5 Cara Alami Mencegah dan Mengatasi Gejala Panas Dalam

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 22 Agustus 2019 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Merasa tenggorokan tidak enak dan mulut terasa panas? Banyak yang menganggap bahwa hal ini adalah tanda dari panas dalam. Ya, panas dalam sering kali dikaitkan dengan gejala seperti sariawan, mulut panas, hingga sakit tenggorokan. Terganggu dengan semua gejala panas dalam tersebut? Begini cara alami yang bisa Anda lakukan untuk meredakan gejala panas dalam.  

Tips mencegah dan meredakan gejala panas dalam

Panas dalam sebenarnya bukanlah suatu penyakit yang bahkan tidak dikenal dalam dunia medis. Namun memang banyak yang mengartikan serangkaian gejala seperti sariawan, mulut panas, hingga sakit tenggorokan, sebagai panas dalam.  

Kondisi ini biasanya terjadi akibat berbagai hal, misalnya seperti infeksi bakteri hingga terlalu banyak makan pedas atau asam yang kemudian membuat asam lambung naik. Jika Anda mengalami hal ini, berikut adalah cara alami dan sederhana yang bisa Anda lakukan:

1. Berkumur-kumur dengan air garam

Berkumur dengan air garam adalah cara alami dan paling mudah untuk mengatasi gejala pada tenggorokan dan mulut. Garam dapat membantu menghilangkan bakteri dan kuman yang menyebabkan mulut luka serta tenggorokan sakit.

Anda bisa mencampurkan air hangat sebanyak 240 ml dengan 1 sendok teh garam atau setara dengan 5 gram dalam satu gelas. Kemudian, kumur-kumur sambil mendongak menggunakan larutan garam tersebut selama 30 detik. Setelah itu buang airnya dan jangan ditelan. Anda bisa melakukannya satu jam sekali, ketika gejala masih dirasakan.

2. Jadikan campuran lemon, jahe, dan madu sebagai obat kumur

Anda bisa menggunakan setengah gelas air hangat, dicampurkan dengan 1 sendok teh bubuk jahe, 1 sendok teh madu, dan air dari setengah jeruk lemon. Gunakan campuran air tersebut untuk kumur-kumur saat gejala panas dalam menyerang. Kumur lah sambil mendongak agar larutan mencapai bagian tenggorokan Anda.

Ketiga bahan alami ini, lemon, madu, serta jahe, memiliki kandungan zat antioksidan dan antibakteri yang mampu membunuh bakteri-bakteri di sekitar mulut dan tenggorokan.

3. Buat ramuan dari garam, daun sirih, dan jeruk nipis

Mungkin Anda sudah tahu khasiat garam sebelumnya. Sama seperti garam, daun sirih dikenal sebagai anti-kuman dan bakteri, sementara jeruk nipis selain bisa membantu menghilangkan bakteri, ekstraknya juga dapat membuat nafas menjadi lebih segar. Pasalnya, orang yang mengalami gangguan tenggorokan dan mulut biasanya akan memiliki nafas yang kurang segar akibat infeksi bakteri atau kuman yang terjadi.  

4. Minum segelas teh dengan campuran kayu manis

Anda juga bisa mengandalkan bumbu rempah-rempah dari dapur Anda, misalnya kayu manis. Kayu manis dikenal sebagai jenis rempah yang yang memiliki kadar antioksidan dan antibakteri yang tinggi. Bahkan campuran teh dengan kayu manis ini telah digunakan turun temurun dalam ilmu kedokteran tradisional Tiongkok.

Selain dicampurkan ke dalam teh hangat, kayu manis juga bisa Anda masukkan ke dalam susu almon yang bisa menambah khasiatnya dalam mengatasi gejala panas dalam. Caranya, campurkan satu gelas susu almon dengan setengah sendok teh bubuk kayu manis. Anda bisa menambahkan pemanis seperti madu atau gula agar rasanya semakin nikmat.

5. Tambahkan minyak kelapa dalam minuman atau makanan hangat Anda

Tahukah Anda kalau minyak kelapa juga bisa digunakan sebagai pereda gejala panas dalam? Ya, dalam beberapa penelitian diketahui bahwa minyak jenis ini memiliki zat anti-peradangan yang bisa membantu meningkatkan kekebalan tubuh dalam melawan bakteri dan zat asing dari luar.

Caranya mudah kok, Anda hanya perlu menambahkan satu sendok minyak kelapa ke dalam teh hangat, cokelat hangat, atau bahkan sup hangat Anda. Namun, penggunaan minyak ini harus diperhatikan dan dibatasi hanya 2 sendok makan saja per hari. pasalnya, minyak kelapa memiliki efek sebagai obat laksatif juga. Jadi, terlalu banyak penggunaannya dapat menimbulkan diare.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Dry Socket

DefinisiApa itu dry socket? Dry socket adalah kondisi yang menyebabkan rasa sakit yang kadang terjadi setelah pencabutan gigi. Kondisi ini terjadi saat gumpalan darah yang terbentuk pada soket terlepas, sehingga ...

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Penyakit Gusi dan Mulut, Gigi dan Mulut 5 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

Mengatasi Gangguan Lidah dengan Menjaga Kebersihannya, Bagaimana Caranya?

Demi menjaga kesehatan lidah, membersihkan lidah sama pentingnya dengan menggosok gigi. Simak tips menjaga kebersihan lidah di sini.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Gigi dan Mulut 5 Januari 2021 . Waktu baca 9 menit

Untuk Apa Rutin Melakukan Scaling Gigi? Ketahui Prosedur dan Manfaatnya

Scaling gigi adalah perawatan untuk membersihkan karang gigi. Selain itu, scaling juga memiliki manfaat lainnya. Apa sajakah manfaat scaling gigi?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Perawatan Gigi, Gigi dan Mulut 4 Januari 2021 . Waktu baca 8 menit

Mengenal Perawatan Pulpotomi untuk Gigi, Kapan Sebaiknya Anda Lakukan?

Pulpotomi merupakan salah satu prosedur operasi gigi yang biasanya dilakukan pada anak-anak. Apa itu pulpotomi dan penyebab prosedur ini dilakukan?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Roby Rizki
Perawatan Gigi, Gigi dan Mulut 4 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

gigi anak hitam

6 Hal Ini Bisa Sebabkan Gigi Anak Berwarna Hitam, Bagaimana Cara Mencegahnya?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 18 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit
Memahami Tumbuh Kembang Gigi dan Rahang Anak

7 Trik Membujuk Anak Agar Tak Takut ke Dokter Gigi

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 12 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
petai dan jengkol

Kenapa Makan Petai dan Jengkol Bikin Napas dan Kencing Jadi Bau?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 7 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit
bau mulut pada anak

9 Penyebab Bau Mulut pada Anak dan Cara Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Dipublikasikan tanggal: 7 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit