backup og meta

10 Penyebab Langit-Langit Mulut Sakit dan Cara Mengobatinya

Gangguan pada langit-langit mulut dapat menimbulkan gejala nyeri, bengkak, mulut kering, luka di mulut, serta kram pada rahang. Lantas, kenapa langit-langit mulut sakit dan bagaimana cara mengobatinya? Simak ulasan selengkapnya berikut ini.

10 Penyebab Langit-Langit Mulut Sakit dan Cara Mengobatinya

Penyebab langit-langit mulut sakit

Timbulnya rasa sakit pada langit-langit mulut dapat disebabkan oleh masalah ringan atau berat, mulai dari trauma, iritasi, luka di mulut, penyakit mulut, hingga kanker. 

Dengan mengetahui penyebab pastinya, Anda dapat melakukan pengobatan alami yang sesuai atau penanganan medis yang diberikan oleh dokter. 

Berikut ini adalah beberapa penyebab langit-langit mulut sakit yang perlu Anda perhatikan.

1. Trauma dan iritasi

Penyebab umum dari rasa sakit pada langit-langit mulut ialah trauma dan iritasi akibat makanan atau minuman yang dikonsumsi. 

Makanan yang terlalu panas, dengan suhu di atas 80℃, mampu membuat jaringan lunak dalam rongga mulut melepuh.

Selain itu, makanan bertekstur keras dan tajam, seperti kerupuk, keripik kentang, permen keras, dan buah kering, juga bisa menimbulkan luka pada langit-langit mulut Anda.

2. Mulut kering

Mulut kering atau xerostomia ditandai dengan kondisi kelenjar saliva dalam rongga mulut yang tidak mampu memproduksi air ludah dalam jumlah cukup. 

Beberapa kondisi medis, seperti efek obat atau terapi radiasi dapat jadi penyebab mulut kering.

Dehidrasi juga dapat menimbulkan mulut kering. Hal ini dapat dipicu oleh kurangnya konsumsi air minum, konsumsi alkohol berlebih, berkeringat, atau gejala penyakit tertentu.

3. Anemia

Dilansir dari Mayo Clinic, anemia terjadi saat tubuh kekurangan sel darah yang berfungsi untuk menyalurkan oksigen ke seluruh jaringan tubuh.

Orang yang mengidap anemia umumnya merasakan bahwa tubuhnya sangat lemah serta lelah.

Anemia juga bisa memengaruhi kesehatan mulut. Kondisi ini dapat menimbulkan lidah bengkak, mulut kering, retakan merah di sudut bibir, sariawan, dan langit-langit mulut sakit.

4. Sariawan

Sariawan umum dirasakan oleh semua kalangan. Jenis luka di mulut dapat menyerang jaringan lunak mulut, seperti bibir, pipi bagian dalam, lidah, gusi, dan bahkan langit-langit mulut.

Rasa sakit akibat luka sariawan di langit-langit mulut biasanya muncul saat Anda mengonsumsi makanan tertentu, misalnya makanan yang terlalu panas, keras, dan tajam. 

5. Gingivostomatitis

penyebab langit-langit mulut sakit

Gingivostomatitis adalah kondisi infeksi pada rongga mulut dan gusi yang disebabkan oleh virus atau bakteri. Masalah ini umum terjadi pada anak-anak berusia di bawah 6 tahun.

Selain menimbulkan pembengkakan pada bagian mulut, antara lain gusi dan langit-langit mulut, gingivostomatitis juga ditandai dengan bau mulut, demam, dan kehilangan nafsu makan.

6. Herpes oral

Herpes oral yang terjadi pada bagian bibir dan mulut juga dikenal sebagai cold sores. Penyakit ini terjadi akibat infeksi virus herpes simpleks-1 (HSV-1) pada rongga mulut.

Berbeda dengan sariawan yang tidak menular, herpes oral cenderung sangat menular apabila Anda melakukan kontak langsung dengan penderitanya. 

7. Infeksi jamur mulut

Infeksi jamur di mulut atau kandidiasis oral (oral thrush) adalah penyakit di mulut akibat infeksi jamur Candida albicans.

Penyakit ini dapat menyebabkan rasa sakit serta tidak nyaman yang menyebar ke langit-langit mulut, gusi, amandel, hingga bagian belakang tenggorokan.

Oral thrush lebih berisiko terjadi pada orang dengan sistem kekebalan tubuh lemah, contohnya anak-anak, lansia, orang dengan HIV/AIDS, serta pengidap diabetes dan leukemia. 

8. Leukoplakia

Kebiasaan merokok dalam waktu lama bisa menimbulkan bercak keputihan atau abu-abu yang muncul dalam lidah, gusi, dinding, dan langit-langit mulut. Kondisi ini disebut leukoplakia.

Leukoplakia dikaitkan dengan kanker mulut meski tidak semua kejadian berkembang seperti itu. Perlu diagnosis dokter untuk mengetahui risiko timbulnya kanker mulut atau tidak.

9. Oral lichen planus

Lichen planus adalah peradangan yang dapat memengaruhi kulit dan lapisan mukosa. Apabila kondisi tersebut terjadi di rongga mulut, maka disebut sebagai oral lichen planus.

Menurut American Academy of Oral Medicine, oral lichen planus berisiko terjadi pada wanita di atas 50 tahun, meski orang dari segala usia dan jenis kelamin juga bisa mengalaminya.

Oral lichen planus dapat menyebabkan iritasi dan rasa sakit. Kondisi ini tidak menular sehingga tidak perlu khawatir bila melakukan kontak dengan pengidapnya.

10. Kanker mulut

Langit-langit mulut sakit bisa menjadi salah satu gejala kanker mulut yang perlu Anda waspadai. 

Kanker mulut adalah jenis penyakit kanker yang menyerang jaringan pada rongga mulut, seperti bagian dasar mulut dan langit-langit yang lunak maupun keras.

Tanda dan gejala kanker mulut yang perlu Anda perhatikan antara lain:

  • nyeri dan kesulitan menelan,
  • perubahan suara atau masalah saat mengucap,
  • penurunan berat badan yang tidak disadari,
  • perdarahan dan mati rasa di mulut,
  • gigi longgar tanpa alasan yang jelas,
  • kesulitan menggerakkan rahang, serta
  • bercak merah atau putih pada lapisan mulut seperti sariawan yang tak kunjung hilang.

Kanker mulut harus dideteksi dini untuk dapat segera ditangani dan meminimalisasi risikonya. Dokter akan melakukan biopsi atau tes kanker pada jaringan terkait.

Cara mengatasi langit-langit mulut sakit

manfaat berkumur

Rasa sakit yang dirasakan pada langit-langit mulut biasanya bisa segera hilang bila disebabkan trauma dan iritasi akibat makanan panas atau bertekstur keras.

Di samping itu, kondisi yang dipicu oleh gangguan kesehatan pada mulut, seperti sariawan dan herpes oral, juga akan hilang dengan sendirinya dalam satu hingga dua minggu.

Untuk mempercepat proses pemulihan, berikut ini adalah beberapa cara mengatasi langit-langit mulut sakit secara alami yang bisa Anda lakukan.

  • Segera berkumur dan gunakan pasta gigi untuk meredakan nyeri karena mulut melepuh saat mengonsumsi makanan atau minuman panas.
  • Hindari makanan dan minuman dengan rasa pedas atau asam untuk mencegah iritasi lanjutan.
  • Pastikan konsumsi air minum harian cukup untuk menghindari dehidrasi, kurang lebih 8 gelas sehari sesuai kebutuhan.
  • Minum obat pereda nyeri, seperti paracetamol dan ibuprofen, guna mengatasi rasa sakit pada langit-langit mulut.
  • Berkumur dengan air garam atau baking soda untuk menghilangkan rasa nyeri di mulut.
  • Berkumur dengan obat kumur (mouthwash) yang mengandung hidrogen peroksida, benzocaine, atau fluocinonide untuk meredakan luka di mulut.
  • Rutin melakukan perawatan gigi dan mulut sesuai anjuran, seperti menyikat gigi dengan benar, flossing, dan menggunakan obat kumur.
  • Konsumsi makanan dengan asupan zat gizi yang sesuai kebutuhan tubuh, seperti telur, daging merah, dan ayam sebagai sumber vitamin B12 untuk mencegah anemia.
  • Hindari kebiasaan merokok dan minum alkohol.
  • Kurangi stres, misalnya dengan melakukan meditasi atau yoga.

Jangan pernah meremehkan kondisi langit-langit mulut sakit. Saat Anda merasakan sakit yang berkepanjangan dan tidak tertahankan, segeralah berkonsultasi dengan dokter.

Kesimpulan

  • Langit-langit mulut sakit dapat dipicu oleh banyak hal, antara lain trauma, mulut kering, sariawan, infeksi, hingga kanker mulut.
  • Sejumlah perawatan mandiri, seperti berkumur air garam, cukup minum air putih, serta menjaga kebersihan mulut, akan mendukung proses pemulihan.
  • Segera periksakan diri dengan dokter saat rasa nyeri pada langit-langit mulut menetap atau makin parah untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat.

Catatan

Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan. Selalu konsultasikan dengan ahli kesehatan profesional untuk mendapatkan jawaban dan penanganan masalah kesehatan Anda.

Dry mouth. (2018). Mayo Clinic. Retrieved August 27, 2025, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/dry-mouth/symptoms-causes/syc-20356048

Anemia. (2023). Mayo Clinic. Retrieved August 27, 2025, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/anemia/symptoms-causes/syc-20351360

Mouth sores. (n.d.). American Dental Association. Retrieved August 27, 2025, from https://www.mouthhealthy.org/all-topics-a-z/mouth-sores/

Gingivostomatitis. (n.d.). MedlinePlus. Retrieved August 27, 2025, from https://medlineplus.gov/ency/article/001052.htm

Thrush: What is it and how to get rid of it. (2023). Cleveland Clinic. Retrieved August 27, 2025, from https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/10956-thrush

Oral lichen planus. (n.d.). The American Academy of Oral Medicine. Retrieved August 27, 2025, from https://www.aaom.com/oral-lichen-planus

What is leukoplakia? Symptoms, risk factors and treatment. (2024). MD Anderson Cancer Center. Retrieved August 27, 2025, from https://www.mdanderson.org/cancerwise/what-is-leukoplakia-symptoms–risk-factors-and-treatment.h00-159700701.html

Mouth cancer. (2025). Cancer Council. Retrieved August 27, 2025, from https://www.cancer.org.au/cancer-information/types-of-cancer/mouth-cancer

Wong, T., Yap, T., & Wiesenfeld, D. (2020). Common causes of ‘swelling’ in the oral cavity. Australian journal of general practice, 49(9), 575–580. https://doi.org/10.31128/AJGP-02-20-5250-02

Versi Terbaru

30/08/2025

Ditulis oleh Satria Aji Purwoko

Ditinjau secara medis oleh drg. Maurany Annisa Haque

Diperbarui oleh: drg. Maurany Annisa Haque


Artikel Terkait

5 Penyebab Bercak Putih di Dinding Mulut

Kenali Perbedaan Sariawan Biasa dan Herpes di Mulut


Ditinjau oleh drg. Maurany Annisa Haque · Gigi · Maro Dental Practice Jember · Ditulis oleh Satria Aji Purwoko · Diperbarui 30/08/2025

ad iconIklan

Apakah artikel ini membantu?

ad iconIklan
ad iconIklan