Tidak bisa menerima kenyataan bahwa aku bersalah

Dok, aku Egi sangat lah tinggi dan kalo di nasehati atau di beri tau aku tidak bisa menerima nya bahkan aku menolak omongan dari seseorang dan kmrin aku mengikuti ego ku sndri dan akhirnya sangat lah tidak menyenangkan aku ga mau terulang lagi seprti itu apakah ada saran dok buat saya yang ego tinggi tidak bisa menerima dalam bntuk apapun aku ingin berubah karena ego aku dan suami sering bertengkar apakah dok saran untuk saya??

Suka
Bagikan
Simpan
Komentar
1

1 komentar

Hai Sobat Sehat,

Saya memahami kekhawatiran Anda dan keinginan kuat untuk berubah. Kesadaran diri bahwa Anda memiliki ego yang tinggi dan sulit menerima masukan adalah langkah awal yang sangat penting dan patut diapresiasi. Sifat egois memang dapat menimbulkan dampak yang tidak menyenangkan, terutama dalam hubungan, seperti yang Anda alami dengan suami:

Untuk membantu Anda mengatasi hal ini dan membangun hubungan yang lebih sehat, beberapa saran yang bisa Anda pertimbangkan adalah:

  1. Pahami Akar Ego Anda: Coba renungkan mengapa Anda cenderung bersikap egois atau sulit menerima masukan. Apakah ada ketakutan, pengalaman masa lalu, atau kebutuhan tertentu yang mendasari sifat ini? Memahami asal-usulnya dapat membantu Anda mengelola respons Anda.
  2. Latih Mendengarkan dan Berempati: Dalam hubungan, penting untuk tidak hanya ingin didengarkan, tetapi juga mendengarkan pasangan. Beri ruang bagi pendapat dan perasaan suami Anda, meskipun berbeda dengan Anda. Cobalah untuk menempatkan diri pada posisinya dan memahami sudut pandangnya.
  3. Komunikasi Terbuka dan Tenang: Saat terjadi perbedaan pendapat atau konflik, usahakan untuk tetap tenang dan berkomunikasi dengan kepala dingin. Fokuslah pada mencari solusi bersama, bukan mencari siapa yang benar atau salah. Menurunkan ego saat berdiskusi sangat krusial.
  4. Belajar Menerima Kritik dan Mengakui Kesalahan: Salah satu ciri orang egois adalah sulit menerima kritik dan meminta maaf. Latihlah diri Anda untuk melihat kritik sebagai kesempatan untuk berkembang, bukan sebagai serangan pribadi. Mengakui kesalahan dan meminta maaf menunjukkan kedewasaan dan dapat meredakan ketegangan.
  5. Sadari Dampak Perilaku Anda: Terus ingatkan diri Anda tentang dampak negatif dari sifat egois terhadap hubungan Anda dan perasaan suami. Pengalaman tidak menyenangkan yang Anda alami sebelumnya bisa menjadi pengingat kuat untuk terus berusaha berubah.
  6. Pertimbangkan Bantuan Profesional: Jika Anda merasa kesulitan untuk mengatasi pola ini sendiri, jangan ragu untuk mencari bantuan dari psikolog atau konselor pernikahan. Mereka dapat memberikan panduan, strategi, dan ruang yang aman bagi Anda dan suami untuk berkomunikasi serta mengatasi masalah ini bersama. Ini dapat sangat membantu dalam memperbaiki dinamika hubungan Anda.
2 jam yang lalu
Suka
masukan
warningDisclaimer: Informasi yang disampaikan di atas adalah informasi umum, bukan pengganti saran medis resmi dari dokter atau pakar.
Related content
Temukan komunitas Anda
Jelajahi berbagai jenis komunitas yang ada dan paling sesuai dengan kondisi kesehatan yang Anda hadapi.
Iklan
Iklan