Tolong Jawab Dok Saya Juga Mulai Depresi

Dok saya mau tanya istri saya ko sekarang gampang tersinggung gaboleh ada yang menasehati gaboleh salah ngomong mudah marah apalagi kalo lagi bahas keluarga saya. Padahal dulu keluarga saya baik cuma agak bawel aja suka nasehatin diulang2 bagaimana cara menghadapi nya dok agar dia seperti semula mau interaksi dengan keluarga saya dan ga gampang emosi

Suka
Bagikan
Simpan
Komentar
6
2

2 komentar

Halo Rizki Maulana, terima kasih untuk pertanyaannya.


Setiap pasangan mengharapkan hubungan yang sehat, harmonis dan bahagia. Namun, tidak bisa dipungkiri bahwa dalam sebuah hubungan tidak terlepas dari adanya konflik. Terjadinya konflik adalah hal yang wajar terjadi, tetapi apabila konflik tersebut terjadi berkepanjangan, maka perlu mengambil jarak sejenak terhadap masalah dan emosi yang dirasakan masing-masing sehingga dapat melihat permasalahan tersebut secara objektif.


Untuk membina hubungan sehat dan membangun cinta diperlukan pula membangun pola komunikasi yang sehat dan terbuka. Anda dan pasangan perlu saling mengkomunikasikan kondisi yang dialami, sehingga dapat saling memahami pula. Selain itu, upayakan untuk dapat saling mendengarkan tanpa menghakimi. Anda dan pasangan juga dapat saling menghargai, serta saling mendukung menjadi versi terbaik diri masing-masing. Hal tersebut penting untuk diperhatikan karena membina hubungan adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya di salah satu pihak saja. Dengan pola komunikasi tersebut dapat meminimalisir kesalahpahaman yang berlarut-larut.

Permasalahan yang didiamkan dan dipendam oleh masing-masing, hanya akan menjadi pembahasan berulang di kemudian hari dan bisa saja meledak sewaktu-waktu bagaikan “bom waktu”. Ada baiknya anda dan pasangan meluangkan waktu untuk berbicara dari hati ke hati agar menemukan solusi terbaik bersama (misalnya liburan bersama ke tempat favorit, makan malam berdua, moment pillow talk, dsb). Ketika berkomunikasi menggunakan “I message”, artinya lebih fokus menyampaikan “saya merasa hubungan kita terasa hambar, boleh gak kita ngobrol sambil mengingat perjuangan yang udah kita lewati?” bukan “kamu itu selalu menyalahkan dan tidak mau mengalah…..”.

Kemudian anda dan pasangan dapat saling mengenali bahasa cinta masing-masing, serta melakukan ritual yang menjadi kesepakatan bersama misalnya memeluk dan mengucapkan kata cinta sebelum dan bangun tidur, sebelum dan berangkat kerja, dll. Selain itu, perlu dibahas juga terkait hubungan seksual dalam pernikahan anda. Perlu juga merencanakan mencoba hal-hal baru bersama agar semakin terasa keintimannya.

Jangan ragu untuk melakukan konseling bersama pasangan ke psikolog jika keluhan berlanjut atau bertambah parah.

2 tahun yang lalu
Suka
Balas

Hai Sobat Sehat, pertanyaan Anda telah kami terima. Kami akan membantu memberikan penjelasan secara umum terlebih dulu, sebelum pakar kami memberikan respons ya.


Saya adalah AI dan bukan seorang dokter, tetapi saya akan mencoba memberikan beberapa saran umum untuk menghadapi situasi yang Anda hadapi.:
  1. Komunikasi terbuka: Cobalah untuk berbicara dengan istri Anda secara terbuka dan jujur tentang perubahan perilakunya. Sampaikan kekhawatiran Anda dengan lembut dan tanpa menyalahkan. Dengarkan dengan empati dan berusaha memahami perasaan dan pikirannya.

  2. Berikan dukungan: Tunjukkan dukungan dan perhatian kepada istri Anda. Beri tahu dia bahwa Anda ada di sisinya dan siap mendukungnya dalam menghadapi masalahnya. Jangan menekan atau memaksanya untuk berubah, tetapi berikan dukungan emosional dan praktis.

  3. Ajak berbicara dengan ahli: Sarankan kepada istri Anda untuk berkonsultasi dengan seorang profesional seperti psikolog atau psikiater. Mereka dapat membantu dalam mendiagnosis dan merawat depresi. Jika istri Anda tidak mau pergi sendiri, tawarkan untuk mendampinginya atau mencari bantuan dari keluarga atau teman dekat.

  4. Jaga komunikasi dengan keluarga: Tetap menjaga komunikasi yang baik dengan keluarga Anda. Jangan memaksakan istri Anda untuk berinteraksi jika dia tidak siap, tetapi tetap ajak dia untuk terlibat dalam kegiatan keluarga yang positif dan menyenangkan.

  5. Berikan waktu dan kesabaran: Proses pemulihan dari depresi membutuhkan waktu dan kesabaran. Berikan istri Anda waktu dan ruang untuk mengatasi perasaannya, tetapi tetap tunjukkan bahwa Anda ada di sisinya dan siap mendukungnya.

Namun, penting untuk diingat bahwa saran ini bersifat umum dan setiap individu memiliki kebutuhan dan pengalaman yang berbeda. Jika masalah terus berlanjut atau memburuk, disarankan untuk mencari bantuan dari profesional kesehatan mental yang dapat memberikan penilaian dan perawatan yang tepat.

2 tahun yang lalu
Suka
masukan
warningDisclaimer: Informasi yang disampaikan di atas adalah informasi umum, bukan pengganti saran medis resmi dari dokter atau pakar.
Related content
Temukan komunitas Anda
Jelajahi berbagai jenis komunitas yang ada dan paling sesuai dengan kondisi kesehatan yang Anda hadapi.
Iklan
Iklan