Mau nanya dok
Dok kenapa saya sekarang takut untuk membuka media sosial seperti Facebook,Instagram dan wa bahkan YouTube..melihat dan mendengar kata-kata dari medsos tersebut saya takut..gejala apa itu dok apa ada gejala trauma ..
Melihat kata kata dan menuliskan sesuatu di Facebook saya gak berani takut gtu dok..takut kalau kata kata saya menyinggung seseorang gtu dok gejala apa yang saya alami dok,,saya pengen berani lagi membuka Facebook saya dan ingin sesekali membuat status tanpa ada rasa takut dok
























Halo Bonge, terima kasih untuk pertanyaannya.
Perasaan cemas sangat wajar dialami oleh setiap individu sebagai bentuk kewaspadaan terhadap sesuatu. Namun, apabila perasaan cemas berlangsung secara berlebihan, terus-menerus, dan tanpa alasan yang kuat, serta dapat mengganggu aktivitas sehari-hari, maka perlu diwaspadai dan segera meminta bantuan professional.
Adapun yang dapat anda lakukan, yaitu lakukan relaksasi pernapasan saat ketidaknyamanan tersebut muncul (fokus pada napas masuk dan napas keluar), sehingga anda lebih rileks dan tenang dalam menyikapi yang anda alami. Selanjutnya menuliskan seluruh isi pikiran anda pada kertas secara berkala tanpa terkecuali. Kegiatan ini dikenal dengan istilah jurnaling, di mana dapat dilakukan setiap hari sehingga pikiran tidak hanya menumpuk dalam diri anda. Lalu anda juga dapat mengidentifikasi dan mengevaluasi kembali pikiran yang sering muncul dengan menanyakan ke diri anda mengenai pikiran tersebut “apakah hal yang dikhawatirkan didukung oleh fakta sehingga perlu dipikirkan secara berlebihan atau hanya kekhawatiran tanpa alasan yang jelas?”, sehingga anda dapat melihat secara objektif sumber pikiran anda. Jangan lupa untuk melatih diri berpikir positif dan lebih rasional.
Dengan mempertahankan kebiasaan merespon sesuatu dengan berpikir ketakutan akan hal yang belum terjadi, maka kebiasaan tersebut akan bertahan dan intensitasnya bisa saja meningkat sehingga mempengaruhi konsentrasi, performa dan kondisi fisik anda, serta kehidupan sehari-hari anda lainnya. Selain itu, anda tetap terkoneksi dengan sekitar agar tidak merasa sendiri.
Jangan ragu untuk memeriksakan diri anda ke psikolog/ psikiater jika keluhan berlanjut atau bertambah parah agar tertangani dengan tepat.
Hai Sobat Sehat, pertanyaan Anda telah kami terima. Kami akan membantu memberikan penjelasan secara umum terlebih dulu, sebelum pakar kami memberikan respons ya.
Saya bukan dokter, tetapi saya akan mencoba memberikan beberapa informasi yang mungkin dapat membantu Anda.:Gejala yang Anda alami, seperti takut untuk membuka media sosial dan takut menyinggung orang lain dengan kata-kata Anda, bisa mengindikasikan adanya kecemasan sosial atau kekhawatiran berlebihan terhadap respons orang lain terhadap apa yang Anda posting atau tulis di media sosial. Ini bisa menjadi tanda adanya gejala trauma atau pengalaman negatif sebelumnya yang membuat Anda merasa takut atau khawatir.
Jika Anda ingin mengatasi rasa takut dan kekhawatiran ini, ada beberapa langkah yang dapat Anda coba:
Kenali dan pahami perasaan Anda: Sadari bahwa perasaan takut dan khawatir adalah normal, tetapi juga penting untuk memahami bahwa tidak semua respons orang lain terhadap apa yang Anda posting atau tulis dapat Anda kendalikan.
Batasi waktu yang Anda habiskan di media sosial: Jika media sosial menjadi sumber kecemasan dan stres bagi Anda, pertimbangkan untuk mengurangi waktu yang Anda habiskan di platform tersebut. Atur batasan dan jadwal penggunaan media sosial yang sehat.
Cari dukungan: Bicarakan perasaan Anda dengan orang terdekat atau teman dekat yang dapat memberikan dukungan dan pemahaman. Jika perlu, pertimbangkan untuk berkonsultasi dengan seorang profesional seperti psikolog atau psikiater yang dapat membantu Anda mengatasi kecemasan sosial atau trauma yang mungkin Anda alami.
Latih diri Anda untuk menghadapi ketakutan: Melakukan langkah kecil untuk menghadapi ketakutan Anda secara bertahap dapat membantu Anda membangun kepercayaan diri. Mulailah dengan mengunggah atau menulis sesuatu yang tidak terlalu kontroversial atau sensitif, dan perlahan-lahan tingkatkan eksposur Anda terhadap situasi yang menimbulkan kecemasan.
Ingatlah bahwa setiap individu memiliki pengalaman yang berbeda, dan jika gejala yang Anda alami terus berlanjut atau mempengaruhi kualitas hidup Anda, sangat penting untuk mencari bantuan profesional. Dokter atau psikolog dapat memberikan penilaian yang lebih akurat dan memberikan saran yang sesuai dengan situasi Anda.
Semoga informasi ini bermanfaat bagi Anda. Jika Anda memiliki pertanyaan lain, jangan ragu untuk bertanya.
Related content