traumaa

Aku boleh cerita kan?? kejadiannya udh dari April 2025 tapi sampe skarang kalo inget suka sedih,karena aku ditampar di gebukin di omongin jahat sama kakak laki” ku sndiri dia pernah angkat leher ku ke atas,dan skrg kalo dia nyurh dengan kata “sia” aku takut aku sedih dan kalo dia ngomong pake nada tinggi aku takut gimana ini sedih, Aku melakukan kesalahan Karena jalan sama cowok trus Kaka aku ngelakuin hal itu apa baik??smpe badan ku memar?intinya gtu dokkk

Suka
Bagikan
Simpan
Komentar
1

1 komentar

Saya memahami bahwa Anda sedang mengalami trauma yang mendalam akibat kekerasan fisik dan emosional yang dilakukan oleh kakak Anda. Perasaan takut, sedih, dan cemas yang Anda rasakan saat ini adalah respons yang wajar terhadap pengalaman traumatis tersebut, apalagi jika kejadiannya masih sering terlintas dalam pikiran Anda:

Penting untuk diingat bahwa tindakan kekerasan yang dilakukan oleh kakak Anda sama sekali tidak dapat dibenarkan, terlepas dari alasan apa pun. Anda tidak bersalah atas kejadian tersebut. Kekerasan fisik yang menyebabkan memar dan kekerasan verbal yang menyakitkan adalah tindakan yang salah dan tidak seharusnya Anda alami. Untuk membantu Anda mengatasi trauma ini, ada beberapa langkah yang bisa Anda lakukan:

  1. Berhenti menyalahkan diri sendiri: Ingatlah bahwa pelaku kekerasanlah yang salah, bukan Anda. Kesalahan yang Anda sebutkan tidak membenarkan tindakan kekerasan yang Anda alami.
  2. Berbicara dengan orang yang dipercaya: Menceritakan pengalaman Anda kepada seseorang yang Anda percaya, seperti teman dekat, anggota keluarga lain, atau guru, dapat membantu meringankan beban emosional Anda.
  3. Mencintai diri sendiri dan bersabar: Proses pemulihan dari trauma membutuhkan waktu. Berikan diri Anda ruang untuk merasakan emosi Anda dan bersikap baik pada diri sendiri.
  4. Mengurangi kritik terhadap diri sendiri: Hindari menyalahkan diri sendiri atas apa yang terjadi. Fokus pada pemulihan dan kesejahteraan Anda.
  5. Mencari sarana pemulihan: Menulis jurnal untuk meluapkan perasaan, melakukan aktivitas fisik, atau mencari hobi baru bisa menjadi cara yang sehat untuk mengelola emosi. Mengingat dampak emosional yang masih Anda rasakan, sangat disarankan untuk mencari bantuan profesional. Berkonsultasi dengan psikolog atau psikiater dapat memberikan Anda dukungan dan strategi yang tepat untuk memproses trauma, mengatasi rasa takut dan sedih, serta membangun kembali kepercayaan diri Anda. Mereka dapat membantu Anda memahami dan mengelola emosi yang kompleks ini agar Anda bisa pulih sepenuhnya.
2 jam yang lalu
Suka
masukan
warningDisclaimer: Informasi yang disampaikan di atas adalah informasi umum, bukan pengganti saran medis resmi dari dokter atau pakar.
Related content
Temukan komunitas Anda
Jelajahi berbagai jenis komunitas yang ada dan paling sesuai dengan kondisi kesehatan yang Anda hadapi.
Iklan
Iklan