Mengenal Jenis-Jenis Pijat dan Manfaatnya untuk Kesehatan

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 23 September 2018 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Badan sakit setelah olahraga atau beraktivitas memang paling enak diatasi dengan pijat. Tekanan yang diberikan saat pijat dapat membantu mengendurkan otot-otot yang tegang sehingga badan jadi lebih rileks. Namun ternyata, beda jenis pijat beda pula manfaatnya, lho!

Beragam jenis pijat dan manfaatnya untuk kesehatan

1. Pijat Swedia

pijat oksitosin

Bagi Anda yang baru pertama kali ingin mencoba dipijat atau mengalami nyeri tubuh ringan, maka jenis pijat ini cocok untuk Anda. Terapi pijat asal Swedia ini dilakukan dengan menggunakan teknik memijat panjang, gerakan melingkar, getaran, sampai menekan sendi dan seluruh bagian tubuh.

Jenis pijat paling populer ini bermanfaat untuk membantu mengendurkan otot-otot tubuh yang tegang dan mempercepat pemulihan cedera. Sebelum memulai pemijatan, terapis biasanya akan meminta Anda untuk melepaskan baju terlebih dahulu, lalu menutup bagian tubuh Anda dengan kain.

2. Pijat aromaterapi

Pijat aromaterapi sebetulnya merupakan versi lain dari pijat Swedia. Sama seperti namanya, jenis pijat ini menggunakan minyak beraroma, atau yang disebut juga minyak esensial, untuk dibalurkan ke tubuh selama dipijat.

Minyak esensial yang digunakan dapat membuat tubuh jadi semakin rileks, bahkan diyakini bermanfaat untuk menyembuhkan beberapa penyakit. Minyak lavender, misalnya, dipercaya dapat membuat tidur jadi lebih nyenyak sekaligus meringankan gejala PMS.

Selain dibalurkan ke tubuh, Anda dapat menghirup wangi minyak esensial dengan bantuan diffuser yang biasanya disediakan dalam ruangan spa atau pijat. Jenis pijat ini biasanya membutuhkan waktu 60 sampai 90 menit tiap sesi.

3. Pijat batu panas (hot stone massage)

pijat batu panas; hot stone massage adalah pijat batu panas

Hot stone massage alias pijat batu panas sangat cocok untuk Anda yang mengalami nyeri otot hebat di sekujur tubuh. Suhu panas batu dapat membantu meningkatkan aliran darah dan mengurangi ketegangan otot.

Batu panas ini ternyata tidak hanya ditempelkan pada bagian tubuh yang nyeri saja. Pasalnya, terapisnya pun akan memijat tubuh Anda sambil menggenggam batu panas tersebut. Dengan begitu, suhu panasnya akan menjalar ke seluruh tubuh Anda secara maksimal.

Bagi Anda yang ingin melakukan pijat ini namun punya diabetes, tekanan darah tinggi, penyakit jantung, atau varises, sebaiknya konsultasikan dulu ke dokter untuk memastikan kondisi kesehatan Anda.

4. Pijat jaringan dalam (deep tissue massage)

bahaya pijat perut; risiko pijat perut

Dibandingkan pijat Swedia, pijat jaringan dalam atau deep tissue massage cenderung menggunakan lebih banyak tekanan pada tubuh. Itulah mengapa, pijat ini sangat cocok bagi Anda yang mengalami masalah otot kronis seperti nyeri otot, cedera, carpal tunnel syndrome, osteoporosis, hingga masalah postur tubuh.

Teknik pemijatan akan dilakukan secara perlahan dan lebih dalam hingga menyentuh lapisan terdalam otot dan jaringan ikat. Tenang, cara ini tergolong aman dan tidak akan membuat Anda kesakitan saat dipijat.

5. Pijat shiatsu

pijat injak punggung

Beda dengan jenis pijat lainnya, pijat shiatsu dilakukan dengan menggunakan jari jemari, tangan, atau siku untuk memijat. Cara ini dilakukan untuk menstimulasi titik-titik akupresur pada tubuh, tujuannya untuk meningkatkan aliran energi dan mengembalikan keseimbangan tubuh.

Jenis pijat yang satu ini dipercaya dapat membantu mengurangi stres dan melindungi Anda dari berbagai masalah kesehatan, seperti arthritis, insomnia, nyeri punggung dan leher, sakit panggul, dan sinus. Anda bahkan tak perlu melepas pakaian selama melakukan pijat shiatsu.

6. Pijat Thai

Sumber: Spafinder

Pijat Thai adalah perpaduan unik antara terapi pijat dan yoga untuk memberikan tekanan di sepanjang garis energi tubuh. Selama pijat Thai, Anda akan melakukan berbagai posisi pijat bersama dengan terapis.

Anda mungkin akan diminta untuk duduk, membungkuk, miring ke kanan atau ke kiri, membusungkan dada, dan posisi peregangan lainnya selama dipijat. Cara ini dapat mengurangi kekakuan otot dan nyeri punggung, bahkan telah terbukti dapat mengobati masalah keseimbangan dan gejala migrain.

7. Pijat prenatal

pijat punggung saat hamil

Pijat saat hamil boleh saja dilakukan, namun dengan catatan hanya boleh dilakukan oleh terapis khusus yang memiliki lisensi pijat prenatal. Jenis pijat ini dapat membantu meringankan nyeri tubuh, ketegangan otot, kaki bengkak, sampai mengurangi stres saat hamil.

Tekanan yang diberikan cenderung lembut dan mirip dengan pijat Swedia, jadi Anda tak perlu cemas dan takut hal ini akan membahayakan bayi Anda. Terapis biasanya akan fokus pada punggung bawah, pinggul, dan kaki yang sering pegal-pegal saat hamil. Meski begitu, tetap konsultasikan dulu dengan dokter kandungan Anda sebelum memutuskan untuk pijat prenatal.

8. Pijat refleksi

manfaat dan risiko pijat refleksi

Jenis pijat ini sangat cocok bagi Anda ingin dipijat, namun cenderung sensitif atau gampang kegelian saat bagian tubuh tertentu disentuh orang lain. Pijat refleksi ini lebih terfokus pada kaki dan tangan saja – tidak sampai seluruh tubuh.

Kaki dan tangan adalah dua bagian tubuh yang memiliki titik-titik akupresur yang terhubung dengan organ atau bagian tubuh lainnya. Dengan menekan satu titik saja pada kaki atau tanagn, sistem saraf Anda akan memproduksi hormon endorfin alias hormon kebahagiaan. Alhasil, Anda pun akan merasa lebih rileks sekaligus tak lagi merasa sakit pada tubuh.

9. Pijat olahraga (sport massage)

pijat setelah olahraga

Bagi Anda yang sering mengalami cedera setelah olahraga, pijat olahraga cocok untuk Anda. Ya, jenis pijat ini tentu saja dapat membantu Anda mengatasi cedera berulang dan mempercepat proses pemulihannya.

Selain itu, Anda juga dapat memanfaatkan pijat olahraga untuk meningkatkan fleksibilitas dan daya tahan tubuh saat olahraga. Rasa nyaman yang diberikan akan membuat Anda terhindar dari stres, kecemasan, dan ketegangan otot.

Tertarik untuk mencobanya satu per satu?

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

6 Cara Menghangatkan Tubuh Saat Sedang Kedinginan

Mengenakan selimut dan pakaian tebal merupakan salah satu cara menghangatkan tubuh saat kedinginan. Apakah ada cara lainnya?

Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Kesehatan, Informasi Kesehatan 20 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Hati-hati, 8 Suplemen Herbal Ini Tak Boleh Dikonsumsi Sebelum Masuk Ruang Operasi

Meski bermanfaat bagi kesehatan, beberapa suplemen herbal dapat berisiko komplikasi berbahaya jika diminum menjelang operasi. Apa saja itu?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Pengobatan Herbal dan Alternatif, Herbal A-Z 20 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit

Konsumsi Kayu Manis Berlebihan, Hati-hati Risikonya untuk Kesehatan

Meski memiliki manfaat, perhatikan jumlah asupan kayu manis. Terlalu banyak mengonsumsi rempah ini memiliki risiko kayu manis yang berbahaya.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Pengobatan Herbal dan Alternatif, Herbal A-Z 20 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

7 Penyebab Hidung Meler serta Cara Mengatasinya

Hidung ingusan memang sangat menganggu Anda. Berikut tips yang bisa dilakukan di rumah untuk meringankan hidung meler, entah karena flu atau alergi.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kesehatan THT, Gangguan Hidung 19 Januari 2021 . Waktu baca 9 menit

Direkomendasikan untuk Anda

Mengurangi Bau Badan

Deodoran Tidak Mempan Kurangi Bau Badan? Atasi Dengan Bahan Alami Berikut Ini

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Marsha Desica Arsanta
Dipublikasikan tanggal: 21 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit
tips lari untuk penderita rematik

6 Kesalahan Saat Olahraga Lari yang Wajib Dihindari

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Dipublikasikan tanggal: 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
strategi menahan lapar

Cara Menahan Rasa Lapar Saat Melakukan Diet

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Dipublikasikan tanggal: 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
cara mengobati tipes

Berbagai Pilihan Pengobatan untuk Atasi Tipes

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Dipublikasikan tanggal: 20 Januari 2021 . Waktu baca 8 menit