backup og meta
Kategori
Cek Kondisi
Tanya Dokter
Simpan
Konten

Tes Gula Darah Sewaktu, Ini Prosedur dan Hasilnya

Ditinjau secara medis oleh dr. Andreas Wilson Setiawan · General Practitioner · None


Ditulis oleh Annisa Nur Indah Setiawati · Tanggal diperbarui 3 minggu lalu

Tes Gula Darah Sewaktu, Ini Prosedur dan Hasilnya

Salah satu cara untuk mengetahui kadar gula darah yaitu dengan pemeriksaan gula darah sewaktu (GDS). Pemeriksaan ini dilakukan untuk mengontrol gula darah dan membantu dokter menegakkan diagnosis. Berapa kadar gula darah puasa yang normal? Ketahui lebih lanjut dalam penjelasan berikut. 

Apa itu tes gula darah sewaktu?

Tes gula darah sewaktu (GDS) adalah prosedur untuk mengetahui berapa banyak gula dalam darah (glukosa) tanpa harus melakukan puasa terlebih dulu. Jadi, tes ini bisa dilakukan kapan pun.

Pemeriksaan GDS dapat membantu mendiagnosis diabetes jika seseorang mengalami gejala diabetes seperti sering haus, sering buang air kecil, dan penurunan berat badan drastis.

Bagi penderita diabetes, tes ini membantu mengontrol kadar gula darah harian dan menyesuaikan pengobatan serta pola makan.

Tes ini juga dapat digunakan untuk mengidentifikasi kadar gula darah rendah (hipoglikemia) yang bisa berbahaya.

Diabetes didiagnosis jika glukosa darah sewaktu (GDS) lebih besar atau sama dengan 200 mg/dl.

Berapa angka normal gula darah sewaktu?

Rentang normal pemeriksaan kadar gula darah sewaktu adalah kurang dari 200 mg/dL.

Prosedur gula darah sewaktu

Berikut adalah langkah-langkah prosedur untuk melakukan tes gula darah sewaktu.

1. Persiapan

Pasien tidak harus berpuasa atau menyiapkan apa pun sebelum melakukan tes. Tenaga medis biasanya akan mempersiapkan peralatan berikut ini.

  • Glukometer (alat pengukur gula darah).
  • Strip tes glukosa.
  • Lancet (jarum kecil untuk menusuk jari).
  • Alat penusuk jari (lancing device).
  • Kapas alkohol atau tisu antiseptik.
  • Tisu atau kapas kering.

2. Selama tes

Wanita usia muda tes diabetes

Selama tes, pasien akan dipersilakan duduk di posisi yang nyaman kemudian menjulurkan salah satu jari. Tenaga medis kemudian akan melakukan langkah-langkah berikut ini.

  • Memasukkan lancet ke dalam alat penusuk jari sesuai dengan instruksi pabrikannya. 
  • Kemudian, lancet akan ditusuk ke jari lalu setetes darah akan keluar jika tidak keluar tenaga medis akan menekan area yang sudah ditusuk agar darah keluar.
  • Kemudian tenaga medis akan menggunakan strip khusus untuk ditempelkan ke tetesan darah hingga strip menyerap cukup darah.
  • Strip yang sudah terpasang ke glukometer kemudian akan menghitung jumlah kadar gula darah dan angka akan keluar dari alat glukometer.

3. Setelah tes

Setelah angka muncul dari glukometer, angka itulah yang menunjukkan kadar gula yang ada dalam darah. 

Tes gula darah sewaktu ini tidak menimbulkan risiko atau efek samping. Anda mungkin akan merasakan sedikit rasa sakit seperti gigitan semut saat jarum dimasukkan.

Setelah melakukan tes gula darah sewaktu, tulis hasil tes beserta waktu pengukuran dalam buku catatan atau aplikasi manajemen diabetesIni penting untuk memantau pola kadar gula darah Anda dari waktu ke waktu.

Artikel terkait

Hasil pemeriksaan gula darah sewaktu

Dikutip dari American Diabetes Association, berikut ini arti dari hasil pemeriksaan GDS.

  • Normal: kurang dari 140 mg/dL.
  • Prediabetes: 140 hingga 199 mg/dL.
  • Diabetes: 200 mg/dL atau lebih tinggi.

Setelah pemeriksaan gula darah sewaktu, dokter akan menegakkan diagnosis, baik itu prediabetes maupun diabetes. 

Apabila hasil pemeriksaan gula darah sewaktu dirasa kurang mendukung diagnosis, dokter mungkin akan merekomendasikan tes diabetes tambahan, seperti tes gula darah puasa ataupun tes HbA1c. 

Berikut penjelasan setiap diagnosis.

1. Prediabetes

Prediabetes adalah kondisi di mana kadar glukosa (gula) dalam darah lebih tinggi dari normal, tetapi belum cukup tinggi untuk didiagnosis sebagai diabetes tipe 2.

Ini merupakan tanda peringatan bahwa seseorang berisiko tinggi untuk mengembangkan diabetes tipe 2 di masa depan, serta meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular.

Tidak ada gejala prediabetes yang jelas, jadi Anda mungkin dapat mengidapnya tanpa mengetahuinya.

Beberapa orang dengan prediabetes mungkin sudah memiliki beberapa gejala diabetes. Namun, biasanya hal ini diketahui saat menjalani pemeriksaan diabetes.

Jika dokter mendiagnosis prediabetes, Anda harus melakukan pemeriksaan diabetes tipe 2 setiap 1 – 2 tahun setelahnya.

Anda tidak akan terkena diabetes tipe 2 secara otomatis jika Anda menderita prediabetes. Anda masih dapat mengembalikan kadar glukosa ke kisaran normal dengan pola hidup sehat dan pengelolaan diabetes yang tepat.

2. Diabetes

Jika dokter mendiagnosis Anda dengan diabetes, dokter akan menjelaskan jenis diabetes yang Anda miliki (diabetes tipe 1, tipe 2, atau tipe lainnya seperti diabetes gestasional) dan bagaimana kondisi ini mempengaruhi tubuh Anda. 

Dokter juga akan membahas hasil tes yang digunakan untuk mendiagnosis diabetes, seperti tes gula darah puasa, tes toleransi glukosa oral, atau tes HbA1c.

Tenaga medis juga akan membuat rencana perawatan sesuai kondisi pasien serta memberikan edukasi diabetes. 

Pemantauan secara rutin juga harus dilakukan untuk mencegah komplikasi diabetes, misalnya tes HbA1c setiap 3 – 6 bulan, pemeriksaan mata setahun sekali, serta tes darah dan urine. 

Kekurangan tes gula darah sewaktu

manfaat daun pisang untuk diabetes

Meski dapat dilakukan kapan pun dan hasilnya tergolong cepat, tes gula darah sewaktu memiliki kekurangan dibandingkan pemeriksaan kadar gula darah lainnya. 

  • Kurang akurat. Kadar gula darah sewaktu dapat bervariasi, tergantung pada waktu terakhir makan, jenis makanan yang dikonsumsi, dan aktivitas fisik. Untuk itu, tes ini kurang konsisten dan akurat dalam menggambarkan kontrol glukosa.
  • Tidak memberikan gambaran jangka panjang. Tes ini hanya memberikan gambaran sesaat mengenai kadar gula darah, berbeda dengan tes HbA1c yang memberikan informasi rata-rata kadar gula darah selama 2 – 3 bulan.
  • Dipengaruhi oleh makanan terakhir. Nilai GDS sangat dipengaruhi oleh apa yang baru saja dimakan, yang dapat menyebabkan hasil yang sangat bervariasi dan mungkin tidak mencerminkan kondisi metabolisme dasar seseorang.
  • Tidak cocok untuk manajemen jangka panjang. Pemantauan jangka panjang seperti hasil tes HbA1c lebih informatif dan lebih direkomendasikan untuk evaluasi penyakit.

Diabetes memerlukan pengelolaan kadar gula darah yang tepat. Selalu atur pola makan, berolahraga, cek gula darah, dan konsultasikan kondisi Anda dengan dokter untuk menghindari komplikasi diabetes.

Catatan

Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan. Selalu konsultasikan dengan ahli kesehatan profesional untuk mendapatkan jawaban dan penanganan masalah kesehatan Anda.



Ditinjau secara medis oleh

dr. Andreas Wilson Setiawan

General Practitioner · None


Ditulis oleh Annisa Nur Indah Setiawati · Tanggal diperbarui 3 minggu lalu

ad iconIklan

Apakah artikel ini membantu?

ad iconIklan
ad iconIklan