asam lambung

mau minta saran jika asam lambung sedang naik dan terasa sesak nafas harus mengkonsumsi/melakukan apa agar asam lambung turun

Suka
Bagikan
Simpan
Komentar
4
2

2 komentar

Halo, terima kasih atas pertanyaan anda.


Gastroesophageal reflux disease (GERD) adalah gangguan pencernaan yang ditandai dengan refluks asam lambung berulang dalam jangka panjang. Refluks asam lambung merupakan kondisi ketika asam lambung mengalir naik kembali menuju kerongkongan. Asam lambung yang naik dapat mengikis dan menyebabkan iritasi pada bagian dalam kerongkongan. Akibatnya, timbullah sensasi nyeri ulu hati yang terasa panas seperti terbakar juga pada tenggorokan (heartburn), serta rasa asam pada mulut. Setiap orang dapat memproduksi asam lambung dalam jumlah yang bervariasi. Akan tetapi, laju produksinya cenderung meningkat setelah makan karena asam diperlukan untuk proses pencernaan. Asam lambung lalu akan menurun lagi dengan segera.Meski begitu, kenaikan asam lambung juga dapat menjadi pertanda adanya gangguan pada pencernaan jika terjadi sering atau berulang-ulang. Inilah yang dimaksud dengan penyakit refluks gastroesofagus alias GERD. Refluks kenaikan asam lambung dapat digolongkan sebagai GERD ringan jika terjadi sekitar 2 – 3 kali dalam seminggu. Kondisi sudah termasuk berat jika asam lambung naik hingga minimal seminggu sekali.


Secara garis besar, gejala gastroesophageal reflux disease (GERD) yakni sebagai berikut.

- Merasa seperti ada makanan yang tersangkut di dalam kerongkongan, sulit menelan, serta cegukan.

- Mengalami sensasi panas seolah terbakar di dada (heartburn), yang bisa menyebar sampai ke leher.

- Sakit atau nyeri pada ulu hati.

- Timbul rasa asam atau pahit di mulut.

- Ada cairan atau makanan yang naik dari dalam perut ke bagian mulut.

- Masalah pernapasan, seperti batuk kronis dan asma.

- Suara serak.

- Sakit tenggorokan.


Langkah pertama yang biasanya dilakukan untuk mengobati penyakit GERD yakni konsumsi obat. Jika pemakaian obat tidak memberikan hasil, dokter biasanya akan menyarankan prosedur tertentu untuk mengatasi masalah langsung pada lambung.

1. Konsumsi obat-obatan tanpa resep -> Sebagian besar obat GERD bekerja dengan mengurangi jumlah asam yang dihasilkan oleh lambung. Selain itu, di bawah ini beberapa jenis pilihan obat-obatan yang dijual bebas (OTC) lainnya untuk mengobati GERD.

a. Antasida -> Obat ini berguna untuk menetralisasi asam yang ada dalam lambung dengan bantuan bahan kimia alkali. Sifat basa dari obat antasida akan meningkatkan pH lambung dan mencegah kerusakan lebih lanjut pada lambung akibat paparan asam. Namun, konsumsi obat antasida saja tidak cukup untuk memulihkan kerongkongan yang meradang akibat asam lambung. Anda juga tidak boleh mengonsumsinya terlalu sering karena bisa menimbulkan efek samping berupa diare, sembelit, serta gangguan ginjal.

b. Obat-obatan untuk mengurangi jumlah asam -> Obat-obatan yang termasuk dalam kategori ini yakni H-2 receptor blocker. Obat ini dapat mengurangi jumlah asam lambung dengan menghambat kerja sel-sel penghasil asam lambung. Contoh obat yang termasuk golongan H-2 receptor blocker:

- cimetidine,

- famotidine,

- nizatidine, dan

- ranitidine.

Perlu diketahui bahwa kerja H-2 receptor blocker tidak secepat obat antasida. Meski begitu, H-2 receptor blocker termasuk obat GERD yang cukup efektif karena membantu mengurangi produksi asam lambung dalam waktu yang cukup lama, yakni hingga 12 jam.

c. Obat-obatan untuk menghambat produksi asam lambung -> Penghambat pompa proton (PPI) termasuk ke dalam golongan obat yang berfungsi sebagai penghambat produksi asam. Tak hanya itu, PPI juga membantu memulihkan kondisi kerongkongan yang mengalami iritasi akibat paparan asam terus-menerus.. Obat PPI untuk mengatasi GERD merupakan obat penghambat produksi asam yang lebih kuat ketimbang H-2 receptor blocker. Contoh obat PPI yang dijual bebas antara lain lansoprazole dan omeprazole.


Sekian dan Terima Kasih

2 tahun yang lalu
Suka
Balas

Hai Sobat Sehat, pertanyaan Anda telah kami terima. Kami akan membantu memberikan penjelasan secara umum terlebih dulu, sebelum pakar kami memberikan respons ya.


Saya akan memberikan beberapa saran umum untuk mengatasi naiknya asam lambung dan sesak nafas. Namun, penting untuk diingat bahwa ini hanya saran umum dan jika gejala Anda berlanjut atau memburuk, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter untuk evaluasi lebih lanjut.:
  1. Hindari makanan dan minuman yang memicu naiknya asam lambung: Beberapa makanan dan minuman yang dapat memicu naiknya asam lambung antara lain makanan pedas, makanan berlemak, makanan asam, minuman berkafein, minuman berkarbonasi, dan alkohol. Menghindari makanan dan minuman ini dapat membantu mengurangi gejala asam lambung.

  2. Makan dalam porsi kecil dan sering: Mengonsumsi makanan dalam porsi kecil dan sering dapat membantu mengurangi tekanan pada perut dan mengurangi kemungkinan naiknya asam lambung.

  3. Hindari makan sebelum tidur: Usahakan untuk tidak makan dalam waktu 2-3 jam sebelum tidur. Makan sebelum tidur dapat meningkatkan risiko naiknya asam lambung saat berbaring.

  4. Menghindari stres: Stres dapat mempengaruhi produksi asam lambung. Cobalah teknik relaksasi seperti meditasi, yoga, atau olahraga ringan untuk mengurangi stres.

  5. Mengangkat kepala saat tidur: Mengangkat kepala tempat tidur dengan menggunakan bantal tambahan atau mengatur posisi tidur dengan sedikit miring ke samping dapat membantu mencegah naiknya asam lambung saat tidur.

  6. Mengonsumsi obat antasida: Obat antasida yang dijual bebas dapat membantu mengurangi gejala asam lambung. Namun, sebaiknya konsultasikan dengan apoteker atau dokter sebelum mengonsumsi obat antasida untuk memastikan keamanan dan dosis yang tepat.

  7. Menghindari pakaian ketat: Pakaian yang terlalu ketat dapat menekan perut dan memicu naiknya asam lambung. Pilihlah pakaian yang longgar dan nyaman.

  8. Hindari merokok: Merokok dapat merangsang produksi asam lambung dan memperburuk gejala asam lambung. Berhenti merokok dapat membantu mengurangi gejala.

Namun, penting untuk diingat bahwa setiap individu mungkin memiliki respons yang berbeda terhadap saran-saran ini. Jika gejala Anda terus berlanjut atau memburuk, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter untuk evaluasi lebih lanjut dan penanganan yang tepat.

2 tahun yang lalu
Suka
masukan
warningDisclaimer: Informasi yang disampaikan di atas adalah informasi umum, bukan pengganti saran medis resmi dari dokter atau pakar.
Related content
Temukan komunitas Anda
Jelajahi berbagai jenis komunitas yang ada dan paling sesuai dengan kondisi kesehatan yang Anda hadapi.
Iklan
Iklan