🔥 Diskusi Menarik

Ibu yang ga understand

Saya sering di caci maki dan main tangan oleh ibu saya meskipun saya anak tunggal, saya ga pernah ngerasain gimana rasanya di sayang ibu sendiri, saya selalu nurut tetapi ibu saya lebih memilih main tangan dan membentak saya sampai selalu mengungkit masalah yang lalu... Ibu saya sering membentak saya dan berkata kalau saya selalu ga solat, tetapi saya selalu solat... Dan saya dibilang kaf*r.. Udah beberapa tahun saya gini, saya semakin dijauhi teman saya dan semua orang yang saya sayang, saya ga pernah pede saat saya sudah di bentak.. Saya selalu salah

Suka
Bagikan
Simpan
Komentar
7
2

2 komentar

Halo Puji, terima kasih atas pertanyaan anda


Kami memahami kesulitan dan ketidaknyamanan anda.

Permasalahan yang hadir dalam hidup terkadang membuat seseorang merasa kesulitan untuk berpikir jernih, apalagi mencari solusi terbaik untuk permasalahan tersebut. Bagaimanapun kondisi anda, anda tetap berharga.


Anda perlu memperbanyak waktu berdialog dengan diri sendiri. Dengan melakukan introspeksi secara berkala, maka anda lebih mudah menyadari dan menerima kelebihan dan kelemahan yang anda miliki, serta lebih mudah menemukan tujuan hidup dan kebutuhan diri anda. Anda dapat memulai untuk menyusun target harian dan mingguan yang perlu dicapai/ dilakukan sehingga lebih terukur serta jelas. Lakukan secara perlahan dan konsisten agar muncul motivasi internal dari dalam diri. Terkadang kita memunculkan pikiran otomatis yang seolah-olah jauh lebih buruk dari yang sebenarnya terjadi. Jangan lupa untuk melatih diri berpikir positif dan lebih rasional.


Anda juga dapat menuliskan minimal 3 hal yang dapat disyukuri setiap hari (tidak harus hal yang besar, tetapi hal kecil juga termasuk), sehingga dapat membantu anda untuk lebih memaknai hidup dan memiliki pandangan dari sudut pandang lainnya. Anda dapat menggunakan energi yang anda miliki untuk mengendalikan hal yang dapat dikontrol, seperti mengendalikan respon (pikiran, perasaan, perilaku, dan sebagainya) terhadap stimulus/ kondisi yang tidak menyenangkan yang anda peroleh dari lingkungan.

Selain itu, anda juga perlu mengembangkan sikap memaafkan dan berterima kasih bagi diri sendiri dan sekitar. Anda telah berupaya menjadi yang terbaik. Anda tidak perlu malu untuk menceritakan permasalahan anda kepada orang terdekat yang anda percaya agar tidak merasa sendirian dan terasingkan.


Jangan ragu untuk memeriksakan diri anda ke psikolog/ psikiater jika keluhan berlanjut atau bertambah parah.


2 minggu yang lalu
Suka
Balas
Menghadapi ibu yang sering mengkritik dan bersikap kasar memang sangat sulit, terutama ketika Anda merasa tidak dipahami dan tidak dicintai. Penting untuk diingat bahwa perilaku ibu Anda mungkin mencerminkan masalah yang lebih dalam, dan bukan kesalahan Anda. Berikut beberapa langkah yang bisa Anda coba untuk mengatasi situasi ini:
  1. Komunikasi Terbuka: Cobalah untuk berbicara dengan ibu Anda tentang perasaannya. Pilih waktu yang tepat dan sampaikan dengan lembut bahwa kata-katanya menyakiti Anda. Mungkin ia tidak menyadari dampak dari ucapannya.
  2. Tetapkan Batasan: Sangat penting untuk menetapkan batasan yang jelas mengenai perilaku yang dapat diterima. Anda berhak untuk meminta agar ibu Anda tidak menggunakan kekerasan atau kata-kata kasar. Sampaikan dengan tegas namun tetap hormat.
  3. Luangkan Waktu Bersama: Cobalah untuk menghabiskan waktu berkualitas bersama ibu Anda. Aktivitas sederhana seperti memasak atau berolahraga bersama bisa membantu memperkuat hubungan dan mengurangi ketegangan.
  4. Dapatkan Bantuan Profesional: Jika situasi tidak membaik, pertimbangkan untuk mencari bantuan dari psikolog. Konseling dapat membantu Anda memahami dinamika hubungan dan memberikan strategi untuk menghadapinya.
  5. Fokus pada Diri Sendiri: Ingatlah bahwa Anda berhak untuk merasa bahagia dan dihargai. Luangkan waktu untuk merawat diri sendiri dan lakukan aktivitas yang membuat Anda merasa baik. Jangan biarkan kritik ibu Anda mendefinisikan nilai diri Anda.
  6. Bangun Dukungan Sosial: Cobalah untuk menjalin hubungan dengan teman atau orang-orang yang mendukung Anda. Memiliki jaringan dukungan yang baik dapat membantu Anda merasa lebih kuat dan percaya diri. Ingatlah bahwa Anda tidak sendirian dalam menghadapi situasi ini, dan penting untuk menjaga kesehatan mental Anda. Anda berhak untuk dicintai dan dihargai, baik oleh diri sendiri maupun oleh orang lain.
2 minggu yang lalu
Suka
masukan
warningDisclaimer: Informasi yang disampaikan di atas adalah informasi umum, bukan pengganti saran medis resmi dari dokter atau pakar.
Related content
Temukan komunitas Anda
Jelajahi berbagai jenis komunitas yang ada dan paling sesuai dengan kondisi kesehatan yang Anda hadapi.
Iklan
Iklan