🔥 Diskusi Menarik

kecanduan nonton video dewasa

Di era semua serba digital dan anak sekolah pakai HP ini sungguh sangat tidak baik menurut saya. semua orang tua harus memfasilitasi anak Hp lengkap dengen kuota internet bagi orang tua seperti saya yang bekerja tidak bisa mengontrol apa saja yang di lihat anak di HP nya, sampai hal yang saya khawatirkan terjadi.

Anak saya umur 14 tahun terdapat nonton video dewasa di hp nya. sungguh sangat kecewa mengetahui hal ini, merasa gagal jadi orang tua. padahal dia anak yang baik, rajin beribadah, bergaul dengan teman-temannya juga saya rasa semuanya baik.

Apa yang saya harus lakukan ya dok terhadap anak saya agar dia tidak melakukannya lagi ?

Suka
Bagikan
Simpan
Komentar
20
2

2 komentar

Halo Vinera, terima kasih atas pertanyaan anda


Kami memahami kekhawatiran anda terkait perilaku anak.

Anak usia 14 tahun berada dalam masa remaja awal, di mana rasa ingin tahu terhadap seksualitas mulai meningkat. Dengan akses internet yang luas, anak-anak dapat dengan mudah menemukan konten pornografi, yang berpotensi menyebabkan kecanduan jika tidak dikontrol dengan baik. Sebagai orang tua, mendampingi anak dalam menghadapi hal ini sangat penting untuk membentuk pemahaman yang sehat tentang seksualitas dan hubungan.


Yang dapat dilakukan adalah memulai dengan berkomunikasi terbuka terkait perasaannya tanpa menghakimi agar anak merasa aman bercerita. Tanyakan juga terkait penasaran dan keingintahuannya. Sebaiknya menghindari label negatif pada perilaku tersebut misalnya "nakal" atau "jorok". Berikan edukasi terkait dampak pornografi. Mendiskusikan mengenai upaya mengontrol diri dan membuat kebiasaan positif. Membuat aturan bersama terkait waktu dan hal yang boleh diakses. Memperhatikan lingkungan sosial dan tontonan yang dikonsumsi karena dikhawatirkan dapat mempengaruhi perilaku anak. Apresiasi setiap perilaku baik yang ditampilkan.


Jika dirasa kejadian ini semakin mengganggu, silakan berkonsultasi langsung dengan psikolog/ psikiater

3 minggu yang lalu
Suka
Balas
Kecanduan nonton video dewasa pada anak, terutama di usia 14 tahun, memang menjadi masalah yang serius dan memerlukan perhatian khusus dari orang tua. Pertama-tama, penting untuk tetap tenang dan tidak langsung marah saat mengetahui anak Anda mengakses konten tersebut. Reaksi berlebihan dapat membuat anak semakin penasaran dan mencari tahu lebih lanjut secara sembunyi-sembunyi:

Langkah pertama yang bisa Anda lakukan adalah berbicara dengan anak Anda. Tanyakan darimana ia mendapatkan akses ke video dewasa tersebut. Ini penting untuk memahami lingkungan dan interaksi sosialnya. Selanjutnya, luangkan waktu untuk menjelaskan tentang hal-hal yang pantas dan tidak pantas untuk dilihat, serta pentingnya menjaga diri dari konten yang tidak sesuai dengan usianya. Tunjukkan rasa kecewa Anda dengan cara yang konstruktif, misalnya dengan mengatakan, “Mama tidak menyangka kamu menonton video yang seperti ini.” Ini dapat menimbulkan rasa bersalah dan mendorong anak untuk tidak mengulangi kesalahan yang sama. Selain itu, berikan kepercayaan kepada anak Anda dan ajari cara menggunakan internet dengan aman. Beritahu dia untuk tidak mengklik tautan sembarangan dan tidak berinteraksi dengan akun asing. Penting juga untuk meningkatkan keamanan akses internet di rumah. Anda bisa memblokir situs-situs yang tidak pantas dan membatasi akses internet hanya di area yang bisa diawasi. Melakukan pembersihan di gadget anak dan memantau riwayat pencarian juga bisa membantu mencegah akses ke konten dewasa. Terakhir, evaluasi pergaulan anak Anda. Pastikan dia bergaul dengan teman-teman yang positif dan tidak terpengaruh oleh konten yang tidak baik. Jika perlu, pertimbangkan untuk berkonsultasi dengan seorang profesional untuk mendapatkan saran lebih lanjut tentang cara mendidik anak dalam menghadapi masalah ini.

3 minggu yang lalu
Suka
masukan
warningDisclaimer: Informasi yang disampaikan di atas adalah informasi umum, bukan pengganti saran medis resmi dari dokter atau pakar.
Related content
Temukan komunitas Anda
Jelajahi berbagai jenis komunitas yang ada dan paling sesuai dengan kondisi kesehatan yang Anda hadapi.
Iklan
Iklan