selalu berada di lingkungan toxic

haloo dok, aku ingin sdkit bercerita, dulu pas msi sd aku punya tmn yg lama kelamaan jdi tmn dkt trs tba' dia musuhin aku dia jauhin aku, katanya gara' aku pindh sklh kesitu rngkingnya geser aku ngerebut juara dia katanya, trs anehnya yg lain ikut'an musuhin smpe aku dimusuhin satu sklh dri kls 1-6, tmat dari situ aku mondok dstu awal'nya biasa' aja eh lama' ada yg jele'in aku krn ada bbrp cwo distu suka sm aku, trs ada yg jele'in aku dan ujung'nya aku dimusuhi lagi, trs msi di kls 8 aku pindah dari mondok ke smp dstu aku lngsung dpt tmn yg famous, dan trnyata dia baik tapi ujung'nya berakhir ga baik lagi, tmnnya dlu gsuka kalo aku deket kli sama dia dan aku difitnah ngta'in anak kls lain supaya aku dibully hha, trs msuk sma kls 10 ku brjln dngn baik, aku kirain mungkin dsni aku ga ngersain lgi yg dlu aku rsain dsni aku tmnan sm smua org trnyta engga juga hha, awal kls 12 aku kembali dimusuhi gara' ada ank kepsek sekls sm aku yg dlunya tmenan dket bngt sama aku, dia pas uda ga temenan sm aku nangis' curhat ke guru bilng aku iniin dia la apa la trnyta gongnya guru di sklh aku penjilat smua, jdi aku dipnggil ke ruang bk ktanya ksian gara' aku dia bgtu smpe gmau pergi sklh lagi, trs guru yg dlunya dket sama aku klo liat aku skrng uda beda, uda ga seakrab dulu, trs pas uda ga tmenan lgi sama dia aku berbaur sama ank kls, prnh suatu hri aku ada konflik sm ank klsku dan tiba' dia ke sklh cmn buat ngehasut org yg lgi konflik sama aku, dia jdi provokator distu dan tmn sekls ku juga iya' aja apa yg dibilng dn aku kmbli berakhir seperti awal haha, aku bkn tidak merasa melakukan keslhn, bkn berarti aku tdk intropeksi diri tpi aku saat melakukn sesuatu atau mengucapkn sesuatu selalu berpikir ratusan kali bhkn ribuan kli krna aku memikirkn dampakny bgaimna krna aku trmsuk org yg sensitif, aku mrsa tdk melakukn keslhn tpi mengapa lingkungn ku trs berputar seperti itu? mengapa hrus aku yg melewati smua ini? bnya yg bilng pdaku intropeksi diri tpi apakh jika org berbuat buruk ke kita itu mrpkn keslhn kita sndiri? sdgkn aku org yg sensitif, ga tega, bgaimna bisa aku setega itu buat berbuat buruk trhdp org lain, dsni aku hnya ingin bertnya mengapa? mengapa aku hrus merasakan ini trs menerus? bhkn skrng aku tkut, aku tkut bersosialisasi lgi, aku tkut akan ending yg sama.

Suka
Bagikan
Simpan
Komentar
1

1 komentar

Saya memahami bahwa Anda telah mengalami serangkaian pengalaman sosial yang sangat sulit dan menyakitkan sejak masa sekolah dasar hingga SMA, di mana Anda merasa terus-menerus menjadi target perlakuan tidak menyenangkan, dimusuhi, difitnah, dan dimanipulasi. Perasaan bingung, takut, dan bertanya-tanya mengapa hal ini terus terjadi pada Anda adalah hal yang sangat wajar mengingat beratnya situasi yang Anda alami:

Lingkungan yang Anda gambarkan memang menunjukkan ciri-ciri "orang toxic" yang manipulatif, dramatis, dan seringkali menyalahkan orang lain atau menjadi provokator, seperti yang dijelaskan dalam konteks. Perilaku seperti memusuhi, memfitnah, menghasut, dan membuat orang lain menjauhi Anda adalah bentuk-bentuk perilaku toxic yang dapat sangat merugikan kesehatan mental. Mengingat Anda juga menyebutkan diri sebagai orang yang sensitif, hal ini bisa membuat Anda lebih rentan terhadap dampak negatif dari konflik dan kritik, serta lebih mudah merasa tertekan dalam situasi sosial yang tidak mendukung. Untuk mengatasi situasi ini dan membantu Anda merasa lebih baik, beberapa langkah yang bisa dipertimbangkan:

  1. Batasi Interaksi dan Buat Batasan Tegas: Jika memungkinkan, hindari atau batasi interaksi dengan orang-orang yang menunjukkan perilaku toxic. Jika tidak bisa dihindari, tetapkan batasan yang jelas tentang apa yang bisa Anda toleransi dan sampaikan dengan tegas.
  2. Jangan Memaklumi Perilaku Toxic: Penting untuk tidak memaklumi atau membela perilaku buruk orang lain. Akui bahwa sikap mereka adalah toxic dan bukan kesalahan Anda.
  3. Fokus pada Diri Sendiri: Teruslah melakukan introspeksi diri untuk memahami reaksi dan batasan Anda, bukan untuk menyalahkan diri atas tindakan orang lain. Pahami bahwa Anda tidak bertanggung jawab atas perilaku buruk orang lain.
  4. Cari Bantuan Profesional: Mengingat pola berulang dan ketakutan Anda untuk bersosialisasi, sangat disarankan untuk mencari bantuan dari psikolog atau konselor. Profesional dapat membantu Anda memproses trauma dari pengalaman-pengalaman ini, mengembangkan strategi koping yang sehat, membangun kembali kepercayaan diri, dan memahami dinamika sosial yang mungkin terjadi. Mereka juga bisa membantu Anda mengelola sensitivitas Anda agar tidak terlalu terbebani oleh lingkungan sekitar. Ingatlah bahwa Anda tidak sendirian dalam menghadapi ini, dan mencari dukungan adalah langkah yang kuat untuk menjaga kesehatan mental dan kebahagiaan Anda.
2 jam yang lalu
Suka
masukan
warningDisclaimer: Informasi yang disampaikan di atas adalah informasi umum, bukan pengganti saran medis resmi dari dokter atau pakar.
Related content
Temukan komunitas Anda
Jelajahi berbagai jenis komunitas yang ada dan paling sesuai dengan kondisi kesehatan yang Anda hadapi.
Iklan
Iklan