home

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Apa Sebenarnya Penyakit Panas Dalam? Simak Penjelasan dan Penyebabnya

Apa Sebenarnya Penyakit Panas Dalam? Simak Penjelasan dan Penyebabnya

Nyeri tenggorokan, sakit saat menelan, sariawan, bibir pecah-pecah mungkin sering Anda anggap sebagai “penyakit” panas dalam. Istilah panas dalam memang sering digunakan untuk menggambarkan kondisi tersebut. Padahal kondisi ini merupakan tanda dari beragam penyakit yang memengaruhi tenggorokan.

Apa itu panas dalam?

Panas dalam sering digunakan untuk menggambarkan berbagai keluhan yang dialami secara bersamaan, seperti sariawan, bibir pecah-pecah, dan sakit tenggorokan.

Namun, apakah istilah ini ada di dunia medis? Dunia medis sebenarnya tidak mengenal istilah panas dalam. Hanya saja banyak orang telanjur menganggap serangkaian gejala yang timbul sebagai sebuah penyakit itu sendiri.

Panas dalam bukanlah penyakit, melainkan kumpulan gejala dari berbagai penyakit. Istilah ini berasal dari konsep pengobatan tradisional Tiongkok yang memiliki filosofi yin (dingin) dan yang (panas).

Istilah ini telah digunakan dari 2.000 tahun lalu untuk menjelaskan sensasi panas dan dingin yang dirasakan di dalam tubuh akibat konsumsi makanan tertentu secara berlebihan yang menyebabkan sakit tenggorokan, sariawan, dan lain-lain.

Nah, gejala-gejala yang Anda sebut sebagai “panas dalam” memang biasanya muncul setelah terlalu banyak makan gorengan, minum minuman dingin atau kelelahan. Kondisi kelelahan memang ditandai dengan rasa panas di dalam tubuh.

Sementara itu, untuk sensasi panas yang dirasakan setelah makan makanan atau minum minuman terlalu panas dan dingin, belum memiliki penjelasan ilmiah. Akan tetapi, memang benar, berbagai gejala yang dirasakan saat panas dalam, seperti sakit tenggorokan, dapat diperparah akibat mengonsumsi makanan panas tinggi lemak dan kalori.

Berbagai gejala yang dialami saat panas dalam

gejala panas dalam

Setiap orang bisa memiliki pemahaman yang berbeda-beda tentang kondisi yang satu ini karena gejalanya yang juga berbeda. Oleh karena itu, gejala yang muncul dan dirasakan juga bisa beragam untuk setiap orang.

Salah satu ciri dari panas dalam adalah Anda sering kali tidak merasakan demam saat mengalami beberapa gejala. Suhu tubuh biasanya normal ketika diukur menggunakan termometer.

Selain itu, beberapa ciri-ciri atau gejala yang sering dikeluhkan saat mengalami panas dalam adalah:

  • Sariawan
  • Bibir kering dan pecah-pecah
  • Sakit gigi
  • Badan pegal-pegal
  • Sakit tenggorokan, terasa kering atau panas
  • Tenggorokan sakit saat menelan
  • Diare
  • Badan terasa mengeluarkan panas
  • Sensasi terbakar di dada

Gejala panas dalam yang dirasakan ini bisa saja terjadi berulang kali atau tidak kunjung sembuh.

Bagi Anda yang mengalami gejala berulang kali, jangan menganggapnya remeh. Penting untuk segera memeriksakan diri ke dokter jika tidak kunjung sembuh untuk mencari penyebabnya.

Apa saja penyebab panas dalam?

Cara yang paling cepat dan tepat untuk mengobati panas dalam adalah dengan menemukan penyebab dari berbagai keluhan yang dialami. Dengan mengobati titik permasalahannya, gejala-gejala yang disebut dengan panas dalam ini pun bisa disembuhkan.

Dari sisi medis, gejala-gejala yang muncul bisa berkaitan dengan berbagai penyakit di dalam tubuh yang menyebabkan peradangan, mulai dari infeksi di tenggorokan hingga naiknya asam lambung.

Berikut ini adalah beberapa penyakit yang bisa menjadi penyebab munculnya gejala-gejala panas dalam:

1. Iritasi di saluran napas dan mulut

Iritasi bisa menimbulkan rasa sakit, tidak nyaman, dan panas di tenggorokan. Iritasi di tenggorokan sendiri bisa disebabkan oleh paparan polusi, asap rokok, dan konsumsi makanan atau minuman yang terlalu panas, asam atau tinggi lemak dan kalori.

Selain itu, konsumsi makanan tersebut juga bisa menyebabkan iritasi yang memunculkan sariawan di mulut dan tenggorokan. Kondisi ini termasuk dari gejala panas dalam yang sering dikeluhkan.

2. Radang tenggorokan

Radang tenggorokan atau faringitis merupakan peradangan yang biasanya disebabkan oleh infeksi virus atau bakteri.

Selain infeksi, American Academy of Otolaryngology menyebutkan bahwa radang tenggorokan juga bisa dipicu oleh alergi atau kenaikan asam lambung sampai ke tenggorokan, atau laryngopharyngeal reflux (LPR).

Kondisi ini bisa menjadi penyebab gejala panas dalam, seperti tenggorokan yang terasa kering atau panas. Namun, radang tenggorokan seringnya juga disertai dengan gejala flu seperti demam, batuk, kelelahan, dan sakit kepala.

3. Kenaikan asam lambung

Keluhan panas dalam seperti nyeri pada perut bagian atas dan rasa terbakar di dekat dada berkaitan dengan kondisi naiknya asam lambung.

Gangguan asam lambung ini biasanya juga disertai rasa mengganjal di tenggorokan sekaligus panas. Hal ini diakibatkan oleh asam lambung yang naik hingga mengiritasi tenggorokan.

4. Gangguan pencernaan

Masalah di saluran pencernaan, seperti lambung dan usus, dapat menyebabkan peradangan yang menimbulkan nyeri perut, diare, mual, muntah ataupun rasa panas yang tidak nyaman di dalam tubuh.

Gejala ini serupa dengan keluhan saat mengalami panas dalam. Berbagai hal seperti infeksi bakteri atau virus dan iritasi akibat makanan panas dan tinggi lemak.

Cara mencegah panas dalam

Berbagai penyakit penyebab panas dalam tentunya bisa dicegah. Cara utama mencegahnya adalah dengan menerapkan pola hidup sehat. Anda bisa memulainya dengan mengatur asupan makanan dan berolahraga secara teratur.

Ikutilah cara-cara berikut ini untuk mencegah panas dalam:

1. Perhatikan jam makan Anda

Pastikan Anda makan tepat waktu. Hal ini berlaku terutama bagi Anda yang memiliki gangguan asam lambung. Telat makan bisa menimbulkan gangguan pada lambung atau naiknya asam lambung hingga ke daerah dada atau tenggorokan.

Hal ini yang sering menyebabkan banyak orang merasa terkena gejala yang memiliki rasa sakit, perih, dan panas terbakar di tenggorokan atau dada.

2. Pilihlah menu makanan

Batasi makanan-makanan yang digoreng dan terlalu pedas. Gorengan dan makanan yang pedas sering kali menyebabkan luka atau iritasi pada tenggorokan.

Peradangan tersebut akan menyebabkan munculnya gejala, seperti sakit tenggorokan atau sariawan. Terlalu banyak makanan yang berminyak juga tidak baik untuk kesehatan Anda.

3. Rutin berolahraga

Gejala panas dalam bisa saja terjadi karena sistem tubuh melemah sehingga menyebabkan sakit tenggorokan atau sariawan.

Menurut penelitian, olahraga bisa meningkatkan daya tahan tubuh. Itu sebabnya, Anda dianjurkan untuk rutin berolahraga setidaknya 150 menit dalam 1 minggu. Pastikan juga Anda mengelola stres yang dirasakan karena ini bisa memengaruhi daya tahan tubuh.

Kapan harus ke dokter?

Panas dalam merupakan kumpulan gejala yang bisa disebabkan oleh berbagai penyakit. Keluhan utamanya seperti sakit tenggorokan, sariawan, dan mengeluarkan sensasi panas dan dingin di dalam tubuh. Kondisi ini bisa diatasi dengan pengobatan panas dalam di rumah.

Namun, apabila gejala yang Anda alami sudah berjalan berhari-hari dan obat panas dalam biasa tidak cukup manjur, segera periksakan diri ke dokter. Dokter akan mencari tahu penyebab utamanya dan memeberikan pengobatan yang sesuai.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Tanz R. R. (2018). Sore Throat. Nelson Pediatric Symptom-Based Diagnosis, 1–14.e2. https://doi.org/10.1016/B978-0-323-39956-2.00001-7

T, K. (2014). Sore throat. BMJ Clinical Evidence, 2014.PMCID: PMC3948435

ENT Health. (2020). Sore Throats. Retrieved 10 December 2020, from https://www.enthealth.org/conditions/sore-throats

American Osteopathic Association. (2020). Sore Throat: When to See a Doctor. Retrieved 10 December 2020, from https://osteopathic.org/what-is-osteopathic-medicine/sore-throat

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Yuliati Iswandiari Diperbarui 07/01/2021
Ditinjau secara medis oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.