Halo dok

Dok, knp saya suka berdebar debar jantung ny + sesak nafas pada saat ingin tidur pulas dan detakan jantung nya sangat sangat terasa, lalu kenapa saya suka menangis tanpa sebab tetapi susah untuk berhenti, saya juga suka cemas jika bertemu orang takut dikira cari perhatian dll, knp ya dok?

Suka
Bagikan
Simpan
Komentar
7
2

2 komentar

Halo, terima kasih untuk pertanyaannya.


Sering munculnya pikiran bercabang dan mengkhawatirkan sesuatu yang belum terjadi bisa saja menyebabkan hadirnya perasaan cemas yang berlebihan. Pada dasarnya, perasaan cemas sangat wajar dialami oleh setiap individu sebagai bentuk kewaspadaan terhadap sesuatu. Namun, apabila perasaan cemas berlangsung secara berlebihan, terus-menerus, dan tanpa alasan yang kuat, serta dapat mengganggu aktivitas sehari-hari, maka perlu segera meminta bantuan professional jika sudah tidak dapat diatasi secara mandiri.


Untuk mendiagnosa kondisi mental seseorang diperlukan asesmen/ pemeriksaan mendalam oleh professional sehingga tidak dianjurkan untuk self diagnose.


Dalam diri individu terjadi proses mental yang saling berkaitan antara pikiran, perasaan, perilaku, dan sensasi tubuh/ fisik. Dengan anda mengelola pikiran yang menyebabkan munculnya kecemasan, secara tidak langsung juga akan meminimalisir keluhan lainnya yang anda alami.

Adapun yang dapat anda lakukan, yaitu lakukan relaksasi pernapasan saat ketidaknyamanan tersebut muncul (fokus pada napas masuk dan napas keluar), sehingga anda lebih rileks dan tenang dalam menyikapi yang anda alami. Selanjutnya menuliskan seluruh isi pikiran anda pada kertas secara berkala tanpa terkecuali. Kegiatan ini dikenal dengan istilah jurnaling, di mana dapat dilakukan setiap hari sehingga pikiran tidak hanya menumpuk dalam diri anda. Lalu anda juga dapat mengidentifikasi dan mengevaluasi kembali pikiran yang sering muncul dengan menanyakan ke diri anda mengenai pikiran tersebut “apakah hal yang dikhawatirkan didukung oleh fakta sehingga perlu dipikirkan secara berlebihan atau hanya kekhawatiran tanpa alasan yang jelas?”, sehingga anda dapat melihat secara objektif sumber pikiran anda. Jangan lupa untuk melatih diri berpikir positif dan lebih rasional.


Dengan mempertahankan kebiasaan merespon sesuatu dengan berpikir ketakutan akan hal yang belum terjadi, maka kebiasaan tersebut akan bertahan dan intensitasnya bisa saja meningkat sehingga mempengaruhi konsentrasi, performa dan kondisi fisik anda, serta kehidupan sehari-hari anda lainnya. Selain itu, anda tetap terkoneksi dengan sekitar agar tidak merasa sendiri.


Jangan ragu untuk memeriksakan diri anda ke psikolog/ psikiater jika keluhan berlanjut atau bertambah parah agar tertangani dengan tepat.

2 tahun yang lalu
Suka
Balas

Hai Sobat Sehat, pertanyaan Anda telah kami terima. Kami akan membantu memberikan penjelasan secara umum terlebih dulu, sebelum pakar kami memberikan respons ya.


Saya bukan dokter, tetapi saya akan mencoba memberikan beberapa informasi yang mungkin dapat membantu Anda.:

Gejala yang Anda sebutkan, seperti berdebar-debar jantung, sesak napas, menangis tanpa sebab, dan kecemasan saat bertemu orang, dapat memiliki berbagai penyebab yang mungkin perlu dievaluasi oleh dokter. Beberapa kemungkinan penyebabnya antara lain:

  1. Gangguan kecemasan: Kecemasan yang berlebihan dan seringkali tidak proporsional dengan situasi yang dihadapi dapat menjadi tanda adanya gangguan kecemasan, seperti gangguan kecemasan umum (GAD) atau gangguan panik. Gangguan kecemasan dapat menyebabkan gejala fisik seperti jantung berdebar, sesak napas, dan perasaan cemas yang berlebihan.

  2. Gangguan tidur: Gangguan tidur seperti insomnia atau sleep apnea dapat menyebabkan gejala seperti sulit tidur pulas, sesak napas, dan ketidaknyamanan saat tidur. Gangguan tidur yang tidak teratasi dapat mempengaruhi kesehatan fisik dan mental.

  3. Gangguan mood: Gangguan mood seperti depresi dapat menyebabkan perubahan emosi yang drastis, termasuk menangis tanpa sebab yang jelas. Depresi juga dapat mempengaruhi tidur dan menyebabkan gejala fisik seperti kelelahan dan penurunan nafsu makan.

  4. Gangguan kepercayaan diri: Rasa cemas saat bertemu orang dan takut dikira mencari perhatian dapat menjadi tanda adanya masalah kepercayaan diri atau gangguan sosial. Ini dapat mempengaruhi interaksi sosial dan kualitas hidup sehari-hari.

Penting untuk berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan evaluasi yang tepat. Dokter akan melakukan wawancara medis dan pemeriksaan fisik untuk mencari tahu penyebab gejala yang Anda alami. Mereka juga dapat merujuk Anda ke spesialis lain, seperti psikolog atau psikiater, jika diperlukan.

Selain itu, penting juga untuk menjaga kesehatan secara umum dengan pola tidur yang teratur, olahraga, makan makanan sehat, dan mengelola stres dengan cara yang efektif. Jangan ragu untuk berbicara dengan orang terdekat atau mencari dukungan dari kelompok pendukung jika Anda merasa kesulitan menghadapi gejala yang Anda alami.

Semoga informasi ini bermanfaat dan segera pulih! Jika Anda memiliki pertanyaan lain, silakan tanyakan.

2 tahun yang lalu
Suka
masukan
1
warningDisclaimer: Informasi yang disampaikan di atas adalah informasi umum, bukan pengganti saran medis resmi dari dokter atau pakar.
Related content
Temukan komunitas Anda
Jelajahi berbagai jenis komunitas yang ada dan paling sesuai dengan kondisi kesehatan yang Anda hadapi.
Iklan
Iklan