Proses pengobatan TB

Halo dok, saya sedang menjalani proses terapi pengobatan tb.. Pada 3 hari minggu pertama awalnya semua baik2 saja.. Namun beberapa hari setelahnya tiba2, saya drop di awali dengan gejala muntah.. Rasa ingin makan ada, namun apapun makanan yg masuk selalu keluar hingga pada akhirnya saya sampai di infus.. Pada saat d infus semua aman2 saja, makan bisa kembali normal.. namun apa bila infus dilepas gejala muntah2 sampai kadar gula dibawah normal selalu muncul. Saat ini saya kesulitan mengkonsumsi makanan apabila yg mengandung micin, maupun masako, indra pengecap saya tiba2 terasa asam dan pahit, dan itu memicu untuk terjadi muntah.. Pertanyaannya apakah ada pengaruh proses pengobat tb terhadap gejala tersebut dok.. Apa solusinya agar gula darah saya tetap stabil...?

Suka
Bagikan
Simpan
Komentar
8
2

2 komentar

Halo, terima kasih atas pertanyaan anda.


Kemungkinan besar gejala yang anda rasakan akibat efek samping dari obat tuberkulosis yang dapat menyerang lambung sehingga mengakibatkan anda mual dan muntah. Oleh sebab itu perlu dievaluasi kembali bagaimana cara pemberian obat-obat tuberkulosis tersebut dan apakah ada obat yang tidak cocok di tubuh anda yang menyebabkan efek samping tersebut. Oleh sebab itu sebaiknya anda berkonsultasi dengan dokter spesialis paru untuk memastikan obat TB yang cocok untuk anda.


Sekian dan terima kasih

2 tahun yang lalu
Suka
Balas

Hai Sobat Sehat, pertanyaan Anda telah kami terima. Kami akan membantu memberikan penjelasan secara umum terlebih dulu, sebelum pakar kami memberikan respons ya.


Gejala muntah yang Anda alami setelah menjalani terapi pengobatan TB mungkin merupakan efek samping dari obat-obatan yang Anda konsumsi. Beberapa obat antituberkulosis dapat menyebabkan gangguan pencernaan, termasuk mual dan muntah. Selain itu, obat-obatan tersebut juga dapat mempengaruhi nafsu makan dan kadar gula darah.:

Untuk menjaga gula darah tetap stabil, ada beberapa langkah yang dapat Anda coba:

  1. Konsultasikan dengan dokter: Sampaikan gejala yang Anda alami kepada dokter yang merawat Anda. Dokter dapat mengevaluasi kondisi Anda dan mungkin akan merekomendasikan perubahan dosis atau jenis obat yang Anda konsumsi.

  2. Makan dalam porsi kecil dan sering: Cobalah untuk makan dalam porsi kecil tapi sering, misalnya 5-6 kali sehari. Ini dapat membantu mengurangi risiko mual dan muntah setelah makan.

  3. Hindari makanan yang memicu mual: Jika Anda merasa makanan tertentu memicu mual, hindarilah makanan tersebut. Setiap orang memiliki toleransi makanan yang berbeda, jadi perhatikan makanan apa yang membuat Anda merasa tidak nyaman.

  4. Pilih makanan yang mudah dicerna: Pilih makanan yang mudah dicerna, seperti bubur, sup, atau makanan yang lembut. Hindari makanan yang berat atau sulit dicerna.

  5. Minum cairan yang cukup: Pastikan Anda tetap terhidrasi dengan minum cairan yang cukup. Jika Anda sulit makan, cairan seperti air putih, jus, atau kaldu dapat membantu memenuhi kebutuhan cairan tubuh.

  6. Diskusikan dengan ahli gizi: Konsultasikan dengan ahli gizi atau dietisien untuk mendapatkan saran nutrisi yang sesuai dengan kondisi Anda. Mereka dapat membantu merencanakan menu yang memenuhi kebutuhan gizi Anda.

Selalu penting untuk berkomunikasi dengan dokter Anda tentang gejala yang Anda alami selama pengobatan TB. Mereka dapat memberikan saran dan pengaturan yang tepat untuk membantu Anda mengatasi efek samping dan menjaga kesehatan Anda selama proses pengobatan.

Semoga jawaban ini membantu! Jika Anda memiliki pertanyaan lain, jangan ragu untuk bertanya.

2 tahun yang lalu
Suka
masukan
warningDisclaimer: Informasi yang disampaikan di atas adalah informasi umum, bukan pengganti saran medis resmi dari dokter atau pakar.
Related content
Temukan komunitas Anda
Jelajahi berbagai jenis komunitas yang ada dan paling sesuai dengan kondisi kesehatan yang Anda hadapi.
Iklan
Iklan