Menghadapi pasangam manipulatif

Sore dok,

Gimana menghadapi sikap.manipulatif pasangan sy, pernikahan kami mencapai 15th, kami selalu bertengkar dgn sikap dia yg manioulatif nya, selalu berbohong dan berbohong, mau 1 bulan ini kami tdk ada kominikasi yg baik setelah pertengkaran terakhir,

Sybsudah lelah dgn sikapnny yg tidak pernah berubah, sy tdk siap dgn perceraian mengingat anak2 sy usia 13 th yg besar dan 11 th yg kecil.

Suka
Bagikan
Simpan
Komentar
1

1 komentar

Ibu/Bapak, saya memahami betapa sulitnya menghadapi situasi ini, terutama setelah 15 tahun pernikahan dan dengan adanya anak-anak yang masih membutuhkan perhatian. Perilaku manipulatif dalam hubungan, seperti kebohongan yang terus-menerus dan pertengkaran yang tak kunjung usai, memang sangat menguras emosi dan dapat berdampak buruk pada kesehatan mental Anda, menyebabkan kelelahan dan hilangnya kepercayaan diri:

Untuk mengatasi masalah ini, langkah-langkah berikut dapat dipertimbangkan:

  1. Tetapkan Batasan yang Jelas: Penting untuk mengidentifikasi perilaku manipulatif pasangan Anda dan secara tegas menetapkan batasan yang tidak dapat Anda toleransi. Konsisten dalam batasan ini sangat krusial, meskipun mungkin sulit pada awalnya.
  2. Fokus pada Pola Perilaku Pasangan: Seperti yang disebutkan dalam konteks, fokus pada kesalahan pasangan dapat diartikan sebagai mengenali pola manipulatif mereka dan tidak menyalahkan diri sendiri atas tindakan mereka. Ini membantu Anda untuk tidak terjebak dalam siklus manipulasi dan menjaga kesehatan mental Anda.
  3. Cari Bantuan Profesional: Mengingat durasi masalah dan dampaknya pada komunikasi serta kesejahteraan Anda, sangat disarankan untuk mencari bantuan profesional. Anda dapat mempertimbangkan untuk berkonsultasi dengan psikolog atau terapis keluarga/konselor pernikahan. Mereka dapat membantu Anda dan pasangan (jika pasangan bersedia) untuk:
  • Mengidentifikasi pola komunikasi yang tidak sehat.
  • Mengembangkan strategi untuk menghadapi perilaku manipulatif.
  • Membangun kembali komunikasi yang lebih sehat.
  • Memberikan dukungan emosional bagi Anda secara individu.
  1. Prioritaskan Kesehatan Mental Anda: Kelelahan yang Anda rasakan adalah tanda bahwa Anda perlu memprioritaskan kesehatan mental Anda. Bantuan profesional dapat memberikan Anda alat dan strategi untuk mengelola stres dan emosi yang timbul dari situasi ini. Meskipun Anda belum siap untuk perceraian, mencari bantuan profesional dapat menjadi jalan untuk mengeksplorasi semua opsi yang ada, memperbaiki dinamika hubungan, dan melindungi kesejahteraan Anda serta anak-anak. Anak-anak usia 11 dan 13 tahun sangat peka terhadap konflik orang tua, sehingga mencari solusi yang konstruktif akan sangat bermanfaat bagi mereka juga.
3 jam yang lalu
Suka
masukan
warningDisclaimer: Informasi yang disampaikan di atas adalah informasi umum, bukan pengganti saran medis resmi dari dokter atau pakar.
Related content
Temukan komunitas Anda
Jelajahi berbagai jenis komunitas yang ada dan paling sesuai dengan kondisi kesehatan yang Anda hadapi.
Iklan
Iklan