Apakah Pepaya Aman Dikonsumsi untuk Pengidap Diabetes?

    Apakah Pepaya Aman Dikonsumsi untuk Pengidap Diabetes?

    Ada banyak pilihan buah yang aman dikonsumsi pengidap diabetes, salah satunya termasuk pepaya. Namun, Anda yang mengidap diabetes tidak boleh sembarangan mengonsumsinya. Jika salah, kadar gula darah Anda bisa melonjak dengan cepat. Jadi, seberapa bermanfaat buah pepaya untuk diabetes dan bagaimana cara mengonsumsinya? Berikut ulasan lengkapnya.

    Apakah pepaya aman untuk pengidap diabetes?

    Memilih buah yang aman untuk penyakit diabetes perlu mempertimbangkan beberapa hal, salah satu yang paling penting adalah kadar gulanya.

    Pasalnya, ketika Anda memiliki diabetes, artinya tubuh tidak menghasilkan cukup hormon insulin atau tidak dapat menggunakan insulin dengan baik.

    Ketika tubuh tidak memiliki cukup insulin atau berhenti merespons hormon insulin, terlalu banyak gula darah yang tertinggal di aliran darah Anda.

    buah untuk asam lambung

    Kondisi tersebut dapat menyebabkan komplikasi diabetes yang serius, seperti penyakit jantung, kehilangan penglihatan, hingga penyakit ginjal.

    Oleh karena itu, pengidap diabetes boleh saja mengonsumsi pepaya, tetapi jumlahnya harus dibatasi dan disesuaikan dengan rencana pengobatan dari dokter.

    Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan pengidap diabetes sebelum mengonsumsi pepaya.

    Kandungan gula dalam pepaya

    Pepaya, atau bahasa latinnya Carica papaya, mengandung gula yang cukup banyak untuk pengidap diabetes. Dalam 100 gram (g) buah pepaya, kira-kira terdapat 7,82 g gula.

    Pada dasarnya, buah-buahan memang mengandung gula yang membuat rasanya menjadi manis dan lezat.

    Namun, pengidap diabetes perlu mengontrol konsumsi gula setiap harinya karena tubuh mereka tidak memiliki cukup insulin.

    American Health Association pun menyebutkan bahwa konsumsi terlalu banyak gula tidak baik untuk kesehatan Anda secara keseluruhan.

    Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) menganjurkan konsumsi gula 10% dari total energi (200 kkal) atau setara dengan 4 sendok makan per orang per hari (50 g per orang per hari).

    Jika Anda mengidap diabetes, konsumsi gula yang dianjurkan dokter mungkin lebih rendah daripada yang anjuran Kemenkes RI.

    Indeks glikemik buah pepaya

    IG atau indeks glikemik merupakan angka (antara 1-100) yang menunjukkan seberapa cepat makanan meningkatkan gula darah Anda.

    Semakin tinggi nilai IG, semakin cepat pula gula darah Anda melonjak. Indeks glikemik buah pepaya adalah 60, yang berarti masuk dalam kategori IG sedang.

    Jadi, gula darah Anda tidak akan terlalu cepat melonjak jika mengonsumsi pepaya dalam jumlah yang terbatas.

    Apakah pepaya bermanfaat untuk pengidap diabetes?

    Pepaya mengandung berbagai nutrisi yang bermanfaat untuk kesehatan, seperti vitamin A, B1, B3, B5, E, K, serat, kalsium, folat, potasium, hingga magnesium.

    Berkaitan dengan penyakit diabetes, pepaya berpotensi dapat membantu menurunkan kadar glukosa atau gula darah dalam tubuh.

    Ini karena pepaya dinilai memiliki efek hipoglikemik pada tubuh, menurut studi yang tertera pada Journal of Diabetes and Endocrinology.

    makan buah pepaya

    Selain itu, pepaya mengandung senyawa flavonoid yang mampu memperbaiki metabolisme glukosa hingga mengatur hormon dan enzim dalam tubuh manusia.

    Hal itu disebutkan dalam sebuah penelitian yang dipublikasikan di jurnal Nutrition & Metabolism pada tahun 2015.

    Menurut penelitian tersebut, temuan manfaat flavonoid itu mungkin mampu melindungi manusia dari sejumlah penyakit, seperti obesitas dan diabetes serta berbagai komplikasinya.

    Namun, penelitian tambahan tetap perlu dilakukan karena studi tersebut dilakukan pada hewan percobaan, bukan manusia.

    Tips mengonsumsi pepaya untuk pengidap diabetes

    Seperti yang telah dijelaskan, kadar gula C. papaya cukup tinggi untuk pengidap diabetes. Bukannya tidak boleh sama sekali, tetapi Anda harus membatasi jumlah konsumsinya.

    Pilihan lain dalam mengonsumsi pepaya bagi penderita diabetes adalah pepaya yang telah difermentasi.

    Studi yang terdapat pada jurnal Nutrition, Metabolism, and Cardiovascular menyebutkan bahwa pepaya fermentasi dapat menjadi antioksidan untuk mencegah komplikasi diabetes.

    manfaat kandungan gizi pepaya

    Jurnal Mutation Research/Fundamental and Molecular Mechanism of Mutagenesis juga menyatakan bahwa pepaya fermentasi dapat membantu mengontrol gula darah dan menurunkan risiko kanker pada pangidap diabetes.

    Anda dapat membuat fermentasi pepaya di rumah dengan cara:

    1. merendam pepaya yang telah dipotong-potong ke dalam air garam,
    2. kemudian diamkan selama tujuh hari,
    3. pindahkan ke wadah lain,
    4. diamkan selama tujuh hari lagi,
    5. lalu siap disantap.

    Buah pepaya mungkin bisa Anda pilih sebagai buah yang baik untuk penyakit diabetes. Namun, buah ini tidak bisa menjadi satu-satunya andalan Anda.

    Masih ada berbagai jenis buah-buahan lainnya yang tidak kalah baik dikonsumsi oleh para diabetesi.

    Selalu konsultasikan kondisi Anda dengan dokter yang menangani. Dokter akan memberikan saran terbaik tentang buah yang boleh dan tidak boleh dimakan oleh Anda.

    Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

    Sumber

    Added Sugars. (2021). Retrieved 15 April 2021, from https://www.heart.org/en/healthy-living/healthy-eating/eat-smart/sugar/added-sugars

    Papayas, raw. (2021). Retrieved 15 April 2021, from https://fdc.nal.usda.gov/fdc-app.html#/food-details/169926/nutrients

    What is Diabetes?. (2020). Retrieved 15 April 2021, from https://www.cdc.gov/diabetes/basics/diabetes.html

    Berapa anjuran konsumsi Gula, Garam, dan Lemak per harinya? – Direktorat P2PTM. (2018). Retrieved 15 April 2021, from http://www.p2ptm.kemkes.go.id/infographic-p2ptm/hipertensi-penyakit-jantung-dan-pembuluh-darah/page/15/berapa-anjuran-konsumsi-gula-garam-dan-lemak-per-harinya

    Vinayagam, R., & Xu, B. (2015). Antidiabetic properties of dietary flavonoids: a cellular mechanism review. Nutrition & Metabolism, 12(1). doi: 10.1186/s12986-015-0057-7

    Raffaelli, F., Nanetti, L., Montecchiani, G., Borroni, F., Salvolini, E., & Faloia, E. et al. (2015). In vitro effects of fermented papaya (Carica papaya, L.) on platelets obtained from patients with type 2 diabetes. Nutrition, Metabolism And Cardiovascular Diseases, 25(2), 224-229. doi: 10.1016/j.numecd.2014.10.013

    Morolahun, E. A., Ajao F. O., Pemba, S. K. (2018). Antidiabetic effect of aqueous extract of ripe Carica
    papaya Linnaeus seed in alloxan-induced diabetic
    albino rats. Journal of Diabetes and Endocrinology, 10(2), 13-17. doi: 10.5897/JDE2018.0127

    Aruoma, O., Somanah, J., Bourdon, E., Rondeau, P., & Bahorun, T. (2014). Diabetes as a risk factor to cancer: Functional role of fermented papaya preparation as phytonutraceutical adjunct in the treatment of diabetes and cancer. Mutation Research/Fundamental And Molecular Mechanisms Of Mutagenesis, 768, 60-68. doi: 10.1016/j.mrfmmm.2014.04.007

    Foto Penulisbadge
    Ditulis oleh Fajarina Nurin Diperbarui Apr 30, 2021
    Ditinjau secara medis oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.