home
close

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Pilihan Metode KB yang Dianjurkan Bagi Penderita Diabetes

Pilihan Metode KB yang Dianjurkan Bagi Penderita Diabetes

Diabetes alias kencing manis adalah penyakit yang menyebabkan kadar gula darah penderitanya tinggi. Meningkatnya gula darah dapat berpengaruh buruk pada kesehatan. Oleh karena itu, pola hidup penderita diabetes harus terkendali dengan baik, salah satunya adalah dalam memilih kontrasepsi yang sesuai. Ya, penderita diabetes ternyata tidak boleh sembarangan memakai alat kontrasepsi untuk mencegah kenaikan kadar gula darah. Lalu, apa saja pilihan KB yang aman untuk penderita diabetes?

Pilihan KB yang aman untuk penderita diabetes

Gejala diabetes pada wanita

Menurut WHO, jumlah pengidap diabetes di seluruh dunia diperkirakan telah mencapai 422 juta jiwa.

Kabarnya, wanita yang mengidap diabetes dikatakan memiliki risiko terkena komplikasi diabetes lebih besar dibanding dengan pasien pria.

Diperkuat berdasarkan informasi dari CDC, pasien diabetes wanita berpeluang 4 kali lebih besar terkena penyakit jantung, sedangkan pasien pria hanya berpeluang 2 kali lebih besar.

Pasien diabetes wanita juga berisiko lebih tinggi mengalami kebutaan, penyakit ginjal, serta depresi.

Ditambah lagi, diabetes juga meningkatkan risiko terjadinya masalah selama kehamilan, baik pada ibu maupun bayi yang ada di kandungan.

Atas dasar itulah, setiap pasien diabetes, termasuk wanita, perlu menjalani gaya hidup yang sehat.

Wanita dengan diabetes tentu perlu minum obat diabetes, mengatur pola makan diabetesi, hingga rutin olahraga.

Nah, bagi Anda perempuan yang mengidap diabetes dan ingin mencegah kehamilan, artikel ini dikhususkan untuk Anda yang masih memiliki kebingungan seputar alat kontrasepsi yang tepat.

Sebenarnya, ada banyak jenis alat kontrasepsi, seperti KB spiral (IUD), pil KB, implan, serta KB suntik. Namun, penderita diabetes ternyata tidak bisa asal memilih metode KB untuk mencegah kehamilan, lho!

Mengapa demikian? Banyak penelitian yang menunjukkan efek samping berbagai jenis KB untuk penderita diabetes, mulai dari meningkatkan gula darah, berat badan, hingga kolesterol.

Apabila tidak memilih dengan bijak, KB yang Anda gunakan justru berisiko memperburuk penyakit diabetes yang Anda idap.

Jadi, apa saja metode KB yang cocok untuk penderita diabetes? Berikut adalah beberapa pilihan yang mungkin bisa Anda pertimbangkan.

1. Pil KB hanya dengan progestin (pil mini)

pil kb untuk jerawat

Pilihan metode kontrasepsi pertama yang bisa Anda pertimbangkan adalah pil KB dengan kandungan progestin saja atau yang sering disebut dengan pil mini.

Efek dari pil mini adalah mengurangi ketebalan dinding dan lendir pada rahim sehingga memperkecil peluang kehamilan.

Pil mini berbeda dengan pil KB kombinasi yang mengandung hormon progestin dan estrogen. Maka itu, cara kerjanya pun sedikit berbeda.

Pasien diabetes dianjurkan untuk menghindari kandungan hormon estrogen dalam metode KB lainnya. Pasalnya, hormon estrogen dari KB diduga dapat memperburuk gejala diabetes Anda.

Sementara itu, pil dengan kandungan hormon progestin diyakini tidak akan berdampak banyak pada kadar gula darah serta kolesterol.

KB pil mini juga direkomendasikan untuk penderita diabetes yang sudah terkena komplikasi, seperti penyakit jantung dan masalah mata.

2. KB implan

KB implan untuk cegah agar tidak hamil

Alternatif KB lainnya untuk pasien penderita diabetes adalah metode implan. Kontrasepsi berbentuk tabung ini dimasukkan ke dalam kulit lengan atas Anda.

Setelah dipasang, tabung tersebut akan menghasilkan hormon progestin untuk mencegah terjadinya ovulasi.

Penggunaan KB implan dapat bertahan selama 3 tahun sejak dipasang pertama kali.

Metode KB ini cocok untuk penderita diabetes yang tidak berkomplikasi karena tidak mengandung hormon estrogen di dalamnya.

Apabila Anda mengidap penyakit jantung atau pembuluh darah akibat diabetes, sebaiknya konsultasikan penggunaan KB implan dengan dokter terlebih dahulu.

3. IUD

Metode KB selanjutnya yang direkomendasikan untuk penderita diabetes adalah KB spiral alias intrauterine device (IUD).

Alat kontrasepsi berbentuk huruf T ini dipasang di dalam rahim untuk mencegah kehamilan.

Ada 2 jenis IUD, yaitu IUD tembaga (nonhormonal) dan IUD hormonal. Keduanya tergolong aman untuk pasien diabetes selama digunakan di bawah pengawasan dokter.

Jika Anda masih kebingungan menentukan apa metode kontrasepsi yang paling tepat untuk kondisi diabetes Anda, sebaiknya konsultasikan dengan dokter untuk tahu jawabannya.

Pasalnya, anjuran pemakaian KB mungkin akan berbeda-beda, tergantung pada tipe diabetes yang Anda derita serta tingkat keparahannya.

health-tool-icon

Kalkulator BMI (IMT)

Gunakan kalkulator ini untuk memeriksa Indeks Massa Tubuh (IMT) dan mengecek apakah berat badan Anda ideal atau tidak. Anda juga dapat menggunakannya untuk memeriksa indeks massa tubuh anak.

Laki-laki

Wanita

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Diabetes – WHO. (2021). Retrieved June 21, 2021, from https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/diabetes 

Diabetes and Women – CDC. (2018). Retrieved June 21, 2021, from https://www.cdc.gov/diabetes/library/features/diabetes-and-women.html 

Summary Chart of U.S. Medical Eligibility Criteria for Contraceptive Use – CDC. (2020). Retrieved June 21, 2021, from https://www.cdc.gov/reproductivehealth/contraception/pdf/summary-chart-us-medical-eligibility-criteria_508tagged.pdf 

Minipill (progestin-only birth control pill) – Mayo Clinic. (2020). Retrieved June 21, 2021, from https://www.mayoclinic.org/tests-procedures/minipill/about/pac-20388306 

Contraceptive implant – Mayo Clinic. (2021). Retrieved June 21, 2021, from https://www.mayoclinic.org/tests-procedures/contraceptive-implant/about/pac-20393619 

Contraceptive implant – NHS. (2021). Retrieved June 21, 2021, from https://www.nhs.uk/conditions/contraception/contraceptive-implant/ 

Intrauterine Device (IUD) – University of Michigan. (2021). Retrieved June 21, 2021, from https://uhs.umich.edu//contraception-iud 

Contraception – Juvenile Diabetes Research Foundation. (2021). Retrieved June 21, 2021, from https://jdrf.org.uk/information-support/living-with-type-1-diabetes/health-and-wellness/contraception/ 

Contraceptive Pill and Diabetes – Diabetes.co.uk. (2019). Retrieved June 21, 2021, from https://www.diabetes.co.uk/diabetes-contraceptive-pill.html 

Diabetes & Birth Control – Colorado Women’s Health, University of Colorado. (2021). Retrieved June 21, 2021, from https://obgyn.coloradowomenshealth.com/health-info/birth-control/medical-conditions-birth-control/diabetes 

Women and Diabetes – New Zealand Family Planning. (2016). Retrieved June 21, 2021, from https://www.familyplanning.org.nz/news/2016/women-and-diabetes 

Limmer, JS. (2017). Contraception for Women with Diabetes – The Society for Academic Specialists in General Obstetrics and Gynecology. Retrieved June 21, 2021, from https://www.exxcellence.org/list-of-pearls/contraception-for-women-with-diabetes/?categoryName=&searchTerms=&featured=False 

Ini Kontrasepsi yang Aman untuk Penderita Diabetes – DKT Indonesia. (2021). Retrieved June 21, 2021, from https://dktindonesia.org/articles/ini-kontrasepsi-yang-aman-untuk-penderita-diabetes/ 

Pallardo, L., Cano, A., Cristobal, I., Blanco, M., Lozano, M., & Lete, I. (2012). Hormonal Contraception and Diabetes. Clinical Medicine Insights: Women’s Health, 5, CMWH.S9934. http://dx.doi.org/10.4137/CMWH.S9934

Cortés, M. E., & Alfaro, A. A. (2014). The effects of hormonal contraceptives on glycemic regulation. The Linacre quarterly, 81(3), 209–218. https://doi.org/10.1179/2050854914Y.0000000023

Goldstuck, N. D., & Steyn, P. S. (2013). The Intrauterine Device in Women with Diabetes Mellitus Type I and II: A Systematic Review. ISRN obstetrics and gynecology, 2013, 814062. https://doi.org/10.1155/2013/814062

Robinson, A., Nwolise, C., & Shawe, J. (2016). Contraception for women with diabetes: challenges and solutions. Open access journal of contraception, 7, 11–18. https://doi.org/10.2147/OAJC.S56348

Curtis, K. M., Tepper, N. K., Jatlaoui, T. C., Berry-Bibee, E., Horton, L. G., Zapata, L. B., Simmons, K. B., Pagano, H. P., Jamieson, D. J., & Whiteman, M. K. (2016). U.S. Medical Eligibility Criteria for Contraceptive Use, 2016. MMWR. Recommendations and reports : Morbidity and mortality weekly report. Recommendations and reports, 65(3), 1–103. https://doi.org/10.15585/mmwr.rr6503a1

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Shylma Na'imah Diperbarui 6 hari lalu
Fakta medis diperiksa oleh Karinta Ariani Setiaputri
x