Hidup dengan diabetes? Anda tidak sendiri. Ikut komunitas kami sekarang!

home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Apakah Pepaya Aman Dikonsumsi untuk Pengidap Diabetes?

Apakah Pepaya Aman Dikonsumsi untuk Pengidap Diabetes?

Ada banyak pilihan buah yang aman dikonsumsi pengidap diabetes, salah satunya termasuk pepaya. Namun, Anda yang mengidap diabetes tidak boleh sembarangan mengonsumsinya. Jika salah, kadar gula darah Anda bisa melonjak dengan cepat. Jadi, seberapa bermanfaat buah pepaya untuk diabetes dan bagaimana cara mengonsumsinya? Berikut ulasan lengkapnya.

Apakah pepaya aman untuk pengidap diabetes?

Memilih buah yang aman untuk penyakit diabetes perlu mempertimbangkan beberapa hal, salah satu yang paling penting adalah kadar gulanya.

Pasalnya, ketika Anda memiliki diabetes, artinya tubuh tidak menghasilkan cukup hormon insulin atau tidak dapat menggunakan insulin dengan baik.

Ketika tubuh tidak memiliki cukup insulin atau berhenti merespons hormon insulin, terlalu banyak gula darah yang tertinggal di aliran darah Anda.

buah untuk asam lambung

Kondisi tersebut dapat menyebabkan komplikasi diabetes yang serius, seperti penyakit jantung, kehilangan penglihatan, hingga penyakit ginjal.

Oleh karena itu, pengidap diabetes boleh saja mengonsumsi pepaya, tetapi jumlahnya harus dibatasi dan disesuaikan dengan rencana pengobatan dari dokter.

Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan pengidap diabetes sebelum mengonsumsi pepaya.

Kandungan gula dalam pepaya

Pepaya, atau bahasa latinnya Carica papaya, mengandung gula yang cukup banyak untuk pengidap diabetes. Dalam 100 gram (g) buah pepaya, kira-kira terdapat 7,82 g gula.

Pada dasarnya, buah-buahan memang mengandung gula yang membuat rasanya menjadi manis dan lezat.

Namun, pengidap diabetes perlu mengontrol konsumsi gula setiap harinya karena tubuh mereka tidak memiliki cukup insulin.

American Health Association pun menyebutkan bahwa konsumsi terlalu banyak gula tidak baik untuk kesehatan Anda secara keseluruhan.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) menganjurkan konsumsi gula 10% dari total energi (200 kkal) atau setara dengan 4 sendok makan per orang per hari (50 g per orang per hari).

Jika Anda mengidap diabetes, konsumsi gula yang dianjurkan dokter mungkin lebih rendah daripada yang anjuran Kemenkes RI.

Indeks glikemik buah pepaya

IG atau indeks glikemik merupakan angka (antara 1-100) yang menunjukkan seberapa cepat makanan meningkatkan gula darah Anda.

Semakin tinggi nilai IG, semakin cepat pula gula darah Anda melonjak. Indeks glikemik buah pepaya adalah 60, yang berarti masuk dalam kategori IG sedang.

Jadi, gula darah Anda tidak akan terlalu cepat melonjak jika mengonsumsi pepaya dalam jumlah yang terbatas.

Apakah pepaya bermanfaat untuk pengidap diabetes?

Pepaya mengandung berbagai nutrisi yang bermanfaat untuk kesehatan, seperti vitamin A, B1, B3, B5, E, K, serat, kalsium, folat, potasium, hingga magnesium.

Berkaitan dengan penyakit diabetes, pepaya berpotensi dapat membantu menurunkan kadar glukosa atau gula darah dalam tubuh.

Ini karena pepaya dinilai memiliki efek hipoglikemik pada tubuh, menurut studi yang tertera pada Journal of Diabetes and Endocrinology.

makan buah pepaya

Selain itu, pepaya mengandung senyawa flavonoid yang mampu memperbaiki metabolisme glukosa hingga mengatur hormon dan enzim dalam tubuh manusia.

Hal itu disebutkan dalam sebuah penelitian yang dipublikasikan di jurnal Nutrition & Metabolism pada tahun 2015.

Menurut penelitian tersebut, temuan manfaat flavonoid itu mungkin mampu melindungi manusia dari sejumlah penyakit, seperti obesitas dan diabetes serta berbagai komplikasinya.

Namun, penelitian tambahan tetap perlu dilakukan karena studi tersebut dilakukan pada hewan percobaan, bukan manusia.

Tips mengonsumsi pepaya untuk pengidap diabetes

Seperti yang telah dijelaskan, kadar gula C. papaya cukup tinggi untuk pengidap diabetes. Bukannya tidak boleh sama sekali, tetapi Anda harus membatasi jumlah konsumsinya.

Pilihan lain dalam mengonsumsi pepaya bagi penderita diabetes adalah pepaya yang telah difermentasi.

Studi yang terdapat pada jurnal Nutrition, Metabolism, and Cardiovascular menyebutkan bahwa pepaya fermentasi dapat menjadi antioksidan untuk mencegah komplikasi diabetes.

manfaat kandungan gizi pepaya

Jurnal Mutation Research/Fundamental and Molecular Mechanism of Mutagenesis juga menyatakan bahwa pepaya fermentasi dapat membantu mengontrol gula darah dan menurunkan risiko kanker pada pangidap diabetes.

Anda dapat membuat fermentasi pepaya di rumah dengan cara:

  1. merendam pepaya yang telah dipotong-potong ke dalam air garam,
  2. kemudian diamkan selama tujuh hari,
  3. pindahkan ke wadah lain,
  4. diamkan selama tujuh hari lagi,
  5. lalu siap disantap.

Buah pepaya mungkin bisa Anda pilih sebagai buah yang baik untuk penyakit diabetes. Namun, buah ini tidak bisa menjadi satu-satunya andalan Anda.

Masih ada berbagai jenis buah-buahan lainnya yang tidak kalah baik dikonsumsi oleh para diabetesi.

Selalu konsultasikan kondisi Anda dengan dokter yang menangani. Dokter akan memberikan saran terbaik tentang buah yang boleh dan tidak boleh dimakan oleh Anda.

Anda atau keluarga hidup dengan diabetes?

Anda tidak sendiri. Ayo gabung bersama komunitas pasien diabetes dan temukan berbagai cerita bermanfaat dari pasien lainnya. Daftar sekarang!


health-tool-icon

Kalkulator BMI (IMT)

Gunakan kalkulator ini untuk memeriksa Indeks Massa Tubuh (IMT) dan mengecek apakah berat badan Anda ideal atau tidak. Anda juga dapat menggunakannya untuk memeriksa indeks massa tubuh anak.

Laki-laki

Wanita

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Added Sugars. (2021). Retrieved 15 April 2021, from https://www.heart.org/en/healthy-living/healthy-eating/eat-smart/sugar/added-sugars

Papayas, raw. (2021). Retrieved 15 April 2021, from https://fdc.nal.usda.gov/fdc-app.html#/food-details/169926/nutrients

What is Diabetes?. (2020). Retrieved 15 April 2021, from https://www.cdc.gov/diabetes/basics/diabetes.html

Berapa anjuran konsumsi Gula, Garam, dan Lemak per harinya? – Direktorat P2PTM. (2018). Retrieved 15 April 2021, from http://www.p2ptm.kemkes.go.id/infographic-p2ptm/hipertensi-penyakit-jantung-dan-pembuluh-darah/page/15/berapa-anjuran-konsumsi-gula-garam-dan-lemak-per-harinya

Vinayagam, R., & Xu, B. (2015). Antidiabetic properties of dietary flavonoids: a cellular mechanism review. Nutrition & Metabolism, 12(1). doi: 10.1186/s12986-015-0057-7

Raffaelli, F., Nanetti, L., Montecchiani, G., Borroni, F., Salvolini, E., & Faloia, E. et al. (2015). In vitro effects of fermented papaya (Carica papaya, L.) on platelets obtained from patients with type 2 diabetes. Nutrition, Metabolism And Cardiovascular Diseases, 25(2), 224-229. doi: 10.1016/j.numecd.2014.10.013

Morolahun, E. A., Ajao F. O., Pemba, S. K. (2018). Antidiabetic effect of aqueous extract of ripe Carica
papaya Linnaeus seed in alloxan-induced diabetic
albino rats. Journal of Diabetes and Endocrinology, 10(2), 13-17. doi: 10.5897/JDE2018.0127

Aruoma, O., Somanah, J., Bourdon, E., Rondeau, P., & Bahorun, T. (2014). Diabetes as a risk factor to cancer: Functional role of fermented papaya preparation as phytonutraceutical adjunct in the treatment of diabetes and cancer. Mutation Research/Fundamental And Molecular Mechanisms Of Mutagenesis, 768, 60-68. doi: 10.1016/j.mrfmmm.2014.04.007

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Fajarina Nurin Diperbarui 30/04/2021
Ditinjau secara medis oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.
x