Susah untuk percaya lagi

Kami menikah sudah 20 tahun dan mempunyai 2 orang anak.


Suami saya selingkuh emosional dengan wanita lain, setelah saya membuka kebohongan nya selama ini, Suami pun meminta maaf dan dia berkata bahwa dia telah memutuskan hubungan dengan wanita itu. Tapi saya dapat lihat suami masi berhubungan dengan wanita itu.


Saya pernah bertanya kenapa masi chat dengan wanita itu, dia hanya memjawab "tidak bolehkah chat sebagai teman biasa?, saya sudah menganggap dia teman biasa tidak ada perasaan apa pun dengan dia"


Saya pun hanya diam tidak berbicara banyak lagi, karena saya takut,, semakin banyak bicara akan salah arti an bagi suami bahwa saya mengijinkan dia berhubungan dengan wanita itu walaupun dalam pikiran ini saya masi banyak tanda tanya, sakit hati karena diselingkuhi.


Sejak dia selingkuh dan saya membuka kebohongan nya, kami menjadi jarang komunikasi, hanya komunikasi sebatas kebutuhan keluarga dan anak2. Suami juga masi suka acuh tak acuh dengan saya. Tapi saya hadapi dengan kesabaran. apakah suami tidak mencintai saya lagi?, apakah saya harus meninggalkan dia dan anak2? saya sangat depresi hingga kadang2 ada pikiran ingin lari dari kelurga ini

Suka
Bagikan
Simpan
Komentar
1

1 komentar

Ibu, saya memahami betul perasaan sakit hati, kecewa, dan sulit percaya yang Ibu alami saat ini. Perselingkuhan emosional, seperti yang suami Ibu lakukan, dapat merusak fondasi kepercayaan dalam pernikahan dan menimbulkan luka yang dalam, apalagi setelah 20 tahun bersama dan memiliki anak:

Situasi ini membutuhkan penanganan yang serius. Ketika suami masih berhubungan dengan wanita lain dan memberikan alasan 'hanya teman biasa' padahal Ibu merasa tidak nyaman, ini menunjukkan adanya batasan yang tidak jelas dan kurangnya empati terhadap perasaan Ibu. Komunikasi yang terputus dan sikap acuh tak acuh suami semakin memperparah kondisi emosional Ibu. Mengingat Ibu merasa sangat tertekan, depresi, dan bahkan memiliki pikiran untuk lari dari keluarga, sangat penting bagi Ibu untuk mencari bantuan profesional. Saya sangat menyarankan Ibu dan suami untuk berkonsultasi dengan konselor pernikahan atau psikolog. Seorang profesional dapat membantu memfasilitasi komunikasi yang sehat antara Ibu dan suami, menggali akar permasalahan perselingkuhan emosional ini, serta membantu suami memahami dampak tindakannya terhadap Ibu dan keluarga. Konselor juga dapat membantu Ibu dalam mengelola emosi, membangun kembali kepercayaan (jika memungkinkan), dan menetapkan batasan yang jelas dalam hubungan. Jangan mengambil keputusan besar seperti meninggalkan pernikahan saat Ibu sedang dalam kondisi emosional yang sangat tertekan. Fokuslah pada pemulihan diri Ibu terlebih dahulu. Dengan bantuan profesional, Ibu akan mendapatkan dukungan untuk menghadapi situasi ini dan membuat keputusan terbaik untuk masa depan Ibu dan anak-anak.

1 jam yang lalu
Suka
masukan
warningDisclaimer: Informasi yang disampaikan di atas adalah informasi umum, bukan pengganti saran medis resmi dari dokter atau pakar.
Related content
Temukan komunitas Anda
Jelajahi berbagai jenis komunitas yang ada dan paling sesuai dengan kondisi kesehatan yang Anda hadapi.
Iklan
Iklan