Pesan Makanan Saat COVID-19, Bagaimana agar Aman?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 29 Juni 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Baca semua artikel tentang coronavirus (COVID-19) di sini.

Berada di rumah adalah pilihan yang tepat saat kondisi pandemi coronavirus (COVID-19). Urusan lainnya tinggal diselesaikan secara daring; salah satunya dalam memesan makanan. Menggunakan jasa order makanan menjadi pilihan yang mudah. Hal tersebut bisa menghindari kita dari keramaian selama social distancing. Namun, bagaimana agar pesan makanan tetap aman saat wabah coronavirus?

Amankah pesan makanan saat pandemi coronavirus?

pesan makanan

Pada saat wabah coronavirus yang membutuhkan kewaspadaan tinggi seperti sekarang sangatlah wajar jika kita memiliki pertanyaan terkait banyak hal. Salah satunya perihal jasa pesan antar makanan yang kita gunakan. Apakah makanan yang kita pesan akan terkontaminasi coronavirus? Apakah COVID-19 ini bisa menyebar melalui makanan atau wadah pesan antarnya?

Kabar baiknya, coronavirus tidak menular melalui makanan. Hal tersebut ditegaskan oleh kepala Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika (CDC) Ian Williams seperti yang dilansir dari CNN.

“Sejauh ini tidak ada bukti. COVID-19 menular dari orang-ke-orang melalui air liur. Hingga saat ini, tidak ada bukti yang benar-benar menunjukkan (coronavirus) bisa menular melalui makanan atau layanan pesan antar makanan,” ujar Ian.

Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika (FDA) juga menegaskan bahwa COVID-19 tidak ditularkan melalui makanan.

“Saat ini tidak ada bukti makanan atau kemasan makanan bisa menyebarkan SARS-CoV-2. Tidak seperti hepatitis A yang sering membuat orang sakit melalui makanan yang terkontaminasi. COVID-19 menular melalui air liur, remah-remah makanan tidak dikenal sebagai rute penularan virus ini,” tulis FDA dalam situs webnya.

Update Jumlah Sebaran COVID-19
Negara: Indonesia
Data Harian

373,109

Terkonfirmasi

297,509

Sembuh

12,857

Meninggal Dunia
Peta Penyebaran

Sekalipun Anda memakan makanan dengan virus, tidak ada virus yang melekat di jalur pencernaan, sehingga menelan virus tidak akan menyebabkan penularan penyakit. Dengan kata lain, sistem pencernaan akan mencerna dan membuangnya.

Walaupun COVID-19 tidak menular melalui makanan kemasan pesan antar, FDA mengingatkan untuk mengutamakan kebersihan. Imbauan ini ditujukan kepada semua orang yang berperan dalam pengolahan hingga pengantaran makanan.

Termasuk membersihkan permukaan benda-benda dan mencuci tangan secara berkala. Hal ini tentu saja untuk menurunkan potensi risiko seminim mungkin.

“Selalu ingat pentingnya mengikuti empat langkah utama keamanan makananbersih, terpisah, matang, atau dibekukanuntuk mencegah penularan penyakit melalui keracunan makanan,” tulis FDA dalam situs webnya.

Waspadai potensi penularan lain

pesan antar makanan covid-19

Ternyata bukan dari makanan saja. Para ahli mengatakan ada potensi penularan dari pembungkus atau wadah makanannya yang perlu diwaspadai.

Ada risiko penularan dari coronavirus yang menempel di kemasan saat pesan makanan. Misalnya jika petugas yang menyiapkan telah terinfeksi COVID-19 lalu air liurnya mengenai bungkus makanan maka virusnya bisa tetap hidup di kemasan tersebut dan bisa berpindah ke tangan pemesan.

Tapi jangan khawatir risiko tersebut sangat kecil dan bisa dicegah. Intinya para ahli mengatakan sangat rendah potensi penularan COVID-19 dalam paket atau kemasan pesan antar makanan. 

“Saya ingin menjelaskan bahwa makanan atau paket bisa membawa virus, tetapi risiko penularannya sangat rendah,” kata Benjamin Chapman, seorang profesor spesialis keamanan makanan Universitas North Carolina. “Sungguh, risikonya sangat rendah.”

“Walaupun mungkin bahwa virus menempel (di kemasan makanan pesan antar) kami tidak memiliki indikasi bahwa ini adalah faktor risiko penularan COVID-19 atau penyakit pernapasan lainnya,” kata Chapman. “Bahkan dengan jutaan kasus influenza setiap tahun, kemasan bukanlah sesuatu yang kita persoalkan,” jelasnya.

Walaupun potensinya sangat kecil, bukan berarti pesan makanan saat coronavirus tidak berisiko sama sekali. Karena itu ahli medis selalu mengingatkan untuk mencuci tangan dengan sabun karena sabun bisa membunuh virus yang menempel di tangan dan jangan menyentuh wajah. 

“Jika khawatir, untuk itu selalu mencuci tangan setelah menerima apa pun yang mungkin terkontaminasi,” kata Don Schaffner, seorang ahli ilmu pangan spesialisasi dalam risiko mikroba, cuci tangan, dan kontaminasi silang.

Mencegah penyebaran coronavirus saat order makanan

coronavirus dan paramyxovirus

Dalam kondisi pandemi seperti ini, sekecil apa pun risiko tersebut masih bisa ditangkal dengan melakukan pencegahanPara ahli merekomendasikan beberapa cara pencegahan dalam memperkecil potensi penularan COVID-19 dari jasa pesan antar makanan.

Saat mengambil paket pesan makanan dari jasa pesan antar, mintalah untuk meletakkan paket makanannya di teras rumah. Jangan lupa untuk siapkan uang pas saat membayar pesanan atau gunakan transaksi nontunai. Cara ini untuk menghindari pengantar dan pemesan berkontak langsung. 

Menghindari kontak langsung dengan pegawai pesan antar makanan bukan hanya melindungi pemesan, tapi juga melindungi pengirim jasa pesan antar makanan tersebut.

“Jadi tidak perlu berkontak langsung. Cara ini mungkin terdengar ekstrem, tapi dengan cara ini kita dapat meminimalisir risiko,” Dr. Stephen Morse, ahli epidemiologi, memberi saran.

Setelah itu keluarkan makanan dari kemasannya dan membuang kemasannya dengan benar. Lebih baik menggunakan alat makan milik sendiri yang kita sudah jaga kebersihannya. 

Kemudian setelah membuang kemasan, segeralah mencuci tangan dengan sabun dan air atau hand sanitizer yang mengandung alkohol. Dengan begitu, kita bisa mencegah penularan coronavirus saat pesan makanan.

Bantu dokter dan tenaga medis lain mendapatkan alat pelindung diri (APD) dan ventilator untuk melawan COVID-19 dengan berdonasi melalui tautan di bawah ini.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Apakah Vaksin Mampu Menyelesaikan Semua Masalah Pandemi COVID-19?

Percepatan uji coba vaksin ini dilakukan demi menyelesaikan pandemi COVID-19 yang telah menginfeksi hampir seluruh dunia. Bagaimana kemungkinannya?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Coronavirus, COVID-19 14 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

4 Langkah Membersihkan Diri dan Rumah Setelah Keluar Bepergian

Pastikan untuk selalu membersihkan diri setelah keluar bepergian untuk melindungi keluarga dan orang terdekat. Yuk, ikuti langkah-langkah ini!

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Konten Bersponsor
membersihkan diri setelah keluar rumah
Hidup Sehat, Tips Sehat 13 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

Hipertensi dan Sejumlah Faktor Risiko Kematian Pasien COVID-19 di Jakarta

Hipertensi menjadi penyakit penyerta (komorbid) yang paling banyak dilaporkan dalam kasus kematian pasien COVID-19 di Jakarta.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Coronavirus, COVID-19 13 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

Risiko Penularan COVID-19 di Bioskop

Penularan COVID-19 di bioskop bisa terjadi dari banyak jalur penularan, mulai dari cipratan langsung droplet, sentuhan dengan permukaan, hingga airborne.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Coronavirus, COVID-19 12 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

dampak COVID-19 pada laki-laki

Laki-laki Lebih Berisiko Mengalami Gejala Buruk Saat Terinfeksi COVID-19

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 21 Oktober 2020 . Waktu baca 3 menit
COVID-19 gangguan pendengaran

Infeksi COVID-19 Menyebabkan Gangguan Pendengaran?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 20 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
kepadatan kota memengaruhi covid-19

Kepadatan Penduduk Sebuah Kota Menentukan Lama Waktu Pandemi COVID-19 Berlangsung

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 19 Oktober 2020 . Waktu baca 3 menit

Kasus Norovirus di China, Apakah Wabah Baru?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 19 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit