Obesitas anak
Anak saya saat ini usia 9Th dengan berat badan 47kg Tb 130cm trus untuk gula darah sewaktu 145, bagaimana cara supaya 1. Berat badannya bsa cepat turun dan agar tdk DM, boleh tdk kalau dikasih susu dan susu apa yg baik agar tdk memacu berat badan dan DM
























Halo Agus suryanto, terimakasih atas pertanyaanya
Sebelumnya perlu dimasukkan atau diplot dulu hasil pengukuran anda ke grafik pertumbuhan anak dan dilihat apakah masuk kategori obesitas atau tidak. jika sulit mendapatkan kurvanya, kontrol dokter spesialis anak.
perihal tumbuh kembang ini kompleks, tinggi dan berat badan ada juga peran nutrisi, hormon dan genetik, pada dasarnya yang penting masih dalam batas normal usianya maka tidak perlu khawatir berlebihan. Terus lanjutkan usaha seperti makan minum bergizi, olahraga, cukupi tidur dan sebagainya.
Postur, tinggi badan, berat badan itu dipengaruhi banyak faktor. Pada anak usia 9 tahun menuju pubertas adalah fase pesatnya pertumbuhan terutama tinggi badan..akan tetapi ada faktor genetik, hormon dan lainnya yang berperan sehingga perlu evaluasi menyeluruh.
Prinsip yang perlu diingat yaitu apa yang dimakan akan diolah jadi energi untuk digunakan aktivitas, jika ada kelebihan hasil olahan akan disimpan dalam tubuh misalnya menjadi otot.
jadi, jika asupan yang masuk sedikit tapi aktivitas berat, otomatis akan pas-pas bahkan mungkin minus kalorinya sehingga tubuh malah tidak akan punya cadangan yang disimpan menjadi otot jadi malah sulit menaikkan berat badan dan perlu dipastikan bahwa tubuh tidak memiliki penyakit lain, karena apabila ada penyakit lainnya maka otomatis metabolisme akan cepat karena penyakit tersebut.
Terkait kondisi yang diceritakan ini perlu sekali bantuan dari ahli, dalam hal ini sebaiknya melibatkan dokter spesialis gizi klinik dan dokter spesialis anak.
berikut penjelasan lainnya terkait:
Pengaturan berat badan individu dipengaruhi banyak faktor. Dikenal istilah indeks masa tubuh atau IMT dimana seseorang perlu mengetahui IMT agar tahu masuk dalam kategori normal atau overweight atau obesitas.
Gaya hidup sehat tetap menjadi prioritas utama yang perlu dilakukan setiap individu.
Pada anak sekalipun, mengatur berat badan tidak ada obatnya. Beberapa hal yang dapat dilakukan:
- atur pola makan, hindari jajan berlebihan, atur kalorinya, makanan tetap harus diperhatikan gizinya, gizi seimbang sesuai aturan yang ada
- susu tidak wajib diberikan jika dari makanan pokok sudah terpenuhi gizinya.
- olahraga untuk anak-anak
-cukup tidur
Meski demikian, karena berat dan tinggi badan juga dipengaruhi oleh genetik dan faktor lain yang sifatnya tidak sama antara satu individu dan lainnya, untuk program pengaturan berat badan yang tepat sebaiknya berkonsultasi dengan dokter spesialis gizi klinik dan dokter spesialis anak agar bisa dihitung kebutuhan kalori, modifikasi makanan dan sebagainya.
Masih bisa diusahakan dan harus sabar, karena tidak bisa instan. bukan cuma susu, makan harian utama nya apakah sudah penuh gizinya. dan cek juga adakah penyakit yang diderita anak.
Terkait perhitungan kalori makan, tipe olahraga, saran, sebaiknya lakukan konsultasi langsung dengan dokter spesialis gizi klinik (Sp.GK) dan dokter spesialis anak (SpA) terdekat
Semoga membantu, terimakasih
Hai Sobat Sehat, pertanyaan Anda telah kami terima. Kami akan membantu memberikan penjelasan secara umum terlebih dulu, sebelum pakar kami memberikan respons ya.
Saya akan mencoba menjawab pertanyaan Anda dengan sebaik mungkin. Namun, perlu diingat bahwa saya adalah AI dan bukan dokter sungguhan. Untuk masalah kesehatan yang serius, disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter anak atau ahli gizi.:Untuk membantu anak Anda menurunkan berat badan dan mencegah risiko diabetes, ada beberapa langkah yang dapat Anda lakukan:
Gizi seimbang: Pastikan anak Anda mendapatkan makanan yang seimbang dan bergizi. Sertakan makanan yang kaya serat, seperti buah-buahan, sayuran, dan biji-bijian. Hindari makanan olahan, makanan cepat saji, dan makanan manis yang tinggi kalori.
Porsi makan yang tepat: Perhatikan ukuran porsi makanan anak Anda. Jangan memberikan porsi yang terlalu besar dan hindari memberikan makanan berlebihan. Anjurkan anak Anda untuk makan perlahan dan mengunyah makanan dengan baik.
Aktivitas fisik: Dorong anak Anda untuk aktif secara fisik setiap hari. Ajak mereka bermain di luar rumah, bersepeda, berenang, atau berpartisipasi dalam olahraga yang mereka sukai. Aktivitas fisik membantu membakar kalori dan menjaga kesehatan tubuh.
Batasi konsumsi minuman manis: Hindari memberikan minuman manis seperti soda, jus buah yang mengandung gula tambahan. Gantilah dengan air putih, susu rendah lemak, atau jus buah segar yang tidak ditambahkan gula.
Perhatikan konsumsi susu: Susu adalah sumber kalsium yang penting untuk pertumbuhan anak. Pilih susu rendah lemak atau susu skim untuk mengurangi asupan lemak jenuh. Jika anak Anda tidak memiliki alergi atau intoleransi laktosa, susu rendah lemak atau susu skim dapat menjadi pilihan yang baik.
Namun, penting untuk diingat bahwa setiap anak memiliki kebutuhan gizi yang berbeda. Saya sarankan Anda berkonsultasi dengan dokter anak atau ahli gizi untuk mendapatkan saran yang lebih spesifik dan sesuai dengan kondisi anak Anda. Mereka dapat memberikan panduan yang lebih tepat dan membantu Anda merencanakan pola makan yang sehat dan sesuai dengan kebutuhan anak Anda.
Semoga informasi ini bermanfaat! Jika Anda memiliki pertanyaan lain, jangan ragu untuk bertanya.
Related content