Dampak perselingkuhan org tua

Dari kecil aku selalu ngira kalau keluarga aku itu keluarga cemara, tapi pas aku masuk SMP ternyata semua yg aku kira itu salah. Mamaku selingkuh, hatiku hancur bangetttt rasanya, waktu itu mama sampe berantem hebat sama kakaku, beliau juga mohon mohon minta maaf. Eh taunya, beberapa bulan setelahnya dia ngelakuin hal yg sama, ayahku tau dan udh beberapa kali nyita hpnya tapi ttp aja mama ga jera. Terus smua kelakuan mama tuh aku doang yg suka mergokin dan aku keep sendiri, tp aku ga berani ngapa ngapain karens aku gamau keluargaku hancur. Sampai skrg aku masuk sma mama tetep begitu, sekarang malah ada hp rahasia buat selingkuh yg selalu dia sembunyiin di dalemannya, terus dia dan selingkuhannya sering bgt vc tengah malem atau subuh subuh, dan aku selalu kebangun gara gara itu (aku sering tidur sm mama) mereka tuh vc tapi tanpa suara, jadi cuma dari gerakan, tp kadang selalu ga senonoh. Aku bingung dan kecewa bangett, bahkan kakak ku aja udah lepas tangan, tapi aku gamau mamaku terud terusan begini, apalagi ayahku emg tipe yg gabisa nunjukin perasaannya secara langsung. Aku gatau harus ngapain, gara gara ini aku sering nangis, emosi aku jadi ga stabil, bahkan ngaruh ke pertemanan aku yg dimana aku selalu ovt kyal misalnya gimana kalo tmn tmnku tiba tiba menjauh??? Dan setelah itu sekarang imbasnya adalah dmn aku gapunya motivasi sama sekali, buat belajar, ngelakuin aktivitas yg dulu aku suka, sampe motivasi buat hidup pun aku udah gaada, aku juga lagi di fase dmn aku meragukan tuhan karena semua yg aku alami, ga jarang aku selalu mikirin cara terbaik buat mati tanpa rasa sakiy. Aku cape bangetttt, aku harus gmn lagi… aku juga gamau kehilangan arah, akunjuga mau punya motivasi buat belajar, aku mau keluargaku balik kaya dulu lagi. Aku harus gimana

Suka
Bagikan
Simpan
Komentar
4
2

2 komentar

Halo Cyra, terima kasih atas pertanyaan anda


Perasaan marah, sedih, bingung, bahkan kehilangan semangat sangat wajar, karena anda menyaksikan hal yang seharusnya tidak perlu ditanggung sendirian. Situasi ini bisa menimbulkan tekanan emosional besar dan membuat anda merasa tidak berdaya.


Yang terpenting sekarang adalah menjaga diri anda terlebih dulu. Mencoba cari orang terdekat yang bisa dipercaya, atau berkonsultasi dengan psikolog agar tidak menahan semua ini sendiri.


Anda tidak salah, dan bukan tanggung jawab anda memperbaiki perilaku orang tua. Fokus untuk mendapatkan dukungan emosional dan membuat diri merasa aman. Langkah kecil seperti mencari bantuan, menulis perasaan (jurnaling), atau memberi jarak dari situasi yang membuatmu tertekan sudah merupakan bentuk kekuatan dan awal pemulihan.

Semoga membantu ya

2 minggu yang lalu
Suka
Balas
Saya memahami betapa hancur dan lelahnya perasaan Anda saat ini. Mengalami situasi seperti ini, apalagi sejak usia muda, tentu sangat berat dan wajar jika Anda merasa bingung, kecewa, emosi tidak stabil, kehilangan motivasi, bahkan sampai meragukan Tuhan dan memikirkan cara untuk mengakhiri penderitaan. Perasaan-perasaan ini adalah respons yang sangat manusiawi terhadap trauma dan tekanan emosional yang luar biasa:

Prioritas utama saat ini adalah kesehatan mental dan keselamatan diri Anda. Sangat penting untuk segera mencari bantuan profesional untuk diri Anda sendiri. Saya sangat menyarankan Anda untuk berkonsultasi dengan Psikolog atau Psikiater. Seorang Psikolog dapat membantu Anda memproses emosi yang rumit ini, mengembangkan strategi koping yang sehat, mengatasi perasaan cemas, depresi, dan kurangnya motivasi, serta membantu Anda menemukan kembali tujuan hidup. Jika diperlukan, Psikiater dapat memberikan evaluasi medis dan penanganan yang mungkin melibatkan terapi obat untuk membantu menstabilkan suasana hati atau mengatasi gejala depresi berat, terutama mengingat adanya pikiran untuk menyakiti diri sendiri. Jangan memendam semua ini sendirian. Apa yang Anda alami bukanlah kesalahan Anda, dan Anda berhak mendapatkan dukungan. Berbicara dengan profesional akan memberikan ruang aman bagi Anda untuk mengungkapkan semua yang Anda rasakan tanpa penghakiman, serta mendapatkan panduan konkret untuk melewati masa sulit ini. Meskipun keinginan Anda untuk keluarga kembali seperti dulu sangat dimengerti, fokuslah terlebih dahulu pada pemulihan diri Anda sendiri. Setelah Anda merasa lebih kuat, Anda bisa mempertimbangkan langkah selanjutnya, mungkin dengan melibatkan Terapis Keluarga jika ada kesediaan dari anggota keluarga lain untuk mencari solusi bersama. Namun, langkah pertama dan terpenting adalah mencari dukungan untuk diri Anda sendiri. Anda tidak sendirian dan ada bantuan yang tersedia.

3 minggu yang lalu
Suka
masukan
warningDisclaimer: Informasi yang disampaikan di atas adalah informasi umum, bukan pengganti saran medis resmi dari dokter atau pakar.
Related content
Temukan komunitas Anda
Jelajahi berbagai jenis komunitas yang ada dan paling sesuai dengan kondisi kesehatan yang Anda hadapi.
Iklan
Iklan