahlinya.

  • Pijat Thai

Berbeda dengan pijat pada umumnya, terapis pada pijat Thai atau thai massage biasanya meminta Anda untuk melakukan pijatan dengan berbagai posisi. Dikutip dari penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Alternative and Complementary Medicine, pijat Thai tradisional bisa dijadikan alternatif perawatan efektif untuk bantu redakan sakit kepala kronis dan migrain.

  • Pijat jaringan dalam (deep tissue massage)

Pijat jaringan dalam menggunakan tekanan kuat disertai gerakan lambat untuk memijat lapisan otot yang lebih dalam. Teknik pijat ini dapat mengendurkan otot yang tegang, yang mungkin menjadi penyebab sakit kepala migrain. Akan tetapi, jika Anda memiliki cedera saraf lebih baik konsultasikan terlebih dahulu ke dokter sebelum melakukan pijat yang satu ini.

  • Pijat shiatsu

Shiatsu adalah teknik pijat yang dilakukan dengan menggunakan jemari, tangan, atau siku untuk memijat. Teknik pijatan ini memiliki efek yang besar pada sistem saraf, karena itulah shiatsu dianggap efektif untuk mengatasi migrain. Saat serangan migrain terjadi, terapis akan fokus untuk melakukan tekanan di sekitar kepala, leher, dan bahu, guna meregangkan leher sebagai kunci dalam mengatasi migrain.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

American Massage Therapy Association. 2020. Massage and Headache Relief. https://www.amtamassage.org/publications/massage-therapy-journal/massage-and-headache-relief/. Accessed December 7, 2020.

American Massage Therapy Association. 2020. Tackling Migraines Head-On. https://www.amtamassage.org/publications/massage-therapy-journal/tackling-migraines-head-on/ Accessed December 7, 2020.

Mayo Clinic. 2020. Massage: Get in touch with its many benefits. https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/stress-management/in-depth/massage/art-20045743. Accessed December 7, 2020.

Medical News. 2020. 10 Acupressure Points for Relievin Your Sore Body. https://medical-news.org/10-best-acupressure-points-migraines-headaches/3497/2/. Accessed December 7, 2020.

Memorial Sloan Kettering Cancer Center. 2020. Acupressure for Pain and Headaches. https://www.mskcc.org/cancer-care/patient-education/acupressure-pain-and-headaches. Accessed December 7, 2020.

Nationwide Children’s Hospital. 2020. Migraine and Tension Headaches: Using Massage to Ease the Pain. https://www.nationwidechildrens.org/family-resources-education/700childrens/2017/12/migraine-and-tension-headaches-using-massage-to-ease-the-pain. Accessed December 7, 2020.

University of California. 2020. Acupressure for Beginners. https://exploreim.ucla.edu/self-care/acupressure-and-common-acupressure-points/. Accessed December 7, 2020.

Graff, D. M., & McDonald, M. J. (2018). Auricular Acupuncture for the Treatment of Pediatric Migraines in the Emergency Department. Pediatric emergency care34(4), 258–262. https://doi.org/10.1097/PEC.0000000000000789.

Chatchawan, U., Eungpinichpong, W., Sooktho, S., Tiamkao, S., & Yamauchi, J. (2014). Effects of Thai traditional massage on pressure pain threshold and headache intensity in patients with chronic tension-type and migraine headaches. Journal of alternative and complementary medicine (New York, N.Y.)20(6), 486–492. https://doi.org/10.1089/acm.2013.0176.

Lee, Y. T. (2016). Principle Study of Head Meridian Acupoint Massage to Stress Release via Grey Data Model Analysis. Evidence-based Complementary and Alternative Medicine. 12:1-19. https://doi.org/10.1155/2016/4943204.

Al Amali, M. K., Imandiri, A., & Sukardiman, S. (2018). Acupressure and Aromatic Ginger Herb for A Migraine. Journal of Vocational Health Studies. 2(2). http://dx.doi.org/10.20473/jvhs.V2.I2.2018.80-85.

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Ihda Fadila Diperbarui 18/06/2021
Ditinjau secara medis oleh dr. Tania Savitri