hallo dok
saya memiliki kesulitan mengontrol emosi dok disamping memang faktor keturunan karena ayah saya tempramen adapun faktor lain dari latar blkng kedua orgtua saya yang sudah berpisah. saya juga sering kesulitan untuk fokus,selalu merasa lelah pdhl saya tidak melakukan apapun,selalu merasa mengantuk pdhl tidur saya cukup,dan mood saya sering berubah2. jadi bagaimana dok yang harus saya lakukan untuk mengatasi permasalahan kesehatan mental saya? Dan penyakit mental apa yang sedang saya alami?
























Halo Risa Sya, terima kasih untuk pertanyaan anda.
Terkadang terjadi situasi yang memicu seseorang untuk merasakan emosi negative, seperti marah, benci, kecewa, sedih, dan sebagainya. Adanya emosi tersebut tetapi tidak terkelola dengan baik, maka tanpa disadari akan mencari objek pelampiasan untuk membuat perasaan lebih lega. Emosi negative yang diekspresikan secara berlebihan akan menguras energi, sehingga bisa saja mengalami kelelahan dan jantung berdebar setelahnya, dsb. Dengan demikian sangat diperlukan kemampuan dalam pengelolaan emosi secara tepat sehingga tidak merugikan diri sendiri dan orang di sekitar.
Marah merupakan salah satu bentuk emosi sebagai respon yang muncul akibat situasi yang dialami oleh seseorang. Munculnya emosi marah tersebut adalah hal yang wajar, tetapi jika berlebihan maka perlu untuk dikendalikan, terutama apabila mengganggu aktivitas sehari-hari, atau bahkan menjadikan diri sendiri/ orang lain sebagai pelampiasan, maka perlu untuk segera dikonsultasikan kepada tenaga profesional.
Dalam diri individu terjadi proses mental yang saling berkaitan antara pikiran, perasaan, perilaku, dan sensasi tubuh/ fisik. Pada saat seseorang menghadapi situasi/ kondisi, maka akan terjadi proses berpikir, yang kemudian mempengaruhi munculnya emosi (seperti: marah), yang disertai dengan terjadi perubahan sensasi tubuh/ kondisi fisik dan termanifestasi ke dalam bentuk perilaku (seperti: membentak/ berbicara dengan nada tinggi/ mengomel/ menyendiri/ dsb). Oleh karena itu, dengan mengenali dan mengelola pikiran, maka secara tidak langsung emosi kemarahan yang dirasakan juga lebih dapat dikendalikan.
Beberapa cara yang dapat anda lakukan untuk mengendalikan marah anda agar tidak meledak-ledak yaitu, melakukan relaksasi pernapasan sampai anda merasa tenang dan rileks. Dengan kondisi tenang, anda dapat berpikir lebih jernih untuk mempertimbangkan kembali keputusan anda merespon dengan marah yang meledak-ledak. Selain itu, anda juga dapat berhitung mundur dan melakukan self-talk untuk mencoba tetap tenang dalam merespon. Anda sebaiknya tetap menggunakan energi yang dimiliki untuk mengontrol yang dapat anda kendalikan seperti pikiran, perasaan, perilaku, dan sebagainya, daripada energi anda terkuras untuk mencoba mengendalikan respon/ sikap orang lain
terhadap anda.
Anda juga dapat menjalani pola hidup sehat, seperti berolahraga, asupan nutrisi yang tercukupi, pola tidur yang cukup sehingga akan membantu untuk menstabilkan kondisi emosi anda. Anda dapat mendengarkan musik relakasi, atau menuliskan situasi yang memicu emosi marah anda pada jurnal harian secara berkala, sehingga anda dalam melihat secara objektif apakah hal tersebut perlu direspon dengan marah yang berlebihan atau tidak. Anda sebaiknya tetap terkoneksi dengan sekitar, agar tidak merasa terasingkan.
Untuk mendiagnosa kondisi mental seseorang, diperlukan pemeriksaan/ asesmen yang mendalam oleh profesional dan tidak dianjurkan self diagnose. Jangan ragu untuk memeriksakan diri anda ke psikolog/ psikiater jika keluhan berlanjut atau bertambah parah agar segera tertangani dengan tepat.